Contoh Program Pengelolaan Sampah Berbasis CSR dan TJSL

Contoh Program Pengelolaan Sampah Berbasis CSR dan TJSL

Contoh Program Pengelolaan Sampah Berbasis CSR dan TJSL

Solusi Program Lingkungan Berkelanjutan untuk Perusahaan dan Masyarakat

Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk, aktivitas industri, dan perubahan pola konsumsi masyarakat menyebabkan volume sampah terus meningkat setiap tahun.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan memiliki peran penting melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat serta mendukung target ESG dan SDGs perusahaan.


Mengapa Program Pengelolaan Sampah Penting dalam CSR dan TJSL?

Program pengelolaan sampah kini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga meningkatkan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Tujuan Utama Program

  • Mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah
  • Mendorong budaya hidup bersih dan sehat
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah
  • Membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular
  • Mendukung target ESG dan SDGs perusahaan

6 Unsur Penting Program Pengelolaan Sampah Berbasis CSR dan TJSL

1. Pemetaan Sosial dan Lingkungan

Tahapan awal program dimulai dengan social mapping untuk memahami kondisi masyarakat, jenis sampah dominan, hingga potensi wilayah binaan. Pendekatan ini membantu perusahaan merancang program yang tepat sasaran.


2. Edukasi dan Perubahan Perilaku

Program edukasi dilakukan melalui pelatihan pemilahan sampah, kampanye lingkungan, hingga workshop daur ulang. Edukasi menjadi kunci utama dalam membangun budaya sadar lingkungan di masyarakat.


3. Pengembangan Bank Sampah

Bank sampah menjadi salah satu model program paling efektif dalam CSR dan TJSL. Selain membantu mengurangi sampah, program ini juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.


4. Pemberdayaan UMKM Daur Ulang

Sampah dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi seperti kerajinan, eco brick, hingga kompos organik. Program ini mendukung community development berbasis ekonomi sirkular.


5. Kolaborasi Multi Pihak

Keberhasilan program membutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, sekolah, dan masyarakat lokal.


6. Monitoring dan Pengukuran Dampak

Program CSR dan TJSL harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas, seperti:

  • Penurunan volume sampah
  • Jumlah masyarakat terlibat
  • Peningkatan pendapatan masyarakat
  • Dampak lingkungan dan sosial

Contoh Program Pengelolaan Sampah untuk CSR dan TJSL

Program Bank Sampah Terpadu

Perusahaan membangun bank sampah berbasis masyarakat dengan sistem tabungan sampah dan pendampingan operasional.

Program Kampung Bebas Sampah

Program ini berfokus pada edukasi lingkungan, pengurangan plastik sekali pakai, dan pembentukan kader lingkungan.

Program Pengolahan Sampah Organik

Pelatihan pengolahan kompos membantu masyarakat mengelola sampah organik menjadi produk bermanfaat.

Program Daur Ulang Kreatif

Masyarakat diberikan pelatihan membuat produk kreatif berbahan limbah plastik dan bahan bekas lainnya.


Manfaat Program Pengelolaan Sampah bagi Perusahaan

Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Mendukung ESG dan SDGs

Memperkuat Hubungan dengan Masyarakat

Mengurangi Risiko Lingkungan

Menciptakan Dampak Sosial Berkelanjutan


Peran PT Sinergi Inta Waana sebagai Konsultan CSR dan TJSL

PT Sinergi Inta Waana hadir sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL yang membantu perusahaan BUMN maupun swasta dalam:

  • Penyusunan strategi CSR dan TJSL
  • Social mapping dan need assessment
  • Pengembangan program pengelolaan sampah
  • Pendampingan implementasi program
  • Monitoring dan evaluasi program
  • Penyusunan laporan keberlanjutan

Dengan pendekatan profesional dan berbasis dampak, PT Sinergi Inta Waana membantu perusahaan menciptakan program yang berkelanjutan dan tepat sasaran.


Kesimpulan

Program pengelolaan sampah berbasis CSR dan TJSL merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan ekonomi sirkular.

Melalui pendampingan profesional bersama PT Sinergi Inta Waana, perusahaan dapat membangun program CSR dan TJSL yang lebih terukur, berdampak, dan selaras dengan prinsip ESG serta Sustainable Development Goals (SDGs).

KPI CSR Berbasis Dampak : Strategi Efektif Bersama PT Sinergi Indonesia

KPI CSR Berbasis Dampak : Strategi Efektif Bersama PT Sinergi Indonesia

KPI CSR Berbasis Dampak: Strategi Efektif Bersama PT Sinergi Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik Corporate Social Responsibility (CSR) mengalami perubahan signifikan. Perusahaan tidak lagi cukup hanya menjalankan program sosial sebagai bentuk kepatuhan atau formalitas, tetapi dituntut untuk mampu menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan dari setiap inisiatif yang dilakukan.

Di sinilah pentingnya penerapan KPI CSR berbasis dampak. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengukur keberhasilan program CSR secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi aktivitas, tetapi juga dari perubahan yang terjadi di masyarakat.

Artikel ini akan membahas secara mendalam konsep KPI CSR berbasis dampak, manfaatnya bagi perusahaan, serta bagaimana implementasinya dapat dioptimalkan dengan dukungan konsultan profesional seperti PT Sinergi Indonesia.

 

Apa Itu KPI CSR Berbasis Dampak?

KPI CSR berbasis dampak adalah indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur perubahan nyata yang dihasilkan oleh program CSR dalam jangka menengah hingga panjang.

Berbeda dengan KPI konvensional yang hanya mengukur output, KPI berbasis dampak berfokus pada:

  •  Perubahan kondisi sosial masyarakat
  • Peningkatan kesejahteraan ekonomi
  •  Perbaikan kualitas lingkungan
  •  Kemandirian komunitas

Pendekatan ini menjadikan CSR sebagai instrumen strategis yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan.

 

Perbedaan KPI Tradisional dan KPI Berbasis Dampak

Untuk memahami urgensi pendekatan ini, penting melihat perbedaan mendasar antara KPI tradisional dan KPI berbasis dampak.

KPI Tradisional:

  •  Berfokus pada aktivitas
  •  Mengukur jumlah (kuantitas)
  •  Bersifat jangka pendek
    Contoh: jumlah peserta pelatihan

KPI Berbasis Dampak:

  •  Berfokus pada perubahan
  • Mengukur hasil (outcome dan impact)
  •  Bersifat jangka panjang
  •  Contoh: peningkatan pendapatan peserta

Perusahaan yang masih menggunakan KPI tradisional sering kali kesulitan membuktikan nilai strategis dari program CSR yang dijalankan.

 

Mengapa KPI CSR Berbasis Dampak Penting bagi Perusahaan?

1. Menghasilkan Program yang Lebih Tepat Sasaran

KPI berbasis dampak mendorong perusahaan untuk memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam sebelum merancang program.

2. Meningkatkan Efektivitas Anggaran CSR

Dengan indikator yang jelas, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap investasi sosial memberikan hasil yang optimal.

3. Memperkuat Reputasi dan Kepercayaan Publik

Program CSR yang terbukti berdampak akan meningkatkan citra perusahaan di mata stakeholder.

4. Mendukung Sustainability Strategy

KPI berbasis dampak selaras dengan prinsip keberlanjutan dan standar global seperti SDGs.
5. Mempermudah Evaluasi dan Pengambilan Keputusan

Data yang dihasilkan dari KPI menjadi dasar dalam menentukan strategi selanjutnya.

 

Komponen Utama KPI CSR Berbasis Dampak

1. Output

Merupakan hasil langsung dari aktivitas program.

Contoh:

  • Jumlah pelatihan yang dilakukan
  •  Jumlah peserta program
  •  Jumlah bantuan yang disalurkan

 

2. Outcome

Mengukur perubahan yang terjadi setelah program dijalankan.

Contoh:

  •  Peningkatan keterampilan peserta
  •  Perubahan perilaku masyarakat
  •  Peningkatan produktivitas

 

3. Impact

Mengukur dampak jangka panjang yang lebih luas.

Contoh:

  •  Peningkatan kesejahteraan masyarakat
  •  Penurunan tingkat kemiskinan
  •  Kemandirian ekonomi komunitas

 

Contoh Implementasi KPI CSR Berbasis Dampak

Program Pemberdayaan UMKM

  • Output: 150 pelaku UMKM mengikuti pelatihan
  • Outcome: 70% peserta mengalami peningkatan omzet
  • Impact: terbentuk ekosistem usaha lokal yang mandiri

 

Program Lingkungan

  • Output: penanaman 2.000 pohon
  • Outcome: peningkatan kualitas udara
  • Impact: terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan

 

Program Pendidikan

Output: pemberian beasiswa kepada 200 siswa
Outcome: peningkatan prestasi akademik
Impact: peningkatan kualitas sumber daya manusia

 

Langkah Menyusun KPI CSR Berbasis Dampak

1. Melakukan Social Mapping

Memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.

2. Menentukan Baseline Data

Mengidentifikasi kondisi awal sebagai acuan pengukuran.

3. Menyusun Tujuan Program

Menentukan arah dan target yang ingin dicapai.

4. Menentukan Indikator KPI

Menyusun indikator output, outcome, dan impact secara terukur.

5. Melakukan Monitoring dan Evaluasi

Mengukur progres program secara berkala.

Tantangan dalam Implementasi KPI CSR

Meskipun penting, banyak perusahaan menghadapi kendala dalam penerapannya, seperti:

  •  Kurangnya data awal (baseline)
  •  Metode pengukuran yang tidak tepat
  •  Keterbatasan sumber daya manusia
  •  Tidak adanya sistem monitoring yang terstruktur

Kondisi ini menyebabkan banyak KPI yang tidak relevan atau sulit diimplementasikan.

 

Peran Konsultan dalam Optimalisasi KPI CSR

Menyusun KPI CSR berbasis dampak membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berbasis data. Di sinilah peran konsultan menjadi sangat penting.

Konsultan CSR membantu dalam:

  •  Social mapping dan need assessment
  • Penyusunan desain program
  •  Penentuan KPI yang relevan
  •  Monitoring dan evaluasi
  •  Pengukuran dampak (impact assessment)

Tanpa pendampingan profesional, perusahaan berisiko menjalankan program CSR yang tidak efektif.

 

Optimalkan KPI CSR Bersama PT Sinergi Indonesia

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Sinergi Indonesia hadir sebagai mitra strategis perusahaan dalam merancang dan mengelola program CSR berbasis dampak.

Dengan pengalaman dalam berbagai sektor, PT Sinergi Indonesia mampu membantu perusahaan menciptakan program CSR yang tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil nyata dan terukur.

Keunggulan PT Sinergi Indonesia

1. Pendekatan Berbasis Data
Setiap program diawali dengan riset dan analisis lapangan yang mendalam.

2. Layanan Terintegrasi (End-to-End)
Mulai dari perencanaan hingga evaluasi program.

3. Fokus pada Dampak Nyata
Mengutamakan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

4. Integrasi dengan Strategi Bisnis
CSR tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi perusahaan.

5. Pengalaman Multi-Sektor
Menangani program di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap KPI yang disusun benar-benar relevan, terukur, dan dapat diimplementasikan secara efektif.

 

Mengapa Perusahaan Perlu Bekerja Sama dengan Konsultan?

Jika perusahaan ingin:

  • Memiliki KPI CSR yang kredibel
  •  Mengoptimalkan dampak program
  •  Menyusun laporan sustainability yang kuat
  •  Meningkatkan reputasi perusahaan

Maka bekerja sama dengan PT Sinergi Indonesia adalah langkah strategis yang tepat.

 

Kesimpulan

KPI CSR berbasis dampak merupakan pendekatan yang harus diterapkan oleh perusahaan modern untuk memastikan program CSR berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.

Dengan indikator yang tepat, CSR dapat menjadi:

  •  Investasi sosial jangka panjang
  •  Alat peningkatan reputasi
  •  Kontribusi nyata terhadap pembangunan

 

Closing (Soft Selling)

Saatnya perusahaan Anda beralih dari CSR berbasis aktivitas menuju CSR berbasis dampak yang terukur dan berkelanjutan.

Bersama PT Sinergi Indonesia, Anda dapat merancang KPI CSR yang lebih strategis, tepat sasaran, dan mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat.

 

 

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

Program BUMN Pelita Warna merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo (Persero) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan dan pembinaan kelompok rentan, termasuk anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Pada tahun 2025, program ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan fokus pada penguatan keterampilan vokasional yang aplikatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pelatihan keterampilan barbershop, sebagai bekal kemandirian ekonomi dan kesiapan reintegrasi sosial bagi anak-anak binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Antusiasme Anak Binaan: Semangat Belajar yang Nyata

Kegiatan pendampingan keterampilan barbershop pada Program BUMN Pelita Warna 2025 menunjukkan bahwa anak-anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta memiliki antusiasme tinggi dan motivasi kuat untuk mengikuti pelatihan vokasional. Selama pelatihan, peserta tampak aktif mengikuti demo, praktik teknik dasar hingga teknik lanjutan seperti fade dan scissor-over-comb, serta berpartisipasi dalam sesi grooming dan layanan pelanggan. Hal ini mencerminkan energi positif yang memberi makna selama masa pembinaan.

Kurikulum dan Pelaksanaan: Dari Teori ke Praktik

Pendampingan Keterampilan Barbershop dirancang dalam 12 sesi yang komprehensif, menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan alat, teknik clipper dan scissor, pondasi potongan (guide line/baseline), gradasi, lining/line-up, teknik pencucian dan pewarnaan dasar, hingga SOP pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan. Di akhir rangkaian, peserta menjalani final test teori dan praktik untuk mengukur penguasaan kompetensi. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pelatih profesional sehingga transfer skill berlangsung intensif dan terstruktur

Sarana & Prasarana: Fasilitas Praktik yang Memadai

Keberhasilan pelatihan tidak lepas dari dukungan sarana praktik. Program menyediakan 1 set alat peraga praktik potong rambut lengkap, termasuk kliper, gunting, sisir, kain cape, serta modul pelatihan dan materi pendukung. Ketersediaan alat ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja nyata di barbershop, meningkatkan kesiapan teknis dan profesionalisme layanan.

Manfaat Jangka Pendek dan Panjang untuk Masa Depan Anak Binaan

Secara langsung, pelatihan barbershop memberi anak binaan keterampilan teknis yang aplikatif—kemampuan yang mudah dipasarkan dan potensial menjadi sumber pendapatan setelah reintegrasi sosial. Selain itu, latihan layanan pelanggan, hygiene, dan attitude memperkuat soft skill yang dibutuhkan dunia kerja. Secara psikososial, kegiatan produktif seperti ini meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan harapan masa depan; aspek-aspek penting untuk menurunkan risiko residivisme dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Kerja Sama PT Pelindo dan LPKA

Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) dan LPKA Kelas II Jakarta, yang difasilitasi dan dikelola oleh Sinergi Indonesia sebagai pelaksana program TJSL. Kolaborasi tersebut menghadirkan kombinasi sumber daya: pendanaan dan komitmen perusahaan, kapabilitas pelatihan dari mitra profesional, serta akses dan dukungan kelembagaan dari pihak LPKA. Sinergi antara pihak-pihak ini memastikan program berjalan terkoordinasi dan menyasar kebutuhan riil anak binaan.

Komitmen Sinergi dan Kolaborasi: Keberlanjutan sebagai Fokus

Laporan akhir mencatat capaian pelaksanaan 100% untuk indikator Pendampingan Keterampilan Barbershop — sebuah tanda bahwa komitmen kolaboratif antara BUMN, lembaga pembinaan, dan konsultan pelaksana berjalan efektif. Komitmen ini juga meliputi penyediaan sertifikat peserta serta dokumentasi dan evaluasi yang membantu perencanaan tindak lanjut—misalnya peluang pendampingan wirausaha, inkubasi usaha mikro, atau pembentukan kemitraan kerja dengan barbershop lokal setelah anak binaan keluar.

Cerita Nyata: Belajar, Praktik, dan Harapan

Selama pelatihan terlihat banyak momen kecil yang bermakna: peserta yang awalnya ragu kemudian mampu menguasai teknik dasar, hingga peserta yang menunjukkan kepedulian membantu teman saat praktik. Cerita-cerita ini menjadi bukti bahwa pelatihan vokasional tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab—komponen penting untuk reintegrasi sosial yang sukses.

Ajakan Kolaborasi: Bangun Dampak Bersama Sinergi Indonesia

Program Keterampilan Barbershop BUMN Pelita Warna 2025 di LPKA Kelas II Jakarta memperlihatkan bagaimana sinergi antara BUMN, lembaga pembinaan, dan pelaksana program dapat menciptakan dampak sosial nyata. Jika perusahaan Anda ingin merancang atau memperkuat program CSR/TJSL berbasis pelatihan vokasional yang berorientasi keberlanjutan — baik untuk pembinaan anak, pemberdayaan masyarakat, atau mitigasi risiko sosial — Sinergi Indonesia siap menjadi mitra konsultan yang membantu mulai dari desain program, pelaksanaan, hingga monitoring & evaluasi.

Untuk kolaborasi dan konsultasi, hubungi Sinergi Indonesia melalui contact@sinergiindonesia.co.id atau +62 812-1153-2810. Bersama, kita wujudkan peluang — bukan sekadar bantuan.

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Jakarta Selatan — Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Program TJSL BUMN Pelita Warna Tahun 2025 hadir membawa ruang belajar, harapan, dan kesempatan baru bagi anak-anak binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia), program ini dirancang tidak hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai proses pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan anak binaan. Mulai dari keterampilan kerja, kesehatan mental, hingga kepedulian terhadap lingkungan, Pelita Warna 2025 menjadi wadah bagi anak binaan untuk mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri. Program ini dilaksanakan sepanjang Mei hingga September 2025.

Pendekatan Terpadu untuk Pemberdayaan Anak Binaan

Mengusung filosofi “Pelita yang terus menyala dan memantulkan harapan”, Program Pelita Warna dirancang sebagai upaya pembinaan terpadu yang membekali anak binaan dengan keterampilan relevan dan bernilai guna sebagai bekal reintegrasi sosial. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kesehatan mental, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan kemitraan.

Sebagai mitra pelaksana, PT Sinergi Indonesia menjalankan peran strategis dalam keseluruhan siklus program, mulai dari perencanaan teknis berbasis kebutuhan, pengadaan sarana dan prasarana, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas serta keberlanjutan dampak program.

Penguatan Keterampilan Siap Kerja dan Kewirausahaan

Pada bidang ekonomi, Program Pelita Warna 2025 mendukung peningkatan kompetensi anak binaan melalui pengadaan sarana dan prasarana keterampilan siap kerja, antara lain unit PC untuk video call dan desain grafis, peralatan sablon digital, serta fasilitas pendukung pelatihan keterampilan lainnya.

Penguatan sarana tersebut dilengkapi dengan berbagai pelatihan vokasional, seperti Training Sablon Digital, pelatihan barbershop, serta pelatihan kesiapan kerja yang mencakup strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreator berbasis media sosial, dan pengelolaan usaha. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan mental produktif, kreativitas, serta kemandirian ekonomi anak binaan.

Integrated Farming dan Kepedulian Lingkungan

 

Pada aspek lingkungan, PT Sinergi Indonesia mengimplementasikan konsep Integrated Farming melalui pembangunan Rumah Kelola Sampah (RKS) dan Green House di lingkungan LPKA. Anak binaan memperoleh pembelajaran praktik terkait pengelolaan sampah terpadu, pengoperasian mesin pencacah, pembuatan kompos, serta budidaya sayuran organik berbasis greenhouse.

Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan LPKA yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan serta membuka peluang pengembangan green skills yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.

Pendampingan Psikologi dan Literasi sebagai Fondasi Reintegrasi Sosial

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama Program Pelita Warna 2025. Melalui pendampingan psikologi anak binaan mendapatkan ruang aman untuk mengenali diri, mengelola stres dan trauma, memperkuat motivasi, serta mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial.

Program ini juga diperkuat melalui pendampingan literasi, yang mencakup pelatihan menulis hingga penerbitan buku antologi karya anak binaan. Kegiatan ini menjadi sarana ekspresi diri, penguatan identitas positif, sekaligus peningkatan rasa percaya diri.

Seremonial Program dan Sosialisasi Anti-Narkoba

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Seremonial Program Pelita Warna 2025 dan Sosialisasi Anti-Narkoba dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian BUMN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta mitra sosial. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pembinaan anak binaan yang sehat, berdaya, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui Pelita Warna 2025, Sinergi Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra pelaksana program TJSL yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan program pembinaan serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif.

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang bekerjasama dengan 6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam program kolaborasi BUMN Pelita Warna (Pelindo, Airnav Indonesia, PP, ASDP Indonesia Ferry, Nindya Karya, dan WIKA) mengadakan kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba Bagi Warga Binaan (Narapidana) Lapas Kelas I Cipinang pada Kamis, (8/6/2023).

Dikutip dari obsessionnews.com, sebanyak 200 warga binaan Lapas Kelas I Cipinang turut mengikuti sosialisasi ini yang merupakan sinergi dari sebuah komitmen dan kerjasama yang baik yang memiliki Tanggung Jawab Sosial Masyarakat dalam Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menuju Indonesia Bersih Narkoba di Lapas Kelas I Cipinang.

Dalam sosialisasi anti narkoba ini, Lapas Cipinang turut menggandeng langsung Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, yang sebagai narasumber berkompeten dalam ahlinya yaitu Kepala BNNK Jakarta Timur, Hendrajid Putut Widagdo.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan mengatakan, selain kegiatan sosialisasi anti Narkoba, program kolaborasi BUMN Pelita Warna ini pun turut membantu pengembangan kegiatan pelatihan bagi narapidana.

“Pelatihan ini berupa baristra, pelatihan pengembangan literasi, konseling narapidana. Kemudian bantuan sarpras penunjang kegiatan pembinaan kemandirian seperti alat laundry, mesin pembuat kopi, serta penyediaan air bersih untuk narapidana,” ujar Tonny.

Dia menuturkan, kerja sama itu merupakan sinergi yang baik dalam memberikan pembinaan kepada para narapidana, dalam hal ini untuk memberikan berbagai pelatihan untuk bekal keahlian warga binaan ketika sudah bebas nanti.

Dalam giat itu, dilakukan pula penyerahan simbolik mockup acara dari pihak Kolaborasi BUMN kepada Lapas Kelas I Cipinang dan dirangkaikan dengan pemberian cinderamata dari pihak Lapas kepada BUMN.

Kegiatan di Lapas Cipinang

Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi itu, Kadivpas Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Marselina Budiningsih, Kalapas Cipinang beserta jajaran dan Rombongan BUMN terlebih dahulu menyaksikan kegiatan warga binaan yang berada di Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cipinang, seperti unit limbah karet, laundry, kerajinan kayu, membatik, dan lainnya.

Kegiatan ini pun turut dihadiri oleh Subkoordinator di Keasdepan TJSL Kementerian BUMN Rugun Hutapea, Department Head Tangungjawab Lingkungan dan Sosial PT. Pelindo, Febrianto Zenny, Manager Tangung Jawab Lingkungan dan Sosial Perum LPPNPI Air Nav Indonesia Farchan Jamil.

Senior Manager IR dan TJSL PT. PP (persero), Ameliana Rachmawaty, Senior Manager Corporate Affair PT. Wijaya Karya (Persero), Satrio Adji, perwakilan PT Nindya Karya (Persero) dan PT ASDP, Kepala Rumah Sakit Umum Pengayoman Ummu Salamah, beserta jajaran Lapas.

Dalam program bertajuk BUMN PELITA WARNA (BUMN Peduli dan Tanggap Anti Narkoba untuk Warga Binaan) ini, Sinergi Indonesia menjadi mitra yang ditunjuk guna menyukseskan serangkaian kegiatan selama enam bulan ke depan. Di antaranya ialah penyediaan sarana dan prasarana seperti air bersih serta peralatan laundry, hingga pelatihan literasi dan barista.

lapas-kelas-1-cipinang bumn-pelita-warna-lapas-cipinang

ISO 26000: Definisi, Prinsip, dan Penerapannya dalam CSR

ISO 26000: Definisi, Prinsip, dan Penerapannya dalam CSR

Di tengah era ketatnya persaingan bisnis global, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian.

Organisasi di seluruh dunia semakin menyadari bahwa bisnis yang berkelanjutan tidak hanya tentang menghasilkan keuntungan, tetapi juga tentang dampak yang mereka miliki pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam upaya ini adalah ISO 26000, sebuah standar internasional yang memberikan panduan tentang bagaimana organisasi dapat menjalankan CSR secara efektif.

Melalui ulasan berikut ini, kita akan mengetahui apa itu ISO 26000, prinsip-prinsipnya, dan penerapannya dalam menjalankan program CSR maupun Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Apa Itu ISO 26000?

ISO 26000 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 2010. Standar ini dikenal sebagai “Panduan tentang Tanggung Jawab Sosial” (Guidance on Social Responsibility) dan dirancang untuk membantu organisasi, termasuk perusahaan, pemerintah, maupun organisasi non-pemerintah, dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasi mereka.

Penamaan Standar

Penamaan “ISO 26000” mengikuti pola penamaan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Setiap standar ISO memiliki nomor identifikasi unik yang mencerminkan berbagai hal, termasuk bidang spesifik yang dicakup oleh standar tersebut.

Berikut penjelasan tentang penamaan “ISO 26000”:

  1. ISO: ISO adalah singkatan dari “International Organization for Standardization.” Kata “ISO” bukan singkatan dari bahasa Inggris seperti “International Standards Organization,” tetapi sebenarnya berasal dari kata Yunani “isos,” yang berarti “sama.” Ini menggambarkan tujuan ISO untuk menciptakan standar yang seragam dan dapat diterima secara global.
  2. 26000: Angka “26000” adalah nomor identifikasi unik untuk standar ini dalam sistem penomoran ISO. Sistem penomoran ISO mencakup beberapa serangkaian standar dalam berbagai bidang. Dalam kasus ISO 26000, ini adalah standar yang membahas tanggung jawab sosial.
    • “26” mengacu pada kategori standar yang mencakup manajemen bisnis (standar ini termasuk dalam kelompok “Manajemen dan Jaminan Mutu”).
    • “000” menunjukkan nomor identifikasi khusus untuk standar dalam kategori tersebut. Dalam hal ini, “000” mengindikasikan bahwa ini adalah standar pertama dalam kategori “Manajemen bisnis.”

Jadi, “ISO 26000” adalah nomor identifikasi yang diberikan kepada standar internasional yang membahas panduan tentang tanggung jawab sosial.

Standar ini memberikan panduan kepada organisasi tentang bagaimana mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasi dan strategi bisnis mereka, serta bagaimana berinteraksi secara bertanggung jawab dengan masyarakat dan lingkungan.

Prinsip-Prinsip ISO 26000

ISO 26000 berfokus pada 6 (enam) prinsip dasar tanggung jawab sosial yang dapat membimbing tindakan organisasi:

a. Akuntabilitas: Organisasi diharapkan untuk bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan dari keputusan dan aktivitas mereka.

b. Transparansi: Prinsip ini menuntut organisasi untuk berkomunikasi secara jelas dan jujur tentang praktek dan kinerja mereka dalam hal tanggung jawab sosial.

c. Keadilan: Organisasi diharapkan untuk memperlakukan semua pihak dengan adil, termasuk karyawan, konsumen, pemasok, dan komunitas.

d. Kepatuhan Hukum: ISO 26000 menekankan pentingnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dalam praktek bisnis.

e. Penghormatan terhadap Norma-norma Internasional: Organisasi diharapkan untuk menghormati norma-norma internasional dalam hal hak asasi manusia, lingkungan, dan lainnya.

f. Respek Terhadap Hak-hak Manusia: Prinsip ini mengingatkan organisasi untuk menghormati hak-hak manusia dalam semua aktivitas mereka.

Ruang Lingkup

ISO 26000 memberikan panduan terkait dengan 7 (tujuh) inti isu tanggung jawab sosial yang harus dipertimbangkan oleh organisasi:

a. Pemerintahan Perusahaan yang Baik: Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, seperti etika bisnis, transparansi, dan akuntabilitas.

b. Hak Asasi Manusia: Pemahaman dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam semua aktivitas bisnis.

c. Praktik Ketenagakerjaan yang Baik: Fokus pada kesejahteraan karyawan, kesetaraan, dan kesempatan untuk pengembangan.

d. Lingkungan: Bagaimana aktivitas bisnis mempengaruhi lingkungan dan upaya untuk mengurangi dampak negatif.

e. Praktik Operasional yang Adil: Termasuk hubungan dengan pemasok dan upaya untuk memastikan keadilan dalam rantai pasokan.

f. Konsumen: Kualitas produk dan layanan, serta komunikasi yang jujur dan etis dengan konsumen.

g. Keterlibatan dengan Masyarakat dan Pembangunan: Bagaimana organisasi berinteraksi dengan komunitas lokal dan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Penerapan dalam CSR

Sebagai seorang pelaksana dalam kegiatan CSR atau TJSL perusahaan, Anda dapat menggunakan ISO 26000 sebagai panduan untuk:

  • Mengidentifikasi isu-isu sosial dan lingkungan yang paling relevan dengan bisnis perusahaan.
  • Mengembangkan dan menilai program CSR yang sesuai dengan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial.
  • Memperbaiki komunikasi dan pelaporan tentang upaya CSR kepada pihak luar.
  • Meningkatkan keterlibatan dengan stakeholder, termasuk karyawan, konsumen, dan komunitas lokal.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasi dan praktek bisnis.

Kesimpulan

ISO 26000 adalah alat penting bagi organisasi yang ingin menjalankan tanggung jawab sosial dengan baik. Ini bukan hanya tentang mematuhi aturan; ini adalah tentang menciptakan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ini, perusahaan dapat berkontribusi pada dunia yang lebih baik seraya membangun bisnis yang berkelanjutan dan sukses. ISO 26000 adalah panduan berharga yang mengarahkan kita menuju masa depan yang lebih bertanggung jawab.

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, PT Taspen hadir di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui program Taspen Preneur pada Oktober 2021 lalu. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi BUMN Labuan Bajo Tahun 2021 dengan tema “Tana Lilo Lestari.” Ini adalah bagian dari komitmen dan upaya BUMN dalam membangkitkan Labuan Bajo menjadi daerah wisata produktif yang mampu memberikan dampak kesejahteraan dan ekonomi.

Lakukan Koordinasi dengan Dinas Terkait Guna Mendukung Taspen Preneur

Pihak Taspen bersama Sinergi Indonesia melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terkait pentingnya pemberdayaan UMKM. Pihak Kabupaten yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (SEKDA), menyambut baik acara yang dimotori PT Taspen bersama sinergi BUMN lainnya. Harapannya, di kemudian hari, sinergi BUMN dapat hadir kembali di Manggarai Barat melalui beragam kegiatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain Pemerintah Kabupaten, pihak koordinasi juga dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang merupakan penanggungjawab objek wisata Batu Cermin. Koordinasi membahas pengurusan perizinan penggunaan tempat bagi para UMKM.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyampaikan perlunya menjaga lingkungan Batu Cermin tetap bersih dan sehingga mampu menjadi ruang pemasaran produktif bagi UMKM binaan Taspen. Selain itu, program Lopo Taspen sebaiknya dapat dilanjutkan kembali di masa yang akan datang agar mampu memberikan dampak kesejahteraan yang semakin baik.

Kurasi UMKM, Langkah Penting untuk Kemajuan Taspen Preneur Labuan Bajo

Guna menentukan UMKM yang memiliki potensi, pihak Taspen terlebih dahulu melakukan kurasi. Tujuannya, untuk memahami potensi produk, perkembangan usaha dan menentukan langkah-langkah penting untuk kemajuan ke depan.  Kurasi yang dilakukan oleh PT Taspen juga digunakan untuk mengidentifikasi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan sukses. Langkah ini penting untuk:

1. Pengambilan keputusan

Kurasi UMKM dapat membantu pihak pemerintah, investor, atau lembaga keuangan dalam membuat keputusan investasi atau dukungan untuk UMKM Taspen Preneur yang potensial.

2. Identifikasi kebutuhan

Kurasi UMKM juga bisa membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan UMKM TASPEN PRENEUR, seperti akses terhadap dana, teknologi, atau pelatihan, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

3. Peningkatan efisiensi

Kurasi UMKM ikut membantu dalam mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena hanya UMKM Taspen Preneur yang potensial yang akan didukung atau dibiayai.

4. Penyediaan dukungan yang tepat

Kurasi UMKM turut membantu dalam memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM Taspen Preneur yang potensial, seperti akses ke pasar atau pelatihan khusus, yang akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

5. Peningkatan produktivitas UMKM Taspen Preneur

Kurasi UMKM akan meningkatkan produktivitas UMKM Taspen Preneur yang potensial sebagai hasil dari dukungan yang diberikan. Contohnya, akses ke teknologi dan pelatihan yang akan meningkatkan kompetitivitas di pasar.

Tingkatkan Kompetensi Taspen Preneur Melalui Pelatihan Digital Marketing

Demi meningkatkan daya saing bagi UMKM, pihak Taspen memberikan dukungan berupa pelatihan digital marketing bagi UMKM Terkurasi. Kegiatan dilaksanakan di aula Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan dihadiri oleh dinas terkait.

Pelatihan digital marketing akan memberikan UMKM Taspen Preneur dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengefektifkan pemasaran dan penjualan produk atau jasa mereka melalui media digital, yang akan membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan kesuksesan UMKM Taspen Preneur.

PT Taspen menyadari, pelatihan digital marketing sangat penting bagi UMKM Taspen Preneur karena dapat membantu mereka dalam meningkatkan penjualan dan pemasaran produk atau jasa melalui media digital. Beberapa alasan penting mengapa pelatihan digital marketing penting bagi UMKM Taspen Preneur antara lain:

1. Efektifitas Biaya

Pemasaran digital dapat sangat efektif dalam meningkatkan penjualan produk atau jasa, dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemasaran tradisional.

2. Akses Global

Media digital memungkinkan UMKM untuk menjangkau pasar global, yang akan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

3. Analitik dan Pengukuran

Melalui digital marketing, UMKM dapat melakukan analisis dan pengukuran efektifitas dari campaign yang dijalankan, untuk melakukan perbaikan dan pengembangan yang lebih baik.

4. Kompetisi 

UMKM yang tidak menggunakan digital marketing akan ketinggalan dalam persaingan di era digital ini. Ini adalah langkah yang begitu penting.

5. Branding

Digital marketing memungkinkan para UMKM untuk membangun merek yang kuat, yang akan membantu meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

6. Interaksi Langsung

Aktivitas di dunia maya memungkinkan pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dengan begitu, kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan bisa meningkat.

Langkah Taspen Preneur Menyambut Labuan Bajo Menjadi Kawasan Wisata Potensial

UMKM Taspen Preneur memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi di Labuan Bajo. Daerah Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pantai, laut, dan kekayaan biologi yang luar biasa.

Hal-hal yang mendukung perlunya eksistensi Taspen Preneur di Labuan Bajo adalah:

Pertama, UMKM dapat memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan.

Para pelaku usaha juga dapat meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi, serta menyediakan jasa yang profesional dan ramah pelanggan. Dengan meningkatkan kualitas produk dan jasa, UMKM dapat membuat wisatawan merasa puas dan ingin kembali lagi ke daerah Labuan Bajo.

Kedua, UMKM dapat meningkatkan pemasaran produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan produk dan jasa mereka kepada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

Melalui pelatihan digital marketing, UMKM dapat mengefektifkan pemasaran produk dan jasa melalui media sosial, aplikasi, dan website yang menarik.

Ketiga, UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dengan menggabungkan teknologi baru dan kreativitas, dan menyediakan jasa yang unik dan menarik.

Dengan inovasi yang baik, UMKM dapat menarik wisatawan untuk datang serta mencoba produk dan jasa yang unik khas Labuan Bajo.

Secara keseluruhan, UMKM Taspen Preneur dapat meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi untuk menyambut wisatawan yang datang ke daerah Labuan Bajo. Para pelaku usaha dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan menawarkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi, inovatif dan dengan pemasaran yang efektif.

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

PT PELNI (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Salah satu program inspiratif yang diinisiasi PELNI adalah Rumah Kelola Sampah (RKS) PELNI Baubau. Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, program yang berjalan dari tahun 2020-2022 ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kelurahan Kadolokatapi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Tanggung Jawab PT PELNI Terhadap Permasalahan Sampah

PT PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah kapal agar tidak merusak dan mencemari lingkungan air laut.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius seperti kerusakan ekosistem, pencermaran lingkungan, dan kesehatan buruk bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, PT PELNI juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah kapal. Ada beberapa peraturan internasional dan nasional yang berlaku untuk pengelolaan sampah kapal, seperti MARPOL 73/78 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terlebih lagi, PT PELNI sebagai perusahaan yang beroperasi di lingkungan laut, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

Pengelolaan sampah kapal yang baik dapat menjaga kualitas air dan ekosistem laut. Pada gilirannya dapat menjaga kesehatan masyarakat dan ekonomi yang tergantung pada sumber daya laut.

Manfaat Rumah Kelola Sampah Binaan PT PELNI Bagi Masyarakat Baubau

Rumah Kelola Sampah (RKS) merupakan sebuah fasilitas yang digunakan untuk mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. RKS memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Menjaga Lingkungan

RKS dapat membantu menjaga lingkungan dengan mengurangi tingkat sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah lingkunganserta mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

2. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

RKS dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi jumlah sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti penyakit menular, serta mengurangi bau dan kebisingan yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

3. Meningkatkan Efisiensi dalam Pengelolaan Sampah

RKS dapat membantu menurunkan biaya pengelolaan sampah dengan mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat secara efisien dan efektif.

Melalui RKS, sampah dapat diklasifikasikan dan diolah secara terpisah sesuai dengan jenisnya, sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti daur ulang atau pembuatan biogas.

4. Meningkatkan Pendapatan

RKS dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang akan dibantu dalam pengelolaan sampah, seperti pengumpul sampah. Pendapatan ini dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

5. Pendidikan

RKS dapat digunakan sebagai sarana pendidikan lingkungan untuk masyarakat, terutama anak-anak, tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkontribusi dalam pencegahan lingkungan.

6. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Melalui pengelolaan sampah yang baik, RKS dapat meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.

RKS juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat daur ulang sampah dan cara-cara yang baik dalam mengelola sampah.

7. Memberikan Solusi Terpadu

RKS memberikan solusi terpadu untuk pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas dari mulai pengumpulan sampah, klasifikasi, daur ulang, pengolahan dan pemanfaatan hasil daur ulang sampah.

8. Memberikan Dampak Positif pada Bidang Ekonomi

RKS dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dari pengelolaan sampah yang benar, serta mendorong ekonomi daur ulang dan pengembangan industri-industri baru dari hasil daur ulang sampah.

PELNI Ajak Masyarakat Berdayakan Rumah Kelola Sampah (RKS) Baubau

Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan pengelolaan sampah adalah dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Kelola Sampah (RKS) yang dibangun oleh PT PELNI.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PT PELNI memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi lingkungan dan masyarakat.

PT PELNI mengajak masyarakat Baubau, Sulawesi Tenggara, untuk memanfaatkan keberadaan RKS yang dibangun oleh PT PELNI. RKS dapat membantu kita dalam mengelola sampah yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar dengan lebih efisien dan efektif.

Dengan mengelola sampah dengan baik dapat mengurangi tingkat sampah di lingkungan sekitar dan mencegah masalah lingkungan yang serius seperti pencemaran air dan tanah.

Selain itu, dengan memanfaatkan RKS yang dibangun oleh PT PELNI, masyarakat dapat berperan serta dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. PT PELNI mengimbau agar semua lapisan masyarakat bersama-sama dalam mengelola sampah dengan baik dan berkontribusi dalam pencegahan permasalahan lingkungan.

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PT PELINDO (Persero) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, mengadakan program berbasis ISO 37001 dengan tajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK). Kegiatan ini dipusatkan di pelabuhan PELINDO Tanjung Priuk, Jakarta, dan diikuti oleh customer PT PELINDO, karyawan, dan pihak terkait lainnya.

Program yang diselenggarakan pada tahun 2021 ini merupakan bentuk kampanye anti suap untuk mengajak masyarakat mencegah, mendeteksi, dan melaporkan tindakan penyuapan. Kegiatan dilakukan dengan membagikan merchandise berisi materi anti suap kepada customer PT PELINDO. Selain itu, ada pula kompetisi kampanye anti suap yang dilakukan di sosial media dengan menyasar generasi muda.

Mengenal Apa Itu ISO 37001

ISO 37001 adalah standar global yang memberikan panduan untuk mencegah dan menangani tindakan penyuapan melalui implementasi sistem manajemen anti-penyuapan (ABMS). Dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba, termasuk PT PELINDO (Persero).

Organisasi yang memenuhi standar ini diakui sebagai praktik terbaik dalam mengelola risiko penyuapan dan dapat meningkatkan reputasi, kredibilitas, dan daya saingnya. Standar tersebut menuntut dari organisasi untuk mengidentifikasi risiko potensial penyuapan, menerapkan metode untuk mencegah dan mengendalikan risiko tersebut, serta menyelenggarakan program pelaporan yang transparan dan mekanisme untuk mengaudit dan mengevaluasi sistem.

Pentingnya Kampanye ISO 37001 Anti-Penyuapan Bagi Perusahaan

PT PELINDO menyadari bahwa kampanye anti-penyuapan sangat penting bagi perusahaan. Ini karena dapat membantu menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Penyuapan merupakan tindakan ilegal yang dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan penyuapan yang merugikan perusahaan, serta memberikan perlindungan bagi perusahaan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

Selain itu, perusahaan yang memenuhi standar ISO 37001 anti-penyuapan dapat dilihat sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan PELINDO, termasuk karyawan, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagaimana SNI ISO 37001:2016 dapat Menguntungkan Perusahaan atau Organisasi?

1. Menjaga Reputasi yang Baik 

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam menjaga reputasinya dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

2. Mencegah Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan, yang dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan yang merugikan perusahaan dan memberikan perlindungan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

3. Menaikkan Kualitas Lingkungan Kerja

Sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, meningkatkan produktivitas karyawan, dan meningkatkan komitmen karyawan dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika.

4. Mengelola Risiko

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko yang terkait dengan tindakan penyuapan dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh tindakan penyuapan.

5. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi

Standar ISO 37001 menyediakan standar yang dapat diikuti untuk memenuhi kepatuhan regulasi yang berlaku di bidang anti-penyuapan, yang dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memenuhi peraturan yang berlaku.

Ruang Lingkup Anti-Suap ISO 37001

Berikut adalah ruang lingkup anti-suap ISO 37001 yang menjadi dasar bagi PT PELINDO dalam menyelenggarakan program bertajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK):

1. Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan.

2. Organisasi

Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.

3. Proses

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola proses manajemen anti-penyuapan, termasuk identifikasi risiko, pencegahan dan pengendalian risiko, dan pelaporan.

4. Kebijakan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengelola kebijakan anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001.

5. Personil

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola personil yang terlibat dalam proses manajemen anti-penyuapan dan memberikan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan.

6. Audit dan Review

Standar ini memberikan panduan untuk melakukan audit dan review sistem manajemen anti-penyuapan dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Inspirasi Program Anti-Suap Bertajuk PETISI BERAKHLAK PT PELINDO

Suap merupakan tindakan yang tidak terhormat dan merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Standar internasional ISO 37001:2016 menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, program PETISI BERAKHLAK ingin mengajak semua pihak untuk berperan dalam mencegah tindakan penyuapan.

Pertama, masyarakat dapat memahami risiko dan dampak dari tindakan penyuapan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari standar ISO 37001:2016 dan menyadari bahwa tindakan penyuapan dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Kedua, masyarakat dapat membuat perubahan dalam perilaku yang berkaitan dengan tindakan penyuapan. Ini dapat dilakukan dengan menolak melakukan tindakan penyuapan dan melaporkan setiap dugaan tindakan penyuapan kepada pihak yang berwenang.

Ketiga, masyarakat dapat membantu dalam mendorong perusahaan dan organisasi untuk memenuhi standar ISO 37001:2016 dengan membuat permintaan dan memberikan dukungan kepada perusahaan dan organisasi yang memenuhi standar ini.

Dengan demikian, kami berharap dapat membuat dunia bisnis yang lebih baik dan bebas dari tindakan penyuapan.