Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan kelompok rentan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Pelita Warna 2025 menghadirkan program pelatihan budidaya tanaman sayuran berbasis greenhouse bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan teknis, tetapi juga sebagai sarana membangun kemandirian, kedisiplinan, serta harapan baru bagi anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan.

Greenhouse sebagai Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Pembangunan greenhouse menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program pertanian berkelanjutan di LPKA Kelas II Jakarta. Fasilitas ini dibangun menggunakan konstruksi baja ringan yang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan irigasi untuk menjaga kestabilan suhu serta kelembaban, sehingga mendukung proses budidaya tanaman sayuran secara optimal.

Greenhouse ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran langsung bagi anak binaan untuk mengenal praktik pertanian modern yang ramah lingkungan. Berbagai sarana pendukung turut disediakan, mulai dari media tanam dan polybag, peralatan kebun, pupuk dan nutrisi tanaman, hingga bibit sayuran sebagai bahan praktik pembelajaran.

Pelatihan Budidaya Sayuran: Dari Teori ke Praktik

Seiring dengan pembangunan greenhouse, Program Pelita Warna 2025 juga menyelenggarakan Training Bertanam Sayuran Organik, yang diikuti oleh anak-anak binaan dengan pendampingan tenaga pelatih berpengalaman. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari pengenalan media tanam, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan dan pengelolaan hasil panen.

Melalui metode pembelajaran praktik langsung, anak binaan dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka kelola, menumbuhkan rasa kepemilikan, serta membangun sikap kerja yang tekun dan produktif. Aktivitas ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Berkelanjutan

Program pelatihan budidaya sayuran berbasis greenhouse memberikan manfaat multidimensi. Bagi anak binaan, program ini menjadi bekal keterampilan siap kerja yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun lapangan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Bagi lingkungan LPKA, keberadaan greenhouse turut mendukung terciptanya ruang hijau produktif yang sehat dan edukatif.

Lebih jauh, program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Menumbuhkan Masa Depan yang Lebih Baik

Melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan penyediaan sarana pertanian modern, Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 membuktikan bahwa proses pembinaan dapat menjadi ruang transformasi yang bermakna. Dari balik greenhouse, anak-anak binaan tidak hanya belajar menanam sayuran, tetapi juga menanam harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

Program BUMN Pelita Warna merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo (Persero) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan dan pembinaan kelompok rentan, termasuk anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Pada tahun 2025, program ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan fokus pada penguatan keterampilan vokasional yang aplikatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pelatihan keterampilan barbershop, sebagai bekal kemandirian ekonomi dan kesiapan reintegrasi sosial bagi anak-anak binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Antusiasme Anak Binaan: Semangat Belajar yang Nyata

Kegiatan pendampingan keterampilan barbershop pada Program BUMN Pelita Warna 2025 menunjukkan bahwa anak-anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta memiliki antusiasme tinggi dan motivasi kuat untuk mengikuti pelatihan vokasional. Selama pelatihan, peserta tampak aktif mengikuti demo, praktik teknik dasar hingga teknik lanjutan seperti fade dan scissor-over-comb, serta berpartisipasi dalam sesi grooming dan layanan pelanggan. Hal ini mencerminkan energi positif yang memberi makna selama masa pembinaan.

Kurikulum dan Pelaksanaan: Dari Teori ke Praktik

Pendampingan Keterampilan Barbershop dirancang dalam 12 sesi yang komprehensif, menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan alat, teknik clipper dan scissor, pondasi potongan (guide line/baseline), gradasi, lining/line-up, teknik pencucian dan pewarnaan dasar, hingga SOP pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan. Di akhir rangkaian, peserta menjalani final test teori dan praktik untuk mengukur penguasaan kompetensi. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pelatih profesional sehingga transfer skill berlangsung intensif dan terstruktur

Sarana & Prasarana: Fasilitas Praktik yang Memadai

Keberhasilan pelatihan tidak lepas dari dukungan sarana praktik. Program menyediakan 1 set alat peraga praktik potong rambut lengkap, termasuk kliper, gunting, sisir, kain cape, serta modul pelatihan dan materi pendukung. Ketersediaan alat ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja nyata di barbershop, meningkatkan kesiapan teknis dan profesionalisme layanan.

Manfaat Jangka Pendek dan Panjang untuk Masa Depan Anak Binaan

Secara langsung, pelatihan barbershop memberi anak binaan keterampilan teknis yang aplikatif—kemampuan yang mudah dipasarkan dan potensial menjadi sumber pendapatan setelah reintegrasi sosial. Selain itu, latihan layanan pelanggan, hygiene, dan attitude memperkuat soft skill yang dibutuhkan dunia kerja. Secara psikososial, kegiatan produktif seperti ini meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan harapan masa depan; aspek-aspek penting untuk menurunkan risiko residivisme dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Kerja Sama PT Pelindo dan LPKA

Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) dan LPKA Kelas II Jakarta, yang difasilitasi dan dikelola oleh Sinergi Indonesia sebagai pelaksana program TJSL. Kolaborasi tersebut menghadirkan kombinasi sumber daya: pendanaan dan komitmen perusahaan, kapabilitas pelatihan dari mitra profesional, serta akses dan dukungan kelembagaan dari pihak LPKA. Sinergi antara pihak-pihak ini memastikan program berjalan terkoordinasi dan menyasar kebutuhan riil anak binaan.

Komitmen Sinergi dan Kolaborasi: Keberlanjutan sebagai Fokus

Laporan akhir mencatat capaian pelaksanaan 100% untuk indikator Pendampingan Keterampilan Barbershop — sebuah tanda bahwa komitmen kolaboratif antara BUMN, lembaga pembinaan, dan konsultan pelaksana berjalan efektif. Komitmen ini juga meliputi penyediaan sertifikat peserta serta dokumentasi dan evaluasi yang membantu perencanaan tindak lanjut—misalnya peluang pendampingan wirausaha, inkubasi usaha mikro, atau pembentukan kemitraan kerja dengan barbershop lokal setelah anak binaan keluar.

Cerita Nyata: Belajar, Praktik, dan Harapan

Selama pelatihan terlihat banyak momen kecil yang bermakna: peserta yang awalnya ragu kemudian mampu menguasai teknik dasar, hingga peserta yang menunjukkan kepedulian membantu teman saat praktik. Cerita-cerita ini menjadi bukti bahwa pelatihan vokasional tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab—komponen penting untuk reintegrasi sosial yang sukses.

Ajakan Kolaborasi: Bangun Dampak Bersama Sinergi Indonesia

Program Keterampilan Barbershop BUMN Pelita Warna 2025 di LPKA Kelas II Jakarta memperlihatkan bagaimana sinergi antara BUMN, lembaga pembinaan, dan pelaksana program dapat menciptakan dampak sosial nyata. Jika perusahaan Anda ingin merancang atau memperkuat program CSR/TJSL berbasis pelatihan vokasional yang berorientasi keberlanjutan — baik untuk pembinaan anak, pemberdayaan masyarakat, atau mitigasi risiko sosial — Sinergi Indonesia siap menjadi mitra konsultan yang membantu mulai dari desain program, pelaksanaan, hingga monitoring & evaluasi.

Untuk kolaborasi dan konsultasi, hubungi Sinergi Indonesia melalui contact@sinergiindonesia.co.id atau +62 812-1153-2810. Bersama, kita wujudkan peluang — bukan sekadar bantuan.

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Jakarta Selatan — Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Program TJSL BUMN Pelita Warna Tahun 2025 hadir membawa ruang belajar, harapan, dan kesempatan baru bagi anak-anak binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia), program ini dirancang tidak hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai proses pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan anak binaan. Mulai dari keterampilan kerja, kesehatan mental, hingga kepedulian terhadap lingkungan, Pelita Warna 2025 menjadi wadah bagi anak binaan untuk mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri. Program ini dilaksanakan sepanjang Mei hingga September 2025.

Pendekatan Terpadu untuk Pemberdayaan Anak Binaan

Mengusung filosofi “Pelita yang terus menyala dan memantulkan harapan”, Program Pelita Warna dirancang sebagai upaya pembinaan terpadu yang membekali anak binaan dengan keterampilan relevan dan bernilai guna sebagai bekal reintegrasi sosial. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kesehatan mental, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan kemitraan.

Sebagai mitra pelaksana, PT Sinergi Indonesia menjalankan peran strategis dalam keseluruhan siklus program, mulai dari perencanaan teknis berbasis kebutuhan, pengadaan sarana dan prasarana, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas serta keberlanjutan dampak program.

Penguatan Keterampilan Siap Kerja dan Kewirausahaan

Pada bidang ekonomi, Program Pelita Warna 2025 mendukung peningkatan kompetensi anak binaan melalui pengadaan sarana dan prasarana keterampilan siap kerja, antara lain unit PC untuk video call dan desain grafis, peralatan sablon digital, serta fasilitas pendukung pelatihan keterampilan lainnya.

Penguatan sarana tersebut dilengkapi dengan berbagai pelatihan vokasional, seperti Training Sablon Digital, pelatihan barbershop, serta pelatihan kesiapan kerja yang mencakup strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreator berbasis media sosial, dan pengelolaan usaha. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan mental produktif, kreativitas, serta kemandirian ekonomi anak binaan.

Integrated Farming dan Kepedulian Lingkungan

 

Pada aspek lingkungan, PT Sinergi Indonesia mengimplementasikan konsep Integrated Farming melalui pembangunan Rumah Kelola Sampah (RKS) dan Green House di lingkungan LPKA. Anak binaan memperoleh pembelajaran praktik terkait pengelolaan sampah terpadu, pengoperasian mesin pencacah, pembuatan kompos, serta budidaya sayuran organik berbasis greenhouse.

Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan LPKA yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan serta membuka peluang pengembangan green skills yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.

Pendampingan Psikologi dan Literasi sebagai Fondasi Reintegrasi Sosial

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama Program Pelita Warna 2025. Melalui pendampingan psikologi anak binaan mendapatkan ruang aman untuk mengenali diri, mengelola stres dan trauma, memperkuat motivasi, serta mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial.

Program ini juga diperkuat melalui pendampingan literasi, yang mencakup pelatihan menulis hingga penerbitan buku antologi karya anak binaan. Kegiatan ini menjadi sarana ekspresi diri, penguatan identitas positif, sekaligus peningkatan rasa percaya diri.

Seremonial Program dan Sosialisasi Anti-Narkoba

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Seremonial Program Pelita Warna 2025 dan Sosialisasi Anti-Narkoba dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian BUMN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta mitra sosial. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pembinaan anak binaan yang sehat, berdaya, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui Pelita Warna 2025, Sinergi Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra pelaksana program TJSL yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan program pembinaan serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif.

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PT PELINDO (Persero) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, mengadakan program berbasis ISO 37001 dengan tajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK). Kegiatan ini dipusatkan di pelabuhan PELINDO Tanjung Priuk, Jakarta, dan diikuti oleh customer PT PELINDO, karyawan, dan pihak terkait lainnya.

Program yang diselenggarakan pada tahun 2021 ini merupakan bentuk kampanye anti suap untuk mengajak masyarakat mencegah, mendeteksi, dan melaporkan tindakan penyuapan. Kegiatan dilakukan dengan membagikan merchandise berisi materi anti suap kepada customer PT PELINDO. Selain itu, ada pula kompetisi kampanye anti suap yang dilakukan di sosial media dengan menyasar generasi muda.

Mengenal Apa Itu ISO 37001

ISO 37001 adalah standar global yang memberikan panduan untuk mencegah dan menangani tindakan penyuapan melalui implementasi sistem manajemen anti-penyuapan (ABMS). Dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba, termasuk PT PELINDO (Persero).

Organisasi yang memenuhi standar ini diakui sebagai praktik terbaik dalam mengelola risiko penyuapan dan dapat meningkatkan reputasi, kredibilitas, dan daya saingnya. Standar tersebut menuntut dari organisasi untuk mengidentifikasi risiko potensial penyuapan, menerapkan metode untuk mencegah dan mengendalikan risiko tersebut, serta menyelenggarakan program pelaporan yang transparan dan mekanisme untuk mengaudit dan mengevaluasi sistem.

Pentingnya Kampanye ISO 37001 Anti-Penyuapan Bagi Perusahaan

PT PELINDO menyadari bahwa kampanye anti-penyuapan sangat penting bagi perusahaan. Ini karena dapat membantu menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Penyuapan merupakan tindakan ilegal yang dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan penyuapan yang merugikan perusahaan, serta memberikan perlindungan bagi perusahaan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

Selain itu, perusahaan yang memenuhi standar ISO 37001 anti-penyuapan dapat dilihat sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan PELINDO, termasuk karyawan, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagaimana SNI ISO 37001:2016 dapat Menguntungkan Perusahaan atau Organisasi?

1. Menjaga Reputasi yang Baik 

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam menjaga reputasinya dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

2. Mencegah Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan, yang dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan yang merugikan perusahaan dan memberikan perlindungan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

3. Menaikkan Kualitas Lingkungan Kerja

Sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, meningkatkan produktivitas karyawan, dan meningkatkan komitmen karyawan dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika.

4. Mengelola Risiko

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko yang terkait dengan tindakan penyuapan dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh tindakan penyuapan.

5. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi

Standar ISO 37001 menyediakan standar yang dapat diikuti untuk memenuhi kepatuhan regulasi yang berlaku di bidang anti-penyuapan, yang dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memenuhi peraturan yang berlaku.

Ruang Lingkup Anti-Suap ISO 37001

Berikut adalah ruang lingkup anti-suap ISO 37001 yang menjadi dasar bagi PT PELINDO dalam menyelenggarakan program bertajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK):

1. Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan.

2. Organisasi

Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.

3. Proses

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola proses manajemen anti-penyuapan, termasuk identifikasi risiko, pencegahan dan pengendalian risiko, dan pelaporan.

4. Kebijakan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengelola kebijakan anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001.

5. Personil

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola personil yang terlibat dalam proses manajemen anti-penyuapan dan memberikan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan.

6. Audit dan Review

Standar ini memberikan panduan untuk melakukan audit dan review sistem manajemen anti-penyuapan dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Inspirasi Program Anti-Suap Bertajuk PETISI BERAKHLAK PT PELINDO

Suap merupakan tindakan yang tidak terhormat dan merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Standar internasional ISO 37001:2016 menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, program PETISI BERAKHLAK ingin mengajak semua pihak untuk berperan dalam mencegah tindakan penyuapan.

Pertama, masyarakat dapat memahami risiko dan dampak dari tindakan penyuapan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari standar ISO 37001:2016 dan menyadari bahwa tindakan penyuapan dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Kedua, masyarakat dapat membuat perubahan dalam perilaku yang berkaitan dengan tindakan penyuapan. Ini dapat dilakukan dengan menolak melakukan tindakan penyuapan dan melaporkan setiap dugaan tindakan penyuapan kepada pihak yang berwenang.

Ketiga, masyarakat dapat membantu dalam mendorong perusahaan dan organisasi untuk memenuhi standar ISO 37001:2016 dengan membuat permintaan dan memberikan dukungan kepada perusahaan dan organisasi yang memenuhi standar ini.

Dengan demikian, kami berharap dapat membuat dunia bisnis yang lebih baik dan bebas dari tindakan penyuapan.

Relawan Bakti BUMN: Bakti Pelindo Bagi Bunaken

Relawan Bakti BUMN: Bakti Pelindo Bagi Bunaken

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusung program Relawan Bakti BUMN yang kedua (Batch II) di tahun 2022 dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-77.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata insan BUMN untuk memberikan baktinya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di beberapa daerah di Indonesia.

Tahun ini program Relawan Bakti BUMN diselenggarakan di enam lokasi, yaitu Bunaken (Sulawesi Utara), Karangasem (Bali), Badui (Banten), Surakarta (Jawa Tengah), Way Kambas (Lampung), dan Anambas (Riau). Sebelumnya pada Batch I, Relawan Bakti BUMN sukses diselenggarakan di Mandalika, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

“Ini akan menjadi kebanggan tersendiri bagi insan BUMN dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa sinergitas antara BUMN dan masyarakat harus terus terjalin erat,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

PT Pelindo (Persero) sebagai salah satu penanggung jawab yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk pelaksanaan Relawan Bakti BUMN di Bunaken, menggandeng grup perusahaan, yakni Regional 4, Subholding Petikemas, Subholding Jasa Marine, dan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS).

Adapun tema besar kegiatan Relawan Bakti BUMN Pelindo di Bunaken adalah “Konservasi Lingkungan Laut”.

Program ini diikuti oleh 30 relawan yang terdiri dari 15 Relawan Pelindo Muda, 5 Relawan Mutiara Pelindo, dan 10 Relawan Kementerian BUMN yang diseleksi dari sejumlah perusahaan BUMN di Indonesia. Kegiatan berlangsung dari tanggal 14-17 Agustus 2022.

“Kita ingin menunjukkan bahwa BUMN bisa hadir dan memberikan karya terbaik untuk bangsa dan negara. BUMN harus membantu Bunaken sehingga mereka bisa siap untuk bangkit kembali menerima wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk datang setelah pandemi ini berakhir,” kata Tedi Bharata, Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN.

Rangkaian Kegiatan Bakti BUMN

Rangkaian kegiatan Pelindo selama berada di Bunaken, di antaranya penanaman terumbu karang, konservasi penyu, penanaman pohon, bersih-bersih pantai, pengecatan rumah warga, edukasi lingkungan, serta Upacara Bendera Merah Putih di dalam laut dan pesisir pantai.

Direktur SDM dan Umum Pelindo Ihsanuddin Usman menuturkan, kegiatan ini berguna untuk membangun sinergi antara Pelindo dan perusahaan BUMN lain.

Di samping itu, Pelindo pun menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

“Dengan kesempatan ini, teman-teman bisa menyatu dengan masyarakat dan menjadi perwakilan BUMN untuk Indonesia,” terangnya.

Kesan Masyarakat

Masyarakat sekitar mengaku bangga dan sangat terbantu dengan kehadiran Relawan Bakti BUMN. Mereka berharap program ini tetap berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Warga Bunaken sangat senang sekali dan antusias dalam menyambut kegiatan ini,” ungkap Roni Caroles, Lurah Kepulauan Bunaken.

Roy, salah satu warga Bunaken, menceritakan bahwa sebelumnya konservasi penyu dilakukan di rumah masing-masing. Namun, sekarang sudah bisa dilakukan di Rumah Penyu yang sedang dibangun.

“Dulu kalau ada tukik menetas dari telur, tukiknya dibagi ke rumah warga, masing-masing lima. Sekarang sudah tidak perlu lagi,” jelasnya.

Seluruh rangkaian program ini sesuai dengan komitmen Kementerian BUMN untuk hadir di tengah masyarakat demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sehingga Indonesia dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Sinergi Indonesia selaku mitra pelaksana kegiatan Bakti BUMN dari Pelindo ini turut bangga terhadap keberhasilan program. Ini menjadi bukti bahwa BUMN bukan sekadar mengejar laba, tetapi ikut memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.