ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar acara Safari Ramadan BUMN 2023 di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (11/4). ASDP menyalurkan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau dengan menghadirkan bazaar UMKM.

Dilansir dari rm.id, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan melalui penyaluran sembako dengan harga terjangkau ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam membawa kemanfaatan yang lebih besar dalam kemajuan perekonomian daerah.

“Kami juga ingin agar kehadiran ASDP benar-benar dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sekitar, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga dapat sedikit meringankan beban,” tutur Shelvy.

Safari Ramadhan menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam membantu masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

Diharapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur khususnya di Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Detail Paket Sembako Safari Ramadhan

Desa Bakauheni menjadi salah satu lokasi kegiatan Safari Ramadhan BUMN 2023 mengingat lokasi Bakauheni yang strategis dan menjadi gerbang masuk ke Pulau Sumatera.

ASDP menyiapkan 1.000 paket sembako senilai Rp 105 ribu yang dapat dibayarkan oleh masyarakat sebesar Rp 50.000 per paket sehingga terjangkau oleh masyarakat kurang mampu di Desa Bakauheni dan sekitarnya.

Selain penyaluran sembako, ASDP juga turut mendukung promosi produk UMKM lokal melalui Bazaar UMKM. Di sana, para pelaku usaha lokal menampilkan produk-produk unggulan khas daerahnya.

“ASDP telah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat kurang mampu dan juga mendukung pengembangan UMKM lokal di daerah ini,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait berlangsung dengan meriah. Respon positif masyarakat Desa Bakauheni yang turut serta menghadiri dan meramaikan acara ini memperlihatkan antusiasme terhadap program TJSL ini.

Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu sesuai dengan amanat Menteri BUMN, Erick Thohir, jika tidak bisa membantu semoga bisa meringankan.

Sinergi Indonesia turut merasa bangga dan terhormat telah  ditunjuk sebagai mitra pelaksana program ini. Semoga kerja sama antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Sinergi Indonesia dapat berlanjut di masa mendatang.

PELNI Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Bali

PELNI Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Bali

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) meluncurkan Rumah Kelola Sampah (RKS) keempat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Denpasar, Bali.

Dilansir dari situs beritatrans.com, kehadiran RKS diresmikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni Anik Hidayati bersama Sekretaris Kecamatan Denpasar Selatan Ni Komang Pendawati dan didampingi oleh Ketua RKS I Wayan Parna di Denpasar, Bali, Sabtu (18/2/2023).

Anik Hidayati menyampaikan bahwa program RKS Pelni Denpasar merupakan upaya Perseroan untuk membangun program TJSL yang memiliki nilai tambah demi mendukung kesuksesan pelaksanaan program pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program ini sejalan dengan SDGs nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Pada seluruh kegiatan operasional, kami berkomitmen untuk ikut serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang kami wujudkan melalui program-program TJSL seperti rumah kelola sampah ini,” tutur Anik.

Kota Denpasar dipilih sebagai kota keempat program RKS ini karena berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Provinsi Bali merupakan penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia dengan menghasilkan 915,5 ribu ton sampah sepanjang tahun 2021 lalu.

“Semoga kehadiran BUMN melalui program RKS ini mampu mengurangi jumlah timbunan sampah di Bali serta menjadikan Bali lebih bersih dan sehat,” terangnya.

Sebanyak 4 kapal penumpang milik PT PELNI singgah dan sandar di Pelabuhan Benoa Denpasar Bali, yaitu KM Tilongkabila, KM Awu, KM Binaiya dan KM Leuser. Rata-rata sampah yang dihasilkan oleh kapal PELNI dalam satu hari sebanyak 2,5 ton.

“Dalam sebulan RKS Pelni Denpasar bisa mengurangi sampah sebanyak 75 ton per bulan baik itu sampah dari kapal Pelni maupun sampah rumah tangga,” terang Anik.

Fasilitas Rumah Kelola Sampah Pelni Denpasar

RKS Pelni Denpasar dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan sampah, antara lain mesin pencacah sampah organik, mesin press sampah, dan motor roda tiga pengangkut sampah. Masyarakat binaan RKS Pelni Denpasar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menghasilkan output bernilai jual seperti produk kompos, produk pelet pakan untuk unggas, tanaman sayur dengan media tanam kompos hasil olahan serta handicraft seperti pot bunga dan tas.

“Kami berharap RKS Pelni Denpasar ini bisa menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, bersih dan bisa menciptakan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan pengolahan sampah menjadi barang bernilai jual,” pungkas Anik.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 76 pelabuhan. Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 42 trayek Kapal Perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, di mana Kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 Kapal Rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta 1 trayek khusus untuk Kapal Ternak.

Selama sekitar 2 tahun ke depan, Sinergi Indonesia sebagai mitra yang ditunjuk PT PELNI (Persero) untuk mengembangkan Rumah Kelola Sampah Pelni Denpasar akan mengembangkan program ini. Diharapkan, sampah-sampah dari kapal Pelni diolah, didaur ulang, hingga dijadikan produk bernilai jual yang turut meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar.

Strategi Integrated Farming (Pertanian Terpadu) pada Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Strategi Integrated Farming (Pertanian Terpadu) pada Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Dalam upaya memelihara lingkungan dan mengadopsi praktik berkelanjutan, Sinergi Indonesia berupaya menunjukkan komitmen melalui praktik pertanian terpadu (integrated farming).

Ini merupakan bagian dari usaha kami untuk menjaga lingkungan, termasuk perubahan iklim dan keberlanjutan ekosistem. Kami berupaya menghadirkan konsep pertanian yang sekaligus melindungi ekosistem yang ada.

Pengertian Integrated Farming (Pertanian Terpadu)

Integrated Farming, atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Pertanian Terpadu, adalah suatu pendekatan pertanian yang mengintegrasikan berbagai komponen pertanian, seperti tanaman, hewan ternak, perikanan, dan praktik pertanian lainnya, menjadi satu sistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Tujuannya adalah menciptakan kesinambungan antara berbagai aspek pertanian dan lingkungan sekitarnya.

Dalam sistem integrated farming, elemen-elemen pertanian yang berbeda saling berinteraksi dan memberikan manfaat satu sama lain. Misalnya, limbah organik dari hewan ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman, sementara tanaman dapat memberikan makanan dan tempat perlindungan bagi hewan ternak.

Dengan mengintegrasikan berbagai komponen tersebut, sistem ini dapat mengoptimalkan hasil pertanian, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Pola pertanian terpadu juga mendukung pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya dan mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Integrated farming dapat membantu petani mendiversifikasi sumber pendapatan, mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar atau perubahan cuaca, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara keseluruhan.

Dalam konteks pertanian berkelanjutan, integrated farming menjadi solusi untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Integrated Farming dalam Perspektif Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Dalam perspektif Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), Integrated Farming atau Pertanian Terpadu mengambil peran penting sebagai pendekatan yang mendukung tujuan keberlanjutan serta dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Adapun dalam konteks TJSL, Integrated Farming adalah suatu strategi yang diadopsi untuk menggabungkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kegiatan pertanian.

Program TJSL perlu menerapkan sistem pertanian karena memiliki potensi besar untuk mencapai tujuan tanggung jawab sosial lingkungan yang diemban oleh program tersebut.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Integrated Farming menjadi relevan dan penting dalam konteks program TJSL:

Keberlanjutan Lingkungan

Integrated Farming merupakan pendekatan pertanian yang berfokus pada penggunaan yang lebih efisien dan berkelanjutan terhadap sumber daya alam, seperti air dan tanah. Dengan menggabungkan berbagai komponen pertanian, program TJSL dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.

Diversifikasi Sumber Pendapatan

Integrated Farming memungkinkan petani untuk mengembangkan berbagai sumber pendapatan dari berbagai aspek pertanian, seperti tanaman, hewan ternak, dan perikanan. Dalam konteks TJSL, pendekatan ini dapat membantu masyarakat pedesaan mengurangi risiko finansial dan meningkatkan kesejahteraan melalui pendapatan yang beragam.

Kesejahteraan Masyarakat

Dengan menggabungkan komponen sosial dan ekonomi, Integrated Farming dalam program TJSL dapat memberdayakan masyarakat lokal. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja tambahan tetapi juga membantu membangun kemandirian ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Keanekaragaman Pangan

Integrated Farming memungkinkan produksi beragam jenis tanaman dan hewan, yang pada gilirannya dapat mendukung keanekaragaman pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan tertentu.

Edukasi dan Penyuluhan

Program TJSL yang mengusung sistem pertanian terpadu memberikan kesempatan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada petani tentang praktik pertanian berkelanjutan. Hal ini dapat membantu meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan praktik yang ramah lingkungan.

Dampak Jangka Panjang

Dengan menerapkan pola pertanian ini, program TJSL dapat menciptakan dampak positif jangka panjang dalam hal lingkungan, keberlanjutan pertanian, dan kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan tujuan utama program TJSL untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Strategi Integrated Farming dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Strategi Integrated Farming dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) mengacu pada pendekatan yang terpadu untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Berikut adalah beberapa strategi kunci yang dapat diimplementasikan dalam kerangka program TJSL:

Pelatihan dan Penyuluhan

Program TJSL dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada petani dan masyarakat terkait praktik-praktik Integrated Farming. Ini meliputi aspek teknis seperti zonasi lahan, rotasi tanaman, pengelolaan limbah organik, serta penerapan pola tanam yang beragam. Pelatihan juga mencakup pendekatan berkelanjutan dalam pemilihan varietas tanaman dan pengelolaan ternak.

Pengembangan Model Pertanian Terpadu

Program TJSL dapat mengembangkan model pertanian terpadu yang menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Ini melibatkan pengintegrasian tanaman, hewan ternak, dan perikanan dalam suatu sistem yang seimbang dan saling mendukung. Model ini dapat diterapkan sebagai “pilot project” yang menunjukkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat dicapai.

Dukungan Teknis dan Teknologi

Program TJSL dapat menyediakan dukungan teknis dalam bentuk bimbingan teknis, konsultasi, dan akses terhadap teknologi terkini. Teknologi seperti aplikasi pemantauan pertanian, penggunaan pupuk organik, dan pengelolaan air yang efisien dapat mendukung penerapan Integrated Farming.

Kemitraan dan Kolaborasi

TJSL dapat bekerja sama dengan lembaga pertanian, universitas, dan lembaga penelitian untuk mendapatkan pandangan ahli dalam pengembangan Integrated Farming. Kemitraan ini dapat memberikan akses ke pengetahuan terbaru dalam bidang pertanian berkelanjutan.

Pengenalan dan Penyebarluasan Praktik Terbaik

Melalui berbagai kegiatan komunikasi, seperti workshop, seminar, dan acara pameran pertanian, program TJSL dapat menyebarkan praktik terbaik dalam Integrated Farming kepada petani dan masyarakat luas. Ini membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat praktik pertanian terpadu.

Pemantauan dan Evaluasi

Program TJSL perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi Integrated Farming. Ini melibatkan pengukuran hasil pertanian, kualitas lingkungan, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh praktik pertanian terpadu.

Pola Kemitraan Sinergi Indonesia dengan AirNav Indonesia pada Program TJSL Berbasis Integrated Farming

Pola kemitraan strategis yang akan dibangun antara Sinergi Indonesia dengan AirNav Indonesia, dalam kerangka Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berbasis Integrated Farming akan memiliki fokus pada kolaborasi yang saling menguntungkan dan berdampak positif, seperti:

Pengelolaan Lahan dan Sumber Daya

Sinergi Indonesia dan AirNav Indonesia akan bekerja sama dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan lahan yang merupakan fasilitas AirNav. Sinergi Indonesia akan memberikan pengetahuan dan bimbingan teknis dalam mengimplementasikan pertanian terpadu pada lahan tersebut, sementara AirNav akan menyediakan lahan dan mendukung proses pengelolaannya.

Penanganan Limbah Organik

Sinergi Indonesia akan memberikan solusi untuk mengelola limbah organik ini menjadi kompos atau pupuk organik yang dapat digunakan dalam pertanian terpadu. Kegiatan ini akan mendukung pengurangan limbah dan penggunaan bahan kimia dalam pertanian.

Pelatihan dan Kapasitas

Sinergi Indonesia akan menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan bagi petani lokal dengan dukungan teknis dari AirNav Indonesia. Pelatihan ini akan memberikan wawasan tentang praktik Integrated Farming, manfaatnya, dan teknik implementasinya. AirNav Indonesia akan mendukung dengan menghadirkan ahli dan sumber daya manusia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Teknologi dan Inovasi

AirNav Indonesia, sebagai BUMN dengan akses ke teknologi terkini, akan mendukung penggunaan teknologi dalam implementasi pertanian terpadu. Ini termasuk penggunaan sensor lingkungan, otomatisasi, dan sistem pemantauan. Sinergi Indonesia akan membantu mengintegrasikan teknologi ini ke dalam sistem pertanian terpadu.

Pengembangan Model Terbaik

Sinergi Indonesia dan AirNav Indonesia akan mengembangkan model pertanian terpadu yang efektif dan berkelanjutan. Model ini dapat dijadikan contoh bagi petani lokal dan masyarakat sekitar untuk menerapkan praktik yang serupa. Pola kemitraan ini akan mendukung penyebarluasan praktik terbaik dalam integrated farming.

Simpulan

Sinergi Indonesia berupaya mengembangkan strategi pertanian terpadu untuk mengembangkan program berbasis lingkungan yang berpotensi memberikan dampak positif bagi Indonesia yang lebih baik.

Program pertanian terpadu yang berkelanjutan, akan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Langkah-langkah konkrit seperti pengelolaan lahan yang bijaksana, pengelolaan limbah organik, pelatihan petani, dan penerapan teknologi canggih, telah menciptakan pondasi untuk solusi yang lebih lestari membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan serta harmoni antara manusia dan alam.

Relawan Bakti BUMN: Bakti Pelindo Bagi Bunaken

Relawan Bakti BUMN: Bakti Pelindo Bagi Bunaken

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusung program Relawan Bakti BUMN yang kedua (Batch II) di tahun 2022 dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-77.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata insan BUMN untuk memberikan baktinya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di beberapa daerah di Indonesia.

Tahun ini program Relawan Bakti BUMN diselenggarakan di enam lokasi, yaitu Bunaken (Sulawesi Utara), Karangasem (Bali), Badui (Banten), Surakarta (Jawa Tengah), Way Kambas (Lampung), dan Anambas (Riau). Sebelumnya pada Batch I, Relawan Bakti BUMN sukses diselenggarakan di Mandalika, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

“Ini akan menjadi kebanggan tersendiri bagi insan BUMN dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa sinergitas antara BUMN dan masyarakat harus terus terjalin erat,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

PT Pelindo (Persero) sebagai salah satu penanggung jawab yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk pelaksanaan Relawan Bakti BUMN di Bunaken, menggandeng grup perusahaan, yakni Regional 4, Subholding Petikemas, Subholding Jasa Marine, dan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS).

Adapun tema besar kegiatan Relawan Bakti BUMN Pelindo di Bunaken adalah “Konservasi Lingkungan Laut”.

Program ini diikuti oleh 30 relawan yang terdiri dari 15 Relawan Pelindo Muda, 5 Relawan Mutiara Pelindo, dan 10 Relawan Kementerian BUMN yang diseleksi dari sejumlah perusahaan BUMN di Indonesia. Kegiatan berlangsung dari tanggal 14-17 Agustus 2022.

“Kita ingin menunjukkan bahwa BUMN bisa hadir dan memberikan karya terbaik untuk bangsa dan negara. BUMN harus membantu Bunaken sehingga mereka bisa siap untuk bangkit kembali menerima wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk datang setelah pandemi ini berakhir,” kata Tedi Bharata, Deputi SDM dan TI Kementerian BUMN.

Rangkaian Kegiatan Bakti BUMN

Rangkaian kegiatan Pelindo selama berada di Bunaken, di antaranya penanaman terumbu karang, konservasi penyu, penanaman pohon, bersih-bersih pantai, pengecatan rumah warga, edukasi lingkungan, serta Upacara Bendera Merah Putih di dalam laut dan pesisir pantai.

Direktur SDM dan Umum Pelindo Ihsanuddin Usman menuturkan, kegiatan ini berguna untuk membangun sinergi antara Pelindo dan perusahaan BUMN lain.

Di samping itu, Pelindo pun menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

“Dengan kesempatan ini, teman-teman bisa menyatu dengan masyarakat dan menjadi perwakilan BUMN untuk Indonesia,” terangnya.

Kesan Masyarakat

Masyarakat sekitar mengaku bangga dan sangat terbantu dengan kehadiran Relawan Bakti BUMN. Mereka berharap program ini tetap berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Warga Bunaken sangat senang sekali dan antusias dalam menyambut kegiatan ini,” ungkap Roni Caroles, Lurah Kepulauan Bunaken.

Roy, salah satu warga Bunaken, menceritakan bahwa sebelumnya konservasi penyu dilakukan di rumah masing-masing. Namun, sekarang sudah bisa dilakukan di Rumah Penyu yang sedang dibangun.

“Dulu kalau ada tukik menetas dari telur, tukiknya dibagi ke rumah warga, masing-masing lima. Sekarang sudah tidak perlu lagi,” jelasnya.

Seluruh rangkaian program ini sesuai dengan komitmen Kementerian BUMN untuk hadir di tengah masyarakat demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sehingga Indonesia dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Sinergi Indonesia selaku mitra pelaksana kegiatan Bakti BUMN dari Pelindo ini turut bangga terhadap keberhasilan program. Ini menjadi bukti bahwa BUMN bukan sekadar mengejar laba, tetapi ikut memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

3 Strategi Kunci Penerapan Creating Shared Value (CSV)

3 Strategi Kunci Penerapan Creating Shared Value (CSV)

Istilah Corporate Social Responsibility (CSR) tentu tidak asing lagi di telinga para pengusaha. Khusus di BUMN, program ini biasanya disebut dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Baik CSR maupun TJSL, keduanya merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat luas.

Namun, para pakar merasa bahwa CSR perlu didefinisikan ulang. Isu sosial tidak boleh lagi berseberangan dengan aktivitas perusahaan. Sebaliknya, operasional bisnis harus  pula mengembangkan hubungan mendalam dengan kesejahteraan sosial.

Karena itu, berkembanglah teori Creating Shared Value (CSV).

Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Michael Porter dan Mark Kramer pada 2016 dalam artikel bertajuk ‘Harvard Business Review’. CSV kemudian dibahas kembali dalam artikel ‘Creating Shared Value’ pada 2011

Dalam artikel tersebut, keduanya mendefinisikan CSV sebagai kebijakan dan praktik yang meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus kondisi masyarakat di lokasi perusahaan beroperasi. Kegiatan tersebut berfokus pada upaya mengidentifikasi, mengintegrasikan, serta memperluas hubungan sosial dan ekonomi.

Untuk mengimplementasikan CSV secara optimal, perusahaan setidaknya perlu menjalankan 3 strategi kunci. Berikut ulasannya!

1. Reconceiving Product and Market

Melalui langkah ini, perusahaan dapat memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan yang mudah diakses oleh seluruh elemen masyarakat. Contohnya, membuat inovasi produk yang bisa dijangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah, tetapi tetap menghasilkan profit pula.

Di samping itu, perusahaan secara rutin perlu menganalisis apakah produk maupun layanan yang selama ini ditawarkan benar-benar bermanfaat, bernilai, dan dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat.

2. Redefining Productivity in Value Chain

Perusahaan perlu bertanya, apakah bisnisnya secara simultan dapat meningkatkan produktivitas serta kemampuan sosial, lingkungan, dan ekonomi dari segi value chain.

Produktivitas dapat ditingkatkan dengan meminimalkan risiko serta memitigasi persoalan sosial maupun kondisi eksternal. Upaya mendongkrak produktivitas ini tentu melibatkan seluruh pihak. Mulai dari sumber daya, pemasok, dan karyawan.

3. Local Cluster Development

Menciptakan inovasi sekaligus mendorong produktivitas di segala sektor pastinya sulit diwujudkan sendiri. Perusahaan juga bergantung pada faktor eksternal, seperti lokasi bisnisnya, keberadaan supplier, penyedia jasa, serta infrastruktur logistik.

Atas dasar itulah, perusahaan semestinya mengembangkan klaster industri pendukung di sekitar lokasi. Porter dan Kramer juga meminta perusahaan untuk memperbaiki lingkungan eksternal, berinvestasi dalam kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ekonomi warga setempat.

***

CSV Dorong Kemandirian

Laba yang diperoleh perusahaan sembari melibatkan masyarakat dengan perusahaan yang mengabaikan dimensi sosial tentulah berbeda.

Perusahaan yang menerapkan CSV bukan hanya meningatkan nilai-nilai kompetitif usaha, melainkan secara bersamaan mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Kehadiran konsep CSV diharapkan dapat memberantas kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan kesehatan, menjamin daya dukung lingkungan hidup, serta meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan.

Belum Memiliki Sertifikat Halal? Begini Cara Mendapatkannya!

Belum Memiliki Sertifikat Halal? Begini Cara Mendapatkannya!

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, mayoritas masyarakat Indonesia cenderung memilih produk yang jelas kehalalannya. Hal ini membuat produk berlogo halal lebih banyak diminati konsumen.

Terlebih, dengan berlakunya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, produk tertentu yang dipasarkan di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal. Pemerintah juga telah meluncurkan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2021 dalam upaya mempercepat proses sertifikasi halal di Indonesia.

Ingin mendapatkan sertifikasi halal? Berikut 7 tahapan yang harus dilalui beserta persyaratannya!

1. Memahami dan Mengikuti Pelatihan Sertifikasi Sistem Jaminan Halal (SJH)

Perusahaan maupun UMKM yang hendak mengajukan sertifikasi halal harus memahami isi dari Halal Assurance System (HAS) 23000. Di dalamnya terdapat 11 kriteria Sistem Jaminan Halal yang wajib dipenuhi terlebih dahulu. Tidak terkecuali kewajiban mengikuti pelatihan dari LPPOM MUI. Informasi lebih lengkap mengenai HAS 23000 dapat diakses melalui link berikut: HAS 23000.

2. Menerapkan Sistem Jaminan Halal

Setelah mengenal dan memahami kriteria SJH di dalam HAS 23000, selanjutnya pemohon diharuskan menerapkan sistem tersebut. Mulai dari pembentukan Tim Manajemen Halal, melaksanakan internal audit, hingga menyiapkan segala prosedur yang berhubungan dengan SJH.

3. Melakukan Pendaftaran dan Menyiapkan Dokumen Sertifikasi Halal

Kabar baik, mengurus sertifikasi halal dapat dilakukan secara online. Pendaftaran pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Melakukan pendaftaran secara online melalui situs https://ptsp.halal.go.id.
  • Melengkapi data yang diminta, termasuk status sertifikasi yang diajukan (apakah pengajuan baru, pengembangan, atau perpanjangan).
  • Mengisi status SJH jika ada, memilih kelompok produk yang akan disertifikasi, dan melengkapi berkas-berkas lain yang diminta.
  • Melengkapi dan mengunggah dokumen. Di antaranya, daftar produk, daftar bahan dan dokumen bahan, daftar penyembelihan (khusus RPH), matriks produk, manual SJH, diagram alur proses, daftar alamat fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal, serta bukti audit internal.
  • Jangan lupa mengecek kelengkapan berkas.

4. Melakukan Monitoring Pre-Aduit dan Membayar Biaya Akad

Laksanakan monitoring secara rutin untuk memastikan seluruh data yang diunggah telah sesuai. Berikutnya, segera membayar biaya pendaftaran dan akad melalui bendahara LPPOM MUI. Biaya ini mencakup fee audit, biaya penilaian implementasi Sistem Jaminan Halal, ongkos sertifikasi, serta biaya terkait kebutuhan publikasi di Jurnal Halal.

Untuk melakukan pembayaran, silakan mengundung dokumen akad di aplikasi Cerol. Bayarlah sesuai jumlah yang tertera, lalu melakukan penandatanganan akad. Terakhir, dapatkan persetujuan bendahara LPPOM MUI dengan menghubungi via email bendaharalppom@halalmui.org.

5. Proses Audit

Memasuki tahap ini, LPPOM MUI akan melakukan audit di semua fasilitas yang berhubungan dengan proses produksi dari barang/produk yang akan disertifikasi. Termasuk bagian dapur maupun tempat penyembelihan jika ada.

6. Monitoring Pasca-Audit

Setelah proses audit selesai, pastikanlah bahwa hasil audit sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Tidak kurang dan tidak dilebih-lebihkan. Monitoring ini bertujuan agar pemohon dapat segera melakukan perbaikan apabila ada ketidaksesuaian pada hasil audit.

7. Mendapatkan Sertifikat Halal

Alhamdulillah, semua proses telah dilalui dan kini sertifikat halal berhasil diperoleh. Pemohon dapat mengunduh sertifikat halal melalui menu download. Jika membutuh versi cetaknya, pemohon bisa meminta agar sertifikat tersebut dikirimkan ke alamat rumah atau perusahaan.

Umumnya, proses pengajuan sertifikasi halal memakan waktu sekitar 21 hari. Terhitung sejak pemohon mendaftarkan pengajuan sampai sertifikat halal keluar.

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Penyelengaraan Jaminan Produk Halal pada Kementerian Agama menyebut, biaya sertifikasi produk halal di BPJPH sekitar Rp300 ribu – Rp5 juta. Namun untuk pelaku UMKM, tarifnya menjadi Rp0 alias GRATIS.

 

Bio Farma Gandeng ID Food Gelar Seminar Wirausaha Muda Syariah

Bio Farma Gandeng ID Food Gelar Seminar Wirausaha Muda Syariah

PT Bio Farma (Persero) menggaet PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food untuk menyelenggarakan Seminar Nasional Wirausaha Muda Syariah (WMS) Berbasis Halal Tahun 2021, Kamis (3/2/2022).

Acara yang diadakan secara hybrid itu memiliki tema  “Pengembangan Ekonomi Syariah Kepada Wirausaha Muda dalam Mendukung Keberlanjutan dan Kemandirian”.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Wakil Menteri 1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Mansury. Dilanjutkan oleh SEVP Human Capital Compliance PT Bio Farma (Persero) Disril Revolin serta Direktur Utama ID Food Arief Prasetyo Adi.

Masuk ke sesi utama, materi seminar diawali motivasi dari Edvan M Kautsar mengenai growth mindset.

“Bahkan diibaratkan kalau kita seorang pelari, sekalipun kehilangan kaki, tapi kalau kita ingat alasan-alasan besar atau big why dalam hidup kita, kita akan tetap berlari sekalipun kita tak memiliki kaki,” ujarnya saat menyampaikan materi bertajuk Menjadi Seorang Entrepreneur Sukses dengan Growth Mindset.

Berikutnya, seminar berturut-turut diisi oleh Shanty Apriyanti Leksono yang membawakan materi Mewujudkan Bisnis Syariah yang Profitable dan Sustainable, Sheyla Taradia Habib dengan materi Membangun dan Mengoptimalkan Branding Produk & Jasa.

Selanjutnya ada A Umar yang menyampaikan perihal Menjamin Aspek Kehalalan pada Produk dan Jasa Usaha, serta Karunia Ika yang menyajikan materi Cara Mudah dan Praktis Mendapatkan Sertifikat PIRT.

Seminar yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FBE) Universitas Indonesia ini disiarkan pula secara langsung lewat platform Zoom serta channel Youtube Bio Farma dan ID Food Official.

Sebanyak lebih dari 4.500 peserta dari kalangan mahasiswa dan UMKM menghadiri seminar ini, yang kemudian ditutup dengan sosialisasi mengenai Kompetisi Wirausaha Muda Syariah.

Para peserta yang mendaftar kompetisi tersebut nantinya akan memperebutkan hadiah berupa pengurusan PIRT dan sertifikat halal MUI gratis dari BUMN.