Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan kelompok rentan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Pelita Warna 2025 menghadirkan program pelatihan budidaya tanaman sayuran berbasis greenhouse bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan teknis, tetapi juga sebagai sarana membangun kemandirian, kedisiplinan, serta harapan baru bagi anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan.
Greenhouse sebagai Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Pembangunan greenhouse menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program pertanian berkelanjutan di LPKA Kelas II Jakarta. Fasilitas ini dibangun menggunakan konstruksi baja ringan yang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan irigasi untuk menjaga kestabilan suhu serta kelembaban, sehingga mendukung proses budidaya tanaman sayuran secara optimal.
Greenhouse ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran langsung bagi anak binaan untuk mengenal praktik pertanian modern yang ramah lingkungan. Berbagai sarana pendukung turut disediakan, mulai dari media tanam dan polybag, peralatan kebun, pupuk dan nutrisi tanaman, hingga bibit sayuran sebagai bahan praktik pembelajaran.
Pelatihan Budidaya Sayuran: Dari Teori ke Praktik

Seiring dengan pembangunan greenhouse, Program Pelita Warna 2025 juga menyelenggarakan Training Bertanam Sayuran Organik, yang diikuti oleh anak-anak binaan dengan pendampingan tenaga pelatih berpengalaman. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari pengenalan media tanam, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan dan pengelolaan hasil panen.
Melalui metode pembelajaran praktik langsung, anak binaan dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka kelola, menumbuhkan rasa kepemilikan, serta membangun sikap kerja yang tekun dan produktif. Aktivitas ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dampak Sosial dan Lingkungan yang Berkelanjutan
Program pelatihan budidaya sayuran berbasis greenhouse memberikan manfaat multidimensi. Bagi anak binaan, program ini menjadi bekal keterampilan siap kerja yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun lapangan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Bagi lingkungan LPKA, keberadaan greenhouse turut mendukung terciptanya ruang hijau produktif yang sehat dan edukatif.
Lebih jauh, program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Menumbuhkan Masa Depan yang Lebih Baik
Melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan penyediaan sarana pertanian modern, Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 membuktikan bahwa proses pembinaan dapat menjadi ruang transformasi yang bermakna. Dari balik greenhouse, anak-anak binaan tidak hanya belajar menanam sayuran, tetapi juga menanam harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.





