Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan kelompok rentan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Pelita Warna 2025 menghadirkan program pelatihan budidaya tanaman sayuran berbasis greenhouse bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan teknis, tetapi juga sebagai sarana membangun kemandirian, kedisiplinan, serta harapan baru bagi anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan.

Greenhouse sebagai Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Pembangunan greenhouse menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program pertanian berkelanjutan di LPKA Kelas II Jakarta. Fasilitas ini dibangun menggunakan konstruksi baja ringan yang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan irigasi untuk menjaga kestabilan suhu serta kelembaban, sehingga mendukung proses budidaya tanaman sayuran secara optimal.

Greenhouse ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran langsung bagi anak binaan untuk mengenal praktik pertanian modern yang ramah lingkungan. Berbagai sarana pendukung turut disediakan, mulai dari media tanam dan polybag, peralatan kebun, pupuk dan nutrisi tanaman, hingga bibit sayuran sebagai bahan praktik pembelajaran.

Pelatihan Budidaya Sayuran: Dari Teori ke Praktik

Seiring dengan pembangunan greenhouse, Program Pelita Warna 2025 juga menyelenggarakan Training Bertanam Sayuran Organik, yang diikuti oleh anak-anak binaan dengan pendampingan tenaga pelatih berpengalaman. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari pengenalan media tanam, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan dan pengelolaan hasil panen.

Melalui metode pembelajaran praktik langsung, anak binaan dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka kelola, menumbuhkan rasa kepemilikan, serta membangun sikap kerja yang tekun dan produktif. Aktivitas ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Berkelanjutan

Program pelatihan budidaya sayuran berbasis greenhouse memberikan manfaat multidimensi. Bagi anak binaan, program ini menjadi bekal keterampilan siap kerja yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun lapangan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Bagi lingkungan LPKA, keberadaan greenhouse turut mendukung terciptanya ruang hijau produktif yang sehat dan edukatif.

Lebih jauh, program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Menumbuhkan Masa Depan yang Lebih Baik

Melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan penyediaan sarana pertanian modern, Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 membuktikan bahwa proses pembinaan dapat menjadi ruang transformasi yang bermakna. Dari balik greenhouse, anak-anak binaan tidak hanya belajar menanam sayuran, tetapi juga menanam harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

Program BUMN Pelita Warna merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo (Persero) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan dan pembinaan kelompok rentan, termasuk anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Pada tahun 2025, program ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan fokus pada penguatan keterampilan vokasional yang aplikatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pelatihan keterampilan barbershop, sebagai bekal kemandirian ekonomi dan kesiapan reintegrasi sosial bagi anak-anak binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Antusiasme Anak Binaan: Semangat Belajar yang Nyata

Kegiatan pendampingan keterampilan barbershop pada Program BUMN Pelita Warna 2025 menunjukkan bahwa anak-anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta memiliki antusiasme tinggi dan motivasi kuat untuk mengikuti pelatihan vokasional. Selama pelatihan, peserta tampak aktif mengikuti demo, praktik teknik dasar hingga teknik lanjutan seperti fade dan scissor-over-comb, serta berpartisipasi dalam sesi grooming dan layanan pelanggan. Hal ini mencerminkan energi positif yang memberi makna selama masa pembinaan.

Kurikulum dan Pelaksanaan: Dari Teori ke Praktik

Pendampingan Keterampilan Barbershop dirancang dalam 12 sesi yang komprehensif, menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan alat, teknik clipper dan scissor, pondasi potongan (guide line/baseline), gradasi, lining/line-up, teknik pencucian dan pewarnaan dasar, hingga SOP pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan. Di akhir rangkaian, peserta menjalani final test teori dan praktik untuk mengukur penguasaan kompetensi. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pelatih profesional sehingga transfer skill berlangsung intensif dan terstruktur

Sarana & Prasarana: Fasilitas Praktik yang Memadai

Keberhasilan pelatihan tidak lepas dari dukungan sarana praktik. Program menyediakan 1 set alat peraga praktik potong rambut lengkap, termasuk kliper, gunting, sisir, kain cape, serta modul pelatihan dan materi pendukung. Ketersediaan alat ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja nyata di barbershop, meningkatkan kesiapan teknis dan profesionalisme layanan.

Manfaat Jangka Pendek dan Panjang untuk Masa Depan Anak Binaan

Secara langsung, pelatihan barbershop memberi anak binaan keterampilan teknis yang aplikatif—kemampuan yang mudah dipasarkan dan potensial menjadi sumber pendapatan setelah reintegrasi sosial. Selain itu, latihan layanan pelanggan, hygiene, dan attitude memperkuat soft skill yang dibutuhkan dunia kerja. Secara psikososial, kegiatan produktif seperti ini meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan harapan masa depan; aspek-aspek penting untuk menurunkan risiko residivisme dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Kerja Sama PT Pelindo dan LPKA

Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) dan LPKA Kelas II Jakarta, yang difasilitasi dan dikelola oleh Sinergi Indonesia sebagai pelaksana program TJSL. Kolaborasi tersebut menghadirkan kombinasi sumber daya: pendanaan dan komitmen perusahaan, kapabilitas pelatihan dari mitra profesional, serta akses dan dukungan kelembagaan dari pihak LPKA. Sinergi antara pihak-pihak ini memastikan program berjalan terkoordinasi dan menyasar kebutuhan riil anak binaan.

Komitmen Sinergi dan Kolaborasi: Keberlanjutan sebagai Fokus

Laporan akhir mencatat capaian pelaksanaan 100% untuk indikator Pendampingan Keterampilan Barbershop — sebuah tanda bahwa komitmen kolaboratif antara BUMN, lembaga pembinaan, dan konsultan pelaksana berjalan efektif. Komitmen ini juga meliputi penyediaan sertifikat peserta serta dokumentasi dan evaluasi yang membantu perencanaan tindak lanjut—misalnya peluang pendampingan wirausaha, inkubasi usaha mikro, atau pembentukan kemitraan kerja dengan barbershop lokal setelah anak binaan keluar.

Cerita Nyata: Belajar, Praktik, dan Harapan

Selama pelatihan terlihat banyak momen kecil yang bermakna: peserta yang awalnya ragu kemudian mampu menguasai teknik dasar, hingga peserta yang menunjukkan kepedulian membantu teman saat praktik. Cerita-cerita ini menjadi bukti bahwa pelatihan vokasional tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab—komponen penting untuk reintegrasi sosial yang sukses.

Ajakan Kolaborasi: Bangun Dampak Bersama Sinergi Indonesia

Program Keterampilan Barbershop BUMN Pelita Warna 2025 di LPKA Kelas II Jakarta memperlihatkan bagaimana sinergi antara BUMN, lembaga pembinaan, dan pelaksana program dapat menciptakan dampak sosial nyata. Jika perusahaan Anda ingin merancang atau memperkuat program CSR/TJSL berbasis pelatihan vokasional yang berorientasi keberlanjutan — baik untuk pembinaan anak, pemberdayaan masyarakat, atau mitigasi risiko sosial — Sinergi Indonesia siap menjadi mitra konsultan yang membantu mulai dari desain program, pelaksanaan, hingga monitoring & evaluasi.

Untuk kolaborasi dan konsultasi, hubungi Sinergi Indonesia melalui contact@sinergiindonesia.co.id atau +62 812-1153-2810. Bersama, kita wujudkan peluang — bukan sekadar bantuan.

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Jakarta Selatan — Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Program TJSL BUMN Pelita Warna Tahun 2025 hadir membawa ruang belajar, harapan, dan kesempatan baru bagi anak-anak binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia), program ini dirancang tidak hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai proses pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan anak binaan. Mulai dari keterampilan kerja, kesehatan mental, hingga kepedulian terhadap lingkungan, Pelita Warna 2025 menjadi wadah bagi anak binaan untuk mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri. Program ini dilaksanakan sepanjang Mei hingga September 2025.

Pendekatan Terpadu untuk Pemberdayaan Anak Binaan

Mengusung filosofi “Pelita yang terus menyala dan memantulkan harapan”, Program Pelita Warna dirancang sebagai upaya pembinaan terpadu yang membekali anak binaan dengan keterampilan relevan dan bernilai guna sebagai bekal reintegrasi sosial. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kesehatan mental, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan kemitraan.

Sebagai mitra pelaksana, PT Sinergi Indonesia menjalankan peran strategis dalam keseluruhan siklus program, mulai dari perencanaan teknis berbasis kebutuhan, pengadaan sarana dan prasarana, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas serta keberlanjutan dampak program.

Penguatan Keterampilan Siap Kerja dan Kewirausahaan

Pada bidang ekonomi, Program Pelita Warna 2025 mendukung peningkatan kompetensi anak binaan melalui pengadaan sarana dan prasarana keterampilan siap kerja, antara lain unit PC untuk video call dan desain grafis, peralatan sablon digital, serta fasilitas pendukung pelatihan keterampilan lainnya.

Penguatan sarana tersebut dilengkapi dengan berbagai pelatihan vokasional, seperti Training Sablon Digital, pelatihan barbershop, serta pelatihan kesiapan kerja yang mencakup strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreator berbasis media sosial, dan pengelolaan usaha. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan mental produktif, kreativitas, serta kemandirian ekonomi anak binaan.

Integrated Farming dan Kepedulian Lingkungan

 

Pada aspek lingkungan, PT Sinergi Indonesia mengimplementasikan konsep Integrated Farming melalui pembangunan Rumah Kelola Sampah (RKS) dan Green House di lingkungan LPKA. Anak binaan memperoleh pembelajaran praktik terkait pengelolaan sampah terpadu, pengoperasian mesin pencacah, pembuatan kompos, serta budidaya sayuran organik berbasis greenhouse.

Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan LPKA yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan serta membuka peluang pengembangan green skills yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.

Pendampingan Psikologi dan Literasi sebagai Fondasi Reintegrasi Sosial

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama Program Pelita Warna 2025. Melalui pendampingan psikologi anak binaan mendapatkan ruang aman untuk mengenali diri, mengelola stres dan trauma, memperkuat motivasi, serta mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial.

Program ini juga diperkuat melalui pendampingan literasi, yang mencakup pelatihan menulis hingga penerbitan buku antologi karya anak binaan. Kegiatan ini menjadi sarana ekspresi diri, penguatan identitas positif, sekaligus peningkatan rasa percaya diri.

Seremonial Program dan Sosialisasi Anti-Narkoba

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Seremonial Program Pelita Warna 2025 dan Sosialisasi Anti-Narkoba dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian BUMN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta mitra sosial. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pembinaan anak binaan yang sehat, berdaya, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui Pelita Warna 2025, Sinergi Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra pelaksana program TJSL yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan program pembinaan serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif.

Program TJSL Ata Modo Dorong Pemberdayaan Terpadu di Pulau Komodo

Program TJSL Ata Modo Dorong Pemberdayaan Terpadu di Pulau Komodo

Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Ata Modo Tahun 2024 resmi dilaksanakan sebagai upaya kolaboratif dalam mendorong penguatan pendidikan, ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di Pulau Komodo.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta Kolaborasi BUMN. Ata Modo menjadi kelanjutan dari rangkaian program TJSL sebelumnya yang telah dilaksanakan di kawasan Pulau Komodo, dengan fokus utama tahun 2024 pada pengembangan sumber daya manusia dan penguatan fondasi sosial masyarakat.

Fokus Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan

Dalam pelaksanaannya, Program TJSL Ata Modo mencakup berbagai intervensi lintas sektor. Di bidang pendidikan, program ini melaksanakan bimbingan tes CPNS/PPPK bagi guru, bimbingan belajar bagi siswa SDN Pulau Komodo, pengadaan sarana dan prasarana TIK, olahraga, dan seni, serta pembangunan SMK Restorasi Pulau Komodo.

Di sektor ekonomi, program memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui bantuan mesin kopi, penyediaan koneksi internet, serta bantuan tenda Sarmafil untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat.

Sementara itu, pada aspek lingkungan dan layanan dasar, Ata Modo melaksanakan revitalisasi saluran air bersih, reboisasi tanaman rindang produktif, serta pembangunan dan pengelolaan Rumah Kelola Sampah sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan dan Dampak Program

Seluruh rangkaian Program TJSL Ata Modo Tahun 2024 dilaporkan telah terlaksana sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan. Program ini menjangkau ratusan penerima manfaat di Pulau Komodo dan mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial, serta lingkungan.

Berdasarkan analisis Social Return on Investment (SROI) dalam laporan program, pelaksanaan Ata Modo menunjukkan nilai manfaat sosial yang lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan. Hal ini mencerminkan efektivitas program dalam menghasilkan dampak sosial yang terukur.

Pendekatan Kolaboratif dan Berkelanjutan

Sebagai mitra pelaksana, Sinergi Indonesia menerapkan pendekatan perencanaan berbasis survei, pendampingan program, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas pelaksanaan dan keberlanjutan dampak program. Keterlibatan pemangku kepentingan lokal menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pulau Komodo.

Program TJSL Ata Modo Pulau Komodo 2024 diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan program keberlanjutan di masa mendatang, sekaligus menjadi contoh praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang terintegrasi.

Program ini mencerminkan pendekatan Sinergi Indonesia dalam merancang dan mengimplementasikan program CSR dan TJSL berbasis kebutuhan lokal serta keberlanjutan jangka panjang.

BUMN Teman Bersenyum : Inisiatif BUMN untuk Transformasi di Kabupaten Temanggung

BUMN Teman Bersenyum : Inisiatif BUMN untuk Transformasi di Kabupaten Temanggung

Dalam sebuah langkah yang menandai kolaborasi yang solid untuk memperjuangkan perubahan positif, 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara resmi meluncurkan Program BUMN TEMAN BERSENYUM. Acara peresmian digelar pada Jumat, 17 November 2023, di Kawasan Wisata Sindoro Water Park, Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung.

Pentingnya Dampak yang Signifikan bagi Kehidupan Masyarakat: Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, menegaskan urgensi menciptakan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Beliau menyoroti perlunya perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masyarakat dalam membangun program-program yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program diukur dari dampak yang dihasilkan, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Eko juga menekankan pentingnya merawat dan memanfaatkan program-program kolaborasi BUMN secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai upaya sementara.

Transformasi Positif untuk Kesejahteraan Masyarakat: Harapan dan Komitmen

Rully Yusuf, Penanggung Jawab Program BUMN Teman Bersenyum, mengemukakan harapannya agar program ini dapat menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di Kabupaten Temanggung. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BUMN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Salah satu tujuannya adalah mengangkat Temanggung sebagai destinasi unggulan yang kaya akan budaya, sejarah, dan potensi alam yang menarik.

bumn teman bersenyum 2

Implementasi Program: Dukungan dan Penguatan Kapasitas Lokal

Program BUMN TEMAN BERSENYUM dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, dan Desa Rejosari, Kecamatan Bansari. Kegiatan di Desa Gentan difokuskan pada pengembangan kios Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), fasilitas camping ground, dan infrastruktur rumah kemasan. Di Desa Rejosari, program difokuskan pada penyediaan jaringan pipa untuk saluran air bersih.

Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan manajemen untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian mereka. Pelatihan pemasaran digital dilakukan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan pengusaha UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk lokal serta mengembangkan potensi ekonomi di tingkat lokal.

Melalui program ini, harapannya masyarakat dapat lebih siap dan terampil dalam mengelola potensi ekonomi lokal mereka, sehingga berkontribusi secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Kabupaten Temanggung.

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang bekerjasama dengan 6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam program kolaborasi BUMN Pelita Warna (Pelindo, Airnav Indonesia, PP, ASDP Indonesia Ferry, Nindya Karya, dan WIKA) mengadakan kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba Bagi Warga Binaan (Narapidana) Lapas Kelas I Cipinang pada Kamis, (8/6/2023).

Dikutip dari obsessionnews.com, sebanyak 200 warga binaan Lapas Kelas I Cipinang turut mengikuti sosialisasi ini yang merupakan sinergi dari sebuah komitmen dan kerjasama yang baik yang memiliki Tanggung Jawab Sosial Masyarakat dalam Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menuju Indonesia Bersih Narkoba di Lapas Kelas I Cipinang.

Dalam sosialisasi anti narkoba ini, Lapas Cipinang turut menggandeng langsung Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, yang sebagai narasumber berkompeten dalam ahlinya yaitu Kepala BNNK Jakarta Timur, Hendrajid Putut Widagdo.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan mengatakan, selain kegiatan sosialisasi anti Narkoba, program kolaborasi BUMN Pelita Warna ini pun turut membantu pengembangan kegiatan pelatihan bagi narapidana.

“Pelatihan ini berupa baristra, pelatihan pengembangan literasi, konseling narapidana. Kemudian bantuan sarpras penunjang kegiatan pembinaan kemandirian seperti alat laundry, mesin pembuat kopi, serta penyediaan air bersih untuk narapidana,” ujar Tonny.

Dia menuturkan, kerja sama itu merupakan sinergi yang baik dalam memberikan pembinaan kepada para narapidana, dalam hal ini untuk memberikan berbagai pelatihan untuk bekal keahlian warga binaan ketika sudah bebas nanti.

Dalam giat itu, dilakukan pula penyerahan simbolik mockup acara dari pihak Kolaborasi BUMN kepada Lapas Kelas I Cipinang dan dirangkaikan dengan pemberian cinderamata dari pihak Lapas kepada BUMN.

Kegiatan di Lapas Cipinang

Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi itu, Kadivpas Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Marselina Budiningsih, Kalapas Cipinang beserta jajaran dan Rombongan BUMN terlebih dahulu menyaksikan kegiatan warga binaan yang berada di Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cipinang, seperti unit limbah karet, laundry, kerajinan kayu, membatik, dan lainnya.

Kegiatan ini pun turut dihadiri oleh Subkoordinator di Keasdepan TJSL Kementerian BUMN Rugun Hutapea, Department Head Tangungjawab Lingkungan dan Sosial PT. Pelindo, Febrianto Zenny, Manager Tangung Jawab Lingkungan dan Sosial Perum LPPNPI Air Nav Indonesia Farchan Jamil.

Senior Manager IR dan TJSL PT. PP (persero), Ameliana Rachmawaty, Senior Manager Corporate Affair PT. Wijaya Karya (Persero), Satrio Adji, perwakilan PT Nindya Karya (Persero) dan PT ASDP, Kepala Rumah Sakit Umum Pengayoman Ummu Salamah, beserta jajaran Lapas.

Dalam program bertajuk BUMN PELITA WARNA (BUMN Peduli dan Tanggap Anti Narkoba untuk Warga Binaan) ini, Sinergi Indonesia menjadi mitra yang ditunjuk guna menyukseskan serangkaian kegiatan selama enam bulan ke depan. Di antaranya ialah penyediaan sarana dan prasarana seperti air bersih serta peralatan laundry, hingga pelatihan literasi dan barista.

lapas-kelas-1-cipinang bumn-pelita-warna-lapas-cipinang

PT Taspen Luncurkan Program Kampung Andal di Kabupaten Bandung

PT Taspen Luncurkan Program Kampung Andal di Kabupaten Bandung

PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau PT Taspen (Persero) meluncurkan program Kampung Andal Taspen di Lapangan RW 01, Karang Arum, RT 03, Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Ahad (26/2/2023) pagi.

Antusias masyarakat Karang Arum terlihat jelas dari banyaknya warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah produk UMKM binaan PT Taspen (Persero) dipamerkan pada ajang tersebut. Belasan lansia terlibat dalam lomba memasak nasi goreng. Anak-anak dan ibu-ibu memamerkan keterampilan dalam bernyanyi dan menari.

Belasan lansia menunjukkan keterampilan memainkan alat musik degung. Bangunan rumah kolaborasi (ruko) berkonsep kafe untuk UMKM berdiri megah di lapangan Karang Arum.

Semarak acara peluncuran Kampung Andal Taspen semakin meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan yang juga merupakan artis ibu kota. Ibu-ibu dan anak-anak berebut swafoto dengan orang nomor dua di Kabupaten Bandung ini.

Dikutip dari republika.co.id, Direktur Keuangan PT Taspen (Persero) Rena Larsmi Puri mengatakan Kampung Karang Arum dipilih untuk program Kampung Andal Taspen karena sesuai dengan sasaran program perusahaan. Model Kampung Andal Taspen di Karang Arum yaitu mendirikan rumah kolaborasi berkonsep kafe yang dibangun tahun 2022 lalu. Dengan keunggulan pemandangan Kota Bandung, ia berharap Kampung Andal Taspen di Karang Arum dapat menjadi destinasi wisata lokal.

“Kita melihat di desa ini dengan kontur, posisi, dan titik koordinat kita buat ruko.  Ada sarana yang diminati untuk berkunjung ke sini jadi titik desa wisata, view (pemandangan) itu yang kita jual,” ujarnya di sela-sela acara peluncuran Kampung Andal Taspen.

Ia berharap keberadaan program tersebut dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat Karang Arum. Beberapa fasilitas lainnya yang ada yaitu taman dan lapangan serta panggung yang tidak hanya dapat digunakan oleh lansia. Namun, kini dimanfaatkan oleh milenial.

Kampung Andal dan Program Taspen Lainnya

Rena melanjutkan sebanyak 16 pelaku UMKM di Karang Arum dilakukan pembinaan sejak ditunjuk menjadi Kampung Andal Taspen. Selain itu, perusahaan pun memberikan kemudahan modal untuk mereka.

Ke depan, ia mengatakan perusahaan akan meluncurkan Kampung Ulos di dekat Danau Toba, Sumatera Utara. Termasuk meluncurkan desa ketahanan pangan di salah satu wilayah di Pulau Jawa dengan harapan menurunkan ongkos produksi saat menanam.

Plt Asisten Deputi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Edi Eko Cahyono mengatakan Kementerian BUMN melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Menteri BUMN Erick Thohir menekankan program-program sosial perusahaan BUMN dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Program tersebut diprioritaskan pada tiga bidang yaitu pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMKM.

“Kita lihat program (Taspen) inline dengan itu, sehingga kita dorong mulai dari bagaimana proses persetujuan anggaran keseluruhan dari perusahaan, kita memonitor dan mengukur dampaknya,” katanya.

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan mengapresiasi program Kampung Andal Taspen di Karang Arum. Ia mengatakan, program tersebut wujud dari kerja sama pentahelix dan riil dilakukan di masyarakat.

“Saya mengimbau fasilitas yang diadakan dan program baik ini disesuaikan kultur yang ada dan melibatkan banyak komponen salah satunya lansia dirawat dengan baik,” katanya.

Sinergi Indonesia sebagai mitra pelaksana program Kampung Andal merasa senang dapat bekerja sama dengan PT Taspen (Persero). Semoga program ini dapat diduplikasi di daerah-daerah lain demi mewujudkan lansia yang sehat dan produktif.

ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar acara Safari Ramadan BUMN 2023 di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (11/4). ASDP menyalurkan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau dengan menghadirkan bazaar UMKM.

Dilansir dari rm.id, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan melalui penyaluran sembako dengan harga terjangkau ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam membawa kemanfaatan yang lebih besar dalam kemajuan perekonomian daerah.

“Kami juga ingin agar kehadiran ASDP benar-benar dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sekitar, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga dapat sedikit meringankan beban,” tutur Shelvy.

Safari Ramadhan menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam membantu masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

Diharapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur khususnya di Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Detail Paket Sembako Safari Ramadhan

Desa Bakauheni menjadi salah satu lokasi kegiatan Safari Ramadhan BUMN 2023 mengingat lokasi Bakauheni yang strategis dan menjadi gerbang masuk ke Pulau Sumatera.

ASDP menyiapkan 1.000 paket sembako senilai Rp 105 ribu yang dapat dibayarkan oleh masyarakat sebesar Rp 50.000 per paket sehingga terjangkau oleh masyarakat kurang mampu di Desa Bakauheni dan sekitarnya.

Selain penyaluran sembako, ASDP juga turut mendukung promosi produk UMKM lokal melalui Bazaar UMKM. Di sana, para pelaku usaha lokal menampilkan produk-produk unggulan khas daerahnya.

“ASDP telah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat kurang mampu dan juga mendukung pengembangan UMKM lokal di daerah ini,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait berlangsung dengan meriah. Respon positif masyarakat Desa Bakauheni yang turut serta menghadiri dan meramaikan acara ini memperlihatkan antusiasme terhadap program TJSL ini.

Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu sesuai dengan amanat Menteri BUMN, Erick Thohir, jika tidak bisa membantu semoga bisa meringankan.

Sinergi Indonesia turut merasa bangga dan terhormat telah  ditunjuk sebagai mitra pelaksana program ini. Semoga kerja sama antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Sinergi Indonesia dapat berlanjut di masa mendatang.