Pembangunan Kandang Ternak Menjadi Fondasi Program Integrated Farming
Pembangunan kandang ternak merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem peternakan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. Dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru Tahun 2024, pembangunan Livestock House menjadi bagian penting dari pengembangan integrated farming yang menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Program ini merupakan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian terpadu. Pembangunan kandang ternak menjadi salah satu komponen utama untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas ternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
PT Sinergi Inta Waana sebagai Konsultan CSR dan TJSL BUMN
Keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh proses perencanaan, pendampingan, dan evaluasi yang dilakukan secara terukur. Dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru, PT Sinergi Inta Waana berperan sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL BUMN yang mendampingi pelaksanaan program mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi.
Pendampingan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, penyusunan konsep program berbasis integrated farming, pengadaan sarana dan prasarana, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, hingga pengukuran keberhasilan program. Pendekatan ini memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Mengapa Pembangunan Kandang Ternak Penting?
Dalam sistem pertanian terpadu, peternakan memiliki peran yang sangat penting karena mampu mendukung produktivitas sektor pertanian. Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sedangkan hasil pertanian dapat menjadi sumber pakan ternak. Hubungan tersebut menciptakan siklus produksi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui pembangunan kandang ternak yang layak, masyarakat memperoleh fasilitas yang mampu meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak sekaligus mengurangi berbagai risiko yang selama ini dihadapi, seperti cuaca ekstrem, serangan predator, maupun penyakit akibat lingkungan yang kurang higienis.
Tujuan Pembangunan Livestock House
Pembangunan Livestock House dilaksanakan untuk menyediakan tempat pemeliharaan ternak yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Program ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
- menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi hewan ternak;
- melindungi ternak dari hujan, panas, angin kencang, predator, dan risiko penyakit;
- menciptakan lingkungan pemeliharaan yang sehat sehingga produktivitas ternak meningkat;
- mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat secara berkelanjutan;
- memperkuat sistem integrated farming sebagai model pemberdayaan masyarakat.
Spesifikasi Pembangunan Kandang Ternak
Livestock House dibangun dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kenyamanan ternak sehingga mampu menunjang kegiatan peternakan dalam jangka panjang.
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Lebar | 5 meter |
| Panjang | 8 meter |
| Sistem | Kandang panggung |
| Tinggi panggung | 1 meter |
Model kandang panggung dipilih karena mampu meningkatkan sirkulasi udara, menjaga kebersihan area pemeliharaan, mengurangi kelembapan, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit. Selain itu, desain ini memudahkan proses pembersihan sehingga aktivitas pemeliharaan menjadi lebih efisien.
Tahapan Pembangunan Kandang Ternak
Pembangunan kandang dilakukan secara bertahap agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan sesuai dengan kebutuhan operasional peternakan.
Persiapan Lokasi
Tahap awal dimulai dengan pembersihan serta pemerataan lahan untuk memastikan pondasi bangunan memiliki tingkat kestabilan yang baik.
Konstruksi Rangka
Kerangka utama kandang dipasang menggunakan material berkualitas sehingga mampu bertahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan mendukung keamanan ternak.
Pemasangan Sistem Panggung
Panggung setinggi satu meter dipasang untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam kandang sekaligus mengurangi kelembapan yang dapat memicu munculnya penyakit.
Pemasangan Atap dan Dinding
Atap dan dinding pelindung dipasang untuk melindungi ternak dari hujan, paparan sinar matahari, maupun angin kencang sehingga kondisi kandang tetap nyaman sepanjang waktu.
Progress Pembangunan dari 0 Persen hingga 100 Persen
Pelaksanaan pembangunan berlangsung secara bertahap dengan progres yang terdokumentasi mulai dari kondisi awal hingga pembangunan selesai sepenuhnya.
Tahapan tersebut meliputi:
- Sebelum pembangunan (0%)


- Progress pembangunan 15%

- Progress pembangunan 45%

- Progress pembangunan 50%

- Progress pembangunan 85%

- Progress pembangunan 100%

Tahapan progres ini menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kualitas konstruksi pada setiap tahap pekerjaan.
Pengadaan Bibit Kambing sebagai Tahap Lanjutan
Setelah pembangunan kandang selesai, program dilanjutkan dengan pengadaan bibit kambing berkualitas sebagai langkah awal pengembangan populasi ternak.


Sebanyak 8 ekor kambing betina dan 2 ekor kambing jantan ditempatkan di Livestock House setelah melalui proses seleksi kualitas genetik. Komposisi tersebut dirancang untuk mendukung proses pengembangbiakan sehingga populasi ternak dapat berkembang secara optimal.
Selanjutnya, dilakukan pemeliharaan rutin melalui pemberian pakan berkualitas, pemantauan kesehatan, pengawasan proses reproduksi, serta evaluasi berkala untuk memastikan pertumbuhan ternak berjalan sesuai target program.
Dampak Pembangunan Kandang Ternak bagi Masyarakat
Pembangunan kandang ternak memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar penyediaan fasilitas peternakan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan kapasitas ekonomi lokal melalui usaha peternakan yang lebih produktif.
Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak;
- mengurangi risiko penyakit dan kematian ternak;
- meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat;
- mendukung penyediaan pupuk organik bagi sektor pertanian;
- memperkuat ketahanan pangan lokal;
- meningkatkan peluang pendapatan masyarakat melalui usaha peternakan.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dalam program TJSL dapat memberikan dampak berkelanjutan apabila dirancang sebagai bagian dari sistem pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.
PT Sinergi Inta Waana Siap Mendampingi Program CSR dan TJSL Perusahaan
Sebagai jasa konsultan CSR dan TJSL BUMN, PT Sinergi Inta Waana memiliki pengalaman dalam merancang dan mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Pendampingan dilakukan secara komprehensif mulai dari social mapping, penyusunan roadmap TJSL, desain program berbasis kebutuhan masyarakat, implementasi kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan Sustainability Report serta pengukuran dampak sosial (Social Return on Investment/SROI).
Dengan pendekatan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ISO 26000, serta Sustainable Development Goals (SDGs), PT Sinergi Inta Waana berkomitmen membantu perusahaan menghadirkan program CSR dan TJSL yang tidak hanya memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Pembangunan kandang ternak dalam Program Kampung BETTER AirNav Banjarbaru menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan langkah awal untuk membangun sistem peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan. Dukungan fasilitas yang memadai, pengadaan bibit ternak berkualitas, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara AirNav Indonesia dan PT Sinergi Inta Waana sebagai konsultan CSR dan TJSL BUMN, program ini berhasil menghadirkan model pemberdayaan masyarakat berbasis integrated farming yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Model seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dalam mengembangkan program CSR dan TJSL yang berorientasi pada dampak jangka panjang.












