Kolaborasi TJSL BUMN untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN terus berkembang menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia. Implementasi program seperti ini membutuhkan pendekatan yang tepat melalui pendampingan konsultan CSR dan TJSL profesional agar program berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Kolaborasi TJSL BUMN TEMAN BERSENYUM Kabupaten Temanggung 2023.
Program ini menjadi bentuk sinergi berbagai perusahaan BUMN bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat desa. Program dilaksanakan di dua desa binaan, yaitu Desa Gentan, Kecamatan Kranggan dan Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Nama TEMAN BERSENYUM sendiri memiliki makna “Temanggung Bersih, Sehat, dan Nyaman untuk Umum” yang sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.
Peresmian Program Kolaborasi TJSL BUMN
Seremoni peresmian program dilaksanakan pada Jumat, 17 November 2023 di Sindoro Waterpark, Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian BUMN, pemerintah daerah, hingga 17 perusahaan BUMN kolaborator yang bersama-sama mendukung pengembangan program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat.
Beberapa BUMN yang terlibat dalam kolaborasi ini antara lain:
- PT Pegadaian (Persero)
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
- PT Angkasa Pura II (Persero)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Negara Indonesia Tbk
- PT Telkom Indonesia Tbk
- PT PLN (Persero)
- Perum LPPNPI/AirNav Indonesia
- Perum Perhutani
- Perum Peruri
- PT Wijaya Karya (Persero)
- PT Hutama Karya (Persero)
- PT Pembangunan Perumahan (Persero)
- PT Taspen (Persero)
- PT Surveyor Indonesia
- PT Permodalan Nasional Madani
Kolaborasi lintas BUMN ini menjadi contoh implementasi TJSL yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga pembangunan ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Pendekatan Program Berbasis Assessment dan Community Development
Program TEMAN BERSENYUM dirancang melalui proses perencanaan yang matang, mulai dari survei assessment, Focus Group Discussion (FGD), hingga penyusunan intervensi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pendekatan ini menunjukkan pentingnya penerapan community development berbasis pemberdayaan masyarakat dalam program CSR dan TJSL agar kegiatan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.
Program juga dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi program SDGs perusahaan yang berorientasi pada pembangunan sosial berkelanjutan, khususnya pada aspek:
- Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
- Akses air bersih dan sanitasi layak
- Pengembangan UMKM
- Penguatan kapasitas masyarakat desa
Program Air Bersih untuk Desa Gentan
Salah satu fokus utama program dilakukan di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan melalui pembangunan pipanisasi saluran air bersih. Program ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang layak.
Penyediaan akses air bersih menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup warga desa.
Program ini sekaligus mendukung implementasi SDGs pada sektor:
- Air bersih dan sanitasi layak
- Kesehatan masyarakat
- Pembangunan desa berkelanjutan
Pengembangan UMKM dan Wisata Desa Rejosari

Selain pembangunan air bersih, Program TEMAN BERSENYUM juga menghadirkan penguatan ekonomi masyarakat di Desa Rejosari melalui berbagai bantuan sarana ekonomi dan pengembangan wisata desa.
Program yang diberikan meliputi:
- Bantuan sarana camping ground
- Pembangunan kios UMKM
- Bantuan rumah kemasan
- Pelatihan digital marketing
- Pelatihan manajemen BUMDes
Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal secara mandiri.
Melalui penguatan UMKM dan pengembangan wisata berbasis masyarakat, program diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Strategi ini sejalan dengan pendekatan pengembangan UMKM berkelanjutan yang mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa.
Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat
Selain pembangunan infrastruktur dan bantuan sarana ekonomi, program juga fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.
Pelatihan yang diberikan mencakup:
- Manajemen BUMDes
- Digital marketing
- Branding UMKM
- Pengelolaan usaha desa
Penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan program TJSL yang berkelanjutan karena masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan.
Program TJSL Berbasis Dampak dan Keberlanjutan
Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN menekankan bahwa program TJSL harus mampu menciptakan output, outcome, dan impact yang terukur bagi masyarakat.
Karena itu, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari:
- Dampak sosial yang dirasakan masyarakat
- Peningkatan ekonomi masyarakat
- Keberlanjutan program
- Tingkat kepuasan masyarakat
- Pengembangan potensi desa secara mandiri
Program TEMAN BERSENYUM diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis kolaborasi BUMN yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Kolaborasi untuk Indonesia Berkelanjutan

Kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai stakeholder menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan Program TEMAN BERSENYUM Kabupaten Temanggung.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan masyarakat, program ini berhasil menghadirkan solusi nyata pada sektor:
- Air bersih
- Pemberdayaan UMKM
- Pengembangan wisata desa
- Penguatan kelembagaan masyarakat
- Pelatihan kapasitas masyarakat
Program ini juga menjadi bukti bahwa implementasi CSR dan TJSL yang tepat dapat memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Penutup
Program Kolaborasi TJSL BUMN TEMAN BERSENYUM Kabupaten Temanggung 2023 menjadi contoh nyata implementasi pembangunan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pembangunan air bersih, pengembangan UMKM, penguatan wisata desa, serta pelatihan masyarakat, program ini berhasil menciptakan dampak positif yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Temanggung.
Sinergi antara perusahaan BUMN, pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder terkait diharapkan dapat terus menjadi inspirasi dalam menghadirkan program TJSL yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan bagi Indonesia.





