Perubahan iklim, bencana, tekanan ekonomi, dan perubahan sosial dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Karena itu, program CSR dan TJSL perlu melihat kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Perusahaan tidak hanya perlu membantu masyarakat ketika masalah terjadi. Lebih dari itu, perusahaan dapat membantu masyarakat membangun kemampuan untuk menghadapi perubahan.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai community resilience atau ketahanan masyarakat.
Apa Itu Ketahanan Masyarakat?
Ketahanan masyarakat adalah kemampuan masyarakat untuk menghadapi tekanan, beradaptasi dengan perubahan, dan kembali pulih setelah mengalami gangguan.
Gangguan tersebut dapat berasal dari berbagai kondisi.
Misalnya:
- bencana alam;
- perubahan iklim;
- krisis ekonomi;
- gangguan mata pencaharian;
- perubahan lingkungan;
- keterbatasan akses pangan;
- atau perubahan sosial.
Masyarakat yang memiliki kapasitas lebih kuat akan lebih siap menghadapi kondisi tersebut.
Karena itu, ketahanan masyarakat dapat menjadi salah satu perspektif dalam penyusunan program CSR dan TJSL.
Mengapa Ketahanan Masyarakat Penting bagi Perusahaan?
Perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki hubungan yang saling berkaitan.
Ketika kondisi masyarakat stabil, hubungan sosial dengan perusahaan juga dapat menjadi lebih baik.
Sebaliknya, ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi atau lingkungan, perusahaan dapat ikut terdampak.
Misalnya, bencana dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi tenaga kerja, rantai pasok lokal, maupun hubungan perusahaan dengan stakeholder.
Karena itu, program CSR dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sebelum risiko tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
CSR Tidak Harus Menunggu Masalah Terjadi
Program CSR sering kali muncul sebagai respons terhadap masalah.
Ketika terjadi bencana, perusahaan memberikan bantuan.
Ketika masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, perusahaan memberikan dukungan.
Pendekatan tersebut tetap penting.
Namun, CSR juga dapat memiliki fungsi preventif.
Perusahaan dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri sebelum risiko terjadi.
Contohnya adalah:
- pelatihan kesiapsiagaan bencana;
- pengembangan mata pencaharian alternatif;
- penguatan UMKM;
- ketahanan pangan;
- konservasi lingkungan;
- pengelolaan sumber daya lokal;
- serta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, program tidak hanya memberikan bantuan.
Program juga membangun kemampuan masyarakat.
1. Perkuat Ketahanan Ekonomi
Ketahanan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam community resilience.
Masyarakat yang hanya bergantung pada satu sumber pendapatan dapat lebih rentan ketika terjadi perubahan.
Karena itu, program CSR dapat membantu masyarakat mengembangkan sumber ekonomi alternatif.
Contohnya:
Pelatihan keterampilan → pengembangan produk → akses pasar → peningkatan pendapatan
Program juga dapat diarahkan pada penguatan UMKM, koperasi, kelompok usaha, atau ekonomi berbasis potensi lokal.
Tujuannya bukan sekadar memberikan modal.
Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengelola usaha secara mandiri.
2. Bangun Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan juga dapat menjadi bagian dari program CSR.
Perusahaan dapat mendukung masyarakat melalui:
- pertanian berkelanjutan;
- urban farming;
- hidroponik;
- pengembangan kebun masyarakat;
- peternakan;
- perikanan;
- atau pengolahan pangan lokal.
Program tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan.
Pendekatan seperti ini sudah diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan di Indonesia.
Salah satu contohnya adalah pengembangan Integrated Farming dalam program TJSL AirNav Indonesia yang didampingi PT Sinergi Inta Waana. Program tersebut menggabungkan ketahanan pangan, penguatan ekonomi, dan praktik pertanian berkelanjutan. (Sinergi Indonesia)
3. Tingkatkan Kapasitas Masyarakat
Ketahanan tidak hanya membutuhkan fasilitas.
Masyarakat juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan.
Karena itu, pelatihan dapat menjadi bagian penting dari program.
Materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
Misalnya:
- pelatihan kewirausahaan;
- pengelolaan keuangan;
- pertanian;
- pengelolaan lingkungan;
- kesiapsiagaan bencana;
- digital marketing;
- pengembangan pariwisata;
- atau keterampilan kerja.
Namun, pelatihan sebaiknya tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Pendampingan tetap dibutuhkan agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan.
4. Libatkan Masyarakat Sejak Awal
Program ketahanan masyarakat tidak dapat dibuat hanya dari perspektif perusahaan.
Masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan.
Perusahaan perlu mengetahui:
- risiko yang dihadapi masyarakat;
- sumber daya yang tersedia;
- kelompok yang paling rentan;
- potensi ekonomi lokal;
- serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Dengan demikian, program dapat disusun berdasarkan kondisi nyata.
Pendekatan ini juga membuat masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap program.
5. Hubungkan Program dengan Kondisi Lokal
Setiap wilayah memiliki risiko yang berbeda.
Wilayah pesisir dapat menghadapi persoalan abrasi, perubahan iklim, atau perubahan mata pencaharian.
Wilayah pertanian dapat menghadapi perubahan cuaca, keterbatasan air, atau perubahan harga komoditas.
Sementara itu, masyarakat perkotaan dapat menghadapi persoalan sampah, kepadatan penduduk, dan tekanan ekonomi.
Karena itu, program CSR perlu disesuaikan dengan karakter wilayah.
Satu model program tidak selalu dapat diterapkan di semua tempat.
6. Siapkan Program yang Berkelanjutan
Ketahanan masyarakat tidak dapat dibangun melalui program jangka pendek.
Perusahaan perlu memikirkan apa yang terjadi setelah pendampingan selesai.
Misalnya:
Siapa yang mengelola program?
Dari mana biaya operasional berasal?
Apakah masyarakat sudah memiliki keterampilan?
Apakah ada pasar atau jaringan pendukung?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab sejak awal.
Dengan begitu, program memiliki peluang lebih besar untuk terus berjalan.
7. Ukur Perubahan yang Terjadi
Program ketahanan masyarakat juga membutuhkan indikator.
Perusahaan dapat mengukur beberapa perubahan, seperti:
- peningkatan pendapatan;
- jumlah usaha yang bertahan;
- peningkatan keterampilan;
- peningkatan akses pangan;
- peningkatan partisipasi masyarakat;
- kemampuan menghadapi risiko;
- atau terbentuknya kelompok masyarakat yang mandiri.
Indikator tersebut membantu perusahaan melihat perkembangan program.
Program pun tidak hanya dinilai dari jumlah kegiatan yang terlaksana.
Peran CSR dalam Membangun Masyarakat yang Lebih Tangguh
Pendekatan berbasis ketahanan masyarakat memberikan perspektif baru dalam pelaksanaan CSR dan TJSL.
Program tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan masalah saat ini.
Program juga perlu membantu masyarakat menghadapi kemungkinan perubahan di masa depan.
Karena itu, perusahaan dapat menghubungkan CSR dengan beberapa agenda sekaligus.
Pemberdayaan masyarakat + ketahanan ekonomi + lingkungan + peningkatan kapasitas = masyarakat yang lebih tangguh.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan perkembangan CSR yang semakin menekankan dampak jangka panjang dan keberlanjutan.
Bagaimana PT Sinergi Inta Waana Mendukung Program Berbasis Ketahanan?
Membangun ketahanan masyarakat membutuhkan proses yang terstruktur.
Perusahaan perlu memahami kondisi wilayah sebelum menentukan program.
PT Sinergi Inta Waana dapat membantu perusahaan melalui pendekatan yang mencakup pemetaan sosial, identifikasi kebutuhan, penyusunan program, pemberdayaan masyarakat, monitoring, evaluasi, hingga pengukuran dampak.
Pendekatan tersebut memungkinkan program disusun berdasarkan kondisi nyata masyarakat.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan.
Perusahaan juga dapat membangun kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan.
Saatnya CSR Melihat Masa Depan
CSR dan TJSL memiliki peluang yang lebih besar ketika program tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini.
Perusahaan dapat melihat risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Kemudian, perusahaan dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri.
Ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, kapasitas masyarakat, dan perlindungan lingkungan dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.
Pada akhirnya, program CSR yang baik bukan hanya membantu masyarakat melewati masalah.
Program yang baik juga membantu masyarakat memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan berikutnya.





