Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru: Pemasangan Listrik 900 kWh untuk Mendukung Pertanian Terpadu Berkelanjutan

Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru: Pemasangan Listrik 900 kWh untuk Mendukung Pertanian Terpadu Berkelanjutan

Pemasangan Listrik 900 kWh Menjadi Infrastruktur Strategis Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Dalam sektor pertanian terpadu (integrated farming), keberadaan listrik menjadi kebutuhan utama untuk menunjang operasional berbagai fasilitas, mulai dari greenhouse, sistem pengairan, hingga penggunaan peralatan pertanian modern.

Melalui Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru, AirNav Indonesia menghadirkan pemasangan listrik 900 kWh sebagai bagian dari pengadaan sarana dan prasarana program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini dirancang untuk mendukung produktivitas masyarakat sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian terpadu yang efisien, modern, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program ini didampingi oleh PT Sinergi Inta Waana sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL BUMN, yang berperan dalam penyusunan program, pendampingan implementasi, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan laporan keberlanjutan. Kolaborasi ini memastikan setiap kegiatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan sesuai prinsip ESG dan kebijakan TJSL BUMN.


Infrastruktur Kelistrikan sebagai Penunjang Integrated Farming

Konsep Integrated Farming menggabungkan berbagai aktivitas pertanian, peternakan, dan pengelolaan sumber daya dalam satu sistem yang saling terintegrasi. Agar seluruh sistem dapat berjalan secara optimal, diperlukan dukungan infrastruktur dasar yang memadai, salah satunya adalah jaringan listrik.

Listrik menjadi sumber energi utama yang mendukung operasional berbagai fasilitas, seperti:

  • greenhouse hidroponik;
  • sistem irigasi dan pompa air;
  • penerangan kawasan;
  • peralatan pengolahan pakan ternak;
  • aktivitas operasional pertanian lainnya.

Dengan tersedianya pasokan listrik yang stabil, seluruh kegiatan budidaya dapat berjalan lebih efisien dan produktif.


Realisasi Pemasangan Listrik 900 kWh

Sebagai bagian dari pengadaan sarana dan prasarana Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru, telah dilakukan pemasangan jaringan listrik dengan kapasitas 900 kWh.

Realisasi pekerjaan meliputi:

  • instalasi sistem kelistrikan;
  • pemasangan lampu penerangan;
  • pemasangan kabel listrik sepanjang 150 meter;
  • distribusi jaringan listrik menuju area operasional program.

Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas memperoleh suplai listrik yang memadai sehingga mampu mendukung berbagai aktivitas pertanian terpadu secara optimal.


Mendukung Operasional Greenhouse dan Hidroponik

Greenhouse merupakan salah satu fasilitas utama yang dikembangkan dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru. Di dalamnya terdapat sistem hidroponik NFT, instalasi drip system, meja persemaian, serta berbagai sarana produksi yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.

Keberadaan listrik memungkinkan berbagai sistem tersebut beroperasi dengan baik sehingga proses budidaya tanaman menjadi lebih efektif dan efisien. Selain meningkatkan produktivitas, kondisi ini juga mendukung penerapan pertanian modern yang lebih ramah lingkungan.


Menunjang Sistem Pengairan Terpadu

Selain greenhouse, jaringan listrik juga mendukung operasional sistem pengairan yang menjadi komponen penting dalam pertanian terpadu.

Air berasal dari sumur gali yang kemudian didistribusikan menggunakan instalasi perpipaan dan mesin pompa menuju area budidaya tanaman. Dengan dukungan listrik yang stabil, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi secara tepat waktu sehingga pertumbuhan tanaman berlangsung lebih optimal.


Meningkatkan Efisiensi Operasional Program

Penyediaan listrik 900 kWh memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan efisiensi kegiatan di lapangan.

Berbagai peralatan yang memanfaatkan energi listrik antara lain:

  • mesin pompa air;
  • mesin pencacah pakan dan pupuk;
  • sistem penerangan kawasan;
  • peralatan operasional pertanian lainnya.

Dengan dukungan tersebut, proses kerja menjadi lebih cepat, biaya operasional lebih efisien, dan produktivitas masyarakat meningkat secara signifikan.


Kolaborasi AirNav Indonesia dan PT Sinergi Inta Waana dalam Membangun Dampak Berkelanjutan

Keberhasilan Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh proses perencanaan dan pendampingan yang terstruktur.

Sebagai konsultan CSR, TJSL BUMN, dan SDGs, PT Sinergi Inta Waana berperan mendampingi AirNav Indonesia dalam memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan selaras dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-5/MBU/04/2021 tentang Program TJSL BUMN. Pendekatan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, penyusunan desain program, implementasi kegiatan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan laporan akhir program.

Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan infrastruktur seperti pemasangan listrik tidak hanya menjadi bantuan fisik, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.


Dampak Positif bagi Masyarakat

Pemasangan listrik 900 kWh memberikan berbagai manfaat nyata bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar, di antaranya:

  • meningkatkan produktivitas pertanian;
  • mendukung operasional greenhouse dan peternakan;
  • memperlancar sistem pengairan;
  • meningkatkan keamanan melalui penerangan kawasan;
  • mengoptimalkan penggunaan teknologi pertanian;
  • memperkuat keberlanjutan Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru.

Infrastruktur kelistrikan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan kawasan pertanian terpadu yang produktif, efisien, dan berdaya saing.


Penutup

Pemasangan listrik 900 kWh merupakan salah satu infrastruktur strategis dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru yang mendukung operasional pertanian terpadu secara berkelanjutan. Melalui penyediaan instalasi listrik, lampu penerangan, dan jaringan kabel sepanjang 150 meter, AirNav Indonesia menghadirkan fasilitas yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat produktivitas masyarakat.

Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan mitra pelaksana yang memiliki kompetensi dalam pengembangan program sosial. Sebagai jasa konsultan CSR, TJSL BUMN, ESG, Social Mapping, Monitoring dan Evaluasi, SROI, serta Sustainability Reporting, PT Sinergi Inta Waana berkomitmen mendampingi perusahaan dalam merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan.

 

Pembangunan Kandang Ternak melalui Program TJSL AirNav Banjarbaru untuk Mendukung Peternakan Berkelanjutan

Pembangunan Kandang Ternak melalui Program TJSL AirNav Banjarbaru untuk Mendukung Peternakan Berkelanjutan

Pembangunan Kandang Ternak Menjadi Fondasi Program Integrated Farming

Pembangunan kandang ternak merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem peternakan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. Dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru Tahun 2024, pembangunan Livestock House menjadi bagian penting dari pengembangan integrated farming yang menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Program ini merupakan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian terpadu. Pembangunan kandang ternak menjadi salah satu komponen utama untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas ternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

PT Sinergi Inta Waana sebagai Konsultan CSR dan TJSL BUMN

Keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh proses perencanaan, pendampingan, dan evaluasi yang dilakukan secara terukur. Dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru, PT Sinergi Inta Waana berperan sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL BUMN yang mendampingi pelaksanaan program mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi.

Pendampingan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, penyusunan konsep program berbasis integrated farming, pengadaan sarana dan prasarana, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, hingga pengukuran keberhasilan program. Pendekatan ini memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Mengapa Pembangunan Kandang Ternak Penting?

Dalam sistem pertanian terpadu, peternakan memiliki peran yang sangat penting karena mampu mendukung produktivitas sektor pertanian. Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sedangkan hasil pertanian dapat menjadi sumber pakan ternak. Hubungan tersebut menciptakan siklus produksi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui pembangunan kandang ternak yang layak, masyarakat memperoleh fasilitas yang mampu meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak sekaligus mengurangi berbagai risiko yang selama ini dihadapi, seperti cuaca ekstrem, serangan predator, maupun penyakit akibat lingkungan yang kurang higienis.

Tujuan Pembangunan Livestock House

Pembangunan Livestock House dilaksanakan untuk menyediakan tempat pemeliharaan ternak yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Program ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi hewan ternak;
  • melindungi ternak dari hujan, panas, angin kencang, predator, dan risiko penyakit;
  • menciptakan lingkungan pemeliharaan yang sehat sehingga produktivitas ternak meningkat;
  • mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat secara berkelanjutan;
  • memperkuat sistem integrated farming sebagai model pemberdayaan masyarakat.

Spesifikasi Pembangunan Kandang Ternak

Livestock House dibangun dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kenyamanan ternak sehingga mampu menunjang kegiatan peternakan dalam jangka panjang.

SpesifikasiKeterangan
Lebar5 meter
Panjang8 meter
SistemKandang panggung
Tinggi panggung1 meter

Model kandang panggung dipilih karena mampu meningkatkan sirkulasi udara, menjaga kebersihan area pemeliharaan, mengurangi kelembapan, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit. Selain itu, desain ini memudahkan proses pembersihan sehingga aktivitas pemeliharaan menjadi lebih efisien.

Tahapan Pembangunan Kandang Ternak

Pembangunan kandang dilakukan secara bertahap agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan sesuai dengan kebutuhan operasional peternakan.

Persiapan Lokasi

Tahap awal dimulai dengan pembersihan serta pemerataan lahan untuk memastikan pondasi bangunan memiliki tingkat kestabilan yang baik.

Konstruksi Rangka

Kerangka utama kandang dipasang menggunakan material berkualitas sehingga mampu bertahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan mendukung keamanan ternak.

Pemasangan Sistem Panggung

Panggung setinggi satu meter dipasang untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam kandang sekaligus mengurangi kelembapan yang dapat memicu munculnya penyakit.

Pemasangan Atap dan Dinding

Atap dan dinding pelindung dipasang untuk melindungi ternak dari hujan, paparan sinar matahari, maupun angin kencang sehingga kondisi kandang tetap nyaman sepanjang waktu.

Progress Pembangunan dari 0 Persen hingga 100 Persen

Pelaksanaan pembangunan berlangsung secara bertahap dengan progres yang terdokumentasi mulai dari kondisi awal hingga pembangunan selesai sepenuhnya.
Tahapan tersebut meliputi:

  • Sebelum Pembangunan (0%)
  • Progress pembangunan 15%
  • Progress pembangunan 45%
  • Progress pembangunan 50%
  • Progress pembangunan 85%
  • Progress pembangunan 100%

Tahapan progres ini menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kualitas konstruksi pada setiap tahap pekerjaan.

Pengadaan Bibit Kambing sebagai Tahap Lanjutan

Setelah pembangunan kandang selesai, program dilanjutkan dengan pengadaan bibit kambing berkualitas sebagai langkah awal pengembangan populasi ternak.

Sebanyak 8 ekor kambing betina dan 2 ekor kambing jantan ditempatkan di Livestock House setelah melalui proses seleksi kualitas genetik. Komposisi tersebut dirancang untuk mendukung proses pengembangbiakan sehingga populasi ternak dapat berkembang secara optimal.

Selanjutnya, dilakukan pemeliharaan rutin melalui pemberian pakan berkualitas, pemantauan kesehatan, pengawasan proses reproduksi, serta evaluasi berkala untuk memastikan pertumbuhan ternak berjalan sesuai target program.

Dampak Pembangunan Kandang Ternak bagi Masyarakat

Pembangunan kandang ternak memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar penyediaan fasilitas peternakan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan kapasitas ekonomi lokal melalui usaha peternakan yang lebih produktif.

Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:

  • meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak;
  • mengurangi risiko penyakit dan kematian ternak;
  • meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat;
  • mendukung penyediaan pupuk organik bagi sektor pertanian;
  • memperkuat ketahanan pangan lokal;
  • meningkatkan peluang pendapatan masyarakat melalui usaha peternakan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dalam program TJSL dapat memberikan dampak berkelanjutan apabila dirancang sebagai bagian dari sistem pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.

PT Sinergi Inta Waana Siap Mendampingi Program CSR dan TJSL Perusahaan

Sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL BUMN, PT Sinergi Inta Waana memiliki pengalaman dalam merancang dan mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Pendampingan dilakukan secara komprehensif mulai dari social mapping, penyusunan roadmap TJSL, desain program berbasis kebutuhan masyarakat, implementasi kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan Sustainability Report serta pengukuran dampak sosial (Social Return on Investment/SROI).

Dengan pendekatan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ISO 26000, serta Sustainable Development Goals (SDGs), PT Sinergi Inta Waana berkomitmen membantu perusahaan menghadirkan program CSR dan TJSL yang tidak hanya memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Pembangunan kandang ternak dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan langkah awal untuk membangun sistem peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan. Dukungan fasilitas yang memadai, pengadaan bibit ternak berkualitas, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara AirNav Indonesia dan PT Sinergi Inta Waana sebagai konsultan CSR dan TJSL BUMN, program ini berhasil menghadirkan model pemberdayaan masyarakat berbasis integrated farming yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Model seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dalam mengembangkan program CSR dan TJSL yang berorientasi pada dampak jangka panjang.