Mengenal Apa itu SROI (Social Return on Investment)

Mengenal Apa itu SROI (Social Return on Investment)

Pengertian SROI

SROI, atau Social Return on Investment, adalah sebuah metode pengukuran yang digunakan untuk menilai dampak sosial dan lingkungan dari suatu proyek, program, atau investasi. Tujuannya adalah untuk mengukur nilai-nilai sosial yang dihasilkan oleh suatu kegiatan dengan membandingkannya dengan investasi yang dikeluarkan. SROI membantu dalam mengidentifikasi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dari suatu inisiatif, sehingga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang lebih informasional dan berkelanjutan dalam mengalokasikan sumber daya.

Pengertian SROI dari Perspektif CSR

  • SROI (Social Return on Investment) dari perspektif Corporate Social Responsibility (CSR) mengacu pada penggunaan metode pengukuran yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi dalam menilai dan mengukur dampak sosial positif yang dihasilkan dari inisiatif CSR mereka.
  • Dalam konteks CSR, SROI membantu perusahaan untuk mengukur dan memahami nilai sosial yang dihasilkan dari investasi mereka dalam berbagai program atau kegiatan yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat atau lingkungan.
  • Dengan menggunakan SROI, perusahaan dapat memahami secara lebih komprehensif bagaimana inisiatif CSR mereka memengaruhi pihak-pihak terkait dan lingkungan, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam perencanaan dan alokasi sumber daya CSR mereka. Ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih transparan dalam melaporkan dampak sosial positif kepada para pemangku kepentingan mereka.

Mengapa Program CSR Harus Menerapkan SROI?

Penerapan SROI (Social Return on Investment) dalam praktik Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki beberapa alasan penting:

  • Pengukuran Dampak yang Lebih Komprehensif: SROI memungkinkan perusahaan untuk mengukur dampak sosial secara lebih komprehensif daripada metode pengukuran lainnya. Ini tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga aspek-aspek sosial dan lingkungan dari inisiatif CSR. Hal ini membantu perusahaan memahami nilai sebenarnya yang dihasilkan dari investasi CSR mereka.
  • Pengambilan Keputusan yang Lebih Informatif: Dengan SROI, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih informasional dalam perencanaan dan alokasi sumber daya CSR mereka. Mereka dapat mengidentifikasi program atau proyek yang paling efektif dalam mencapai tujuan CSR mereka dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih bijak.
  • Transparansi dan Akuntabilitas: SROI juga membantu meningkatkan transparansi perusahaan dalam pelaporan dampak sosial mereka kepada pemangku kepentingan. Ini memungkinkan perusahaan untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas dan memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat, investor, dan regulator.
  • Mendorong Inovasi: Dengan memantau dan mengevaluasi dampak secara sistematis, perusahaan dapat mengidentifikasi area di mana mereka dapat meningkatkan inisiatif CSR mereka. Hal ini mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan dalam praktik CSR.
  • Membangun Legitimasi dan Reputasi: Penerapan SROI dapat membantu perusahaan membangun legitimasi dan reputasi yang kuat dalam hal CSR. Ketika perusahaan dapat membuktikan bahwa investasi mereka menghasilkan dampak sosial positif yang nyata, ini dapat meningkatkan citra mereka di mata masyarakat dan pemangku kepentingan.

Bagaimana Persiapan Penerapan SROI dalam Program CSR?

Persiapan untuk menerapkan SROI (Social Return on Investment) dalam program CSR memerlukan beberapa langkah penting. Berikut adalah panduan singkat tentang persiapan yang perlu Anda lakukan:

Tentukan Tujuan dan Sasaran SROI:

  • Identifikasi tujuan utama dari program CSR Anda. Apa yang ingin Anda capai dengan program ini?
  • Tetapkan sasaran khusus yang ingin dicapai, baik dalam hal dampak sosial maupun ekonomi.

Identifikasi Indikator dan Metrik:

  • Tentukan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program Anda.
  • Pilih metrik yang sesuai untuk mengukur setiap indikator, misalnya, angka statistik, angka keuangan, atau unit fisik.

Identifikasi Kelompok Sasaran:

  • Identifikasi kelompok masyarakat atau pemangku kepentingan yang akan mendapatkan dampak dari program CSR Anda.
  • Pahami kebutuhan dan harapan mereka terhadap program ini.

Kumpulkan Data Awal:

  • Kumpulkan data dasar yang diperlukan untuk memahami situasi awal sebelum pelaksanaan program CSR.
  • Data ini dapat mencakup statistik sosial dan ekonomi, kondisi lingkungan, dan indikator terkait lainnya.

Desain Program:

  • Buat rancangan program CSR yang jelas, termasuk langkah-langkah yang akan diambil, sumber daya yang akan dialokasikan, dan waktu pelaksanaan.
  • Pastikan bahwa program ini sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Implementasi Program:

  • Jalankan program CSR sesuai dengan rencana yang telah Anda buat.
  • Selama pelaksanaan, dokumentasikan semua kegiatan, pengeluaran, dan pencapaian yang terkait dengan program.

Evaluasi Dampak:

  • Setelah program berjalan, lakukan evaluasi dampak dengan mengumpulkan data tentang hasil yang telah dicapai.
  • Gunakan data ini untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang telah dihasilkan oleh program.

Hitung SROI:

  • Gunakan data evaluasi dampak untuk menghitung SROI. Ini melibatkan perbandingan antara nilai manfaat yang dihasilkan dengan investasi yang dikeluarkan.
  • Perhitungan SROI dapat melibatkan analisis biaya-nutrisi, analisis perbandingan, dan pengukuran dampak langsung maupun tidak langsung.

Laporan dan Komunikasi:

  • Buat laporan SROI yang jelas dan mudah dimengerti untuk membagikan temuan Anda kepada pemangku kepentingan.
  • Komunikasikan dampak positif yang telah dicapai oleh program CSR Anda.

Perbaikan Berkelanjutan:

  • Gunakan hasil SROI dan temuan evaluasi untuk memperbaiki program CSR Anda.
  • Tinjau dan perbarui tujuan, strategi, dan metrik sesuai kebutuhan.

Strategi Penting dalam Penerapan SROI dalam CSR

Penetapan Tujuan yang Jelas dalam SROI:

Penting untuk memiliki tujuan yang jelas dan terukur dalam program CSR Anda. Tentukan apa yang ingin Anda capai dengan program tersebut, baik dari segi dampak sosial maupun ekonomi.

Identifikasi dan Prioritasi Stakeholder:

  • Identifikasi semua pihak yang terlibat atau terpengaruh oleh program CSR Anda. Ini termasuk kelompok masyarakat, karyawan, konsumen, dan lainnya.
  • Prioritaskan pemangku kepentingan yang paling relevan dan signifikan untuk program CSR Anda.

Pengukuran Dampak Sosial yang Komprehensif:

  • Pilih indikator dan metrik yang sesuai untuk mengukur dampak sosial yang dihasilkan oleh program CSR Anda.
  • Pastikan pengukuran mencakup dampak sosial langsung dan tidak langsung serta dampak jangka pendek dan panjang.

Pengukuran Dampak Ekonomi yang Akurat:

  • Tentukan bagaimana Anda akan mengukur dampak ekonomi dari program CSR, termasuk pengaruhnya terhadap laba, pendapatan, dan biaya.
  • Gunakan data keuangan yang akurat dan relevan dalam perhitungan SROI.

Identifikasi Nilai Moneter:

Terjemahkan dampak sosial dan lingkungan menjadi nilai moneter ketika memungkinkan. Ini dapat melibatkan analisis biaya-nutrisi (cost-benefit analysis) atau penentuan nilai sosial ekonomi tertentu.

Analisis Perbandingan:

Bandingkan nilai manfaat yang dihasilkan oleh program CSR dengan investasi yang dikeluarkan. Ini adalah langkah kunci dalam perhitungan SROI.

Keterlibatan Pemangku Kepentingan:

  • Melibatkan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program CSR. Dapatkan masukan dan umpan balik dari mereka.
  • Komunikasikan temuan SROI kepada pemangku kepentingan untuk menjaga transparansi.

Penggunaan Data Valid:

  • Pastikan bahwa data yang digunakan dalam perhitungan SROI adalah valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Lakukan audit data jika diperlukan untuk memastikan keandalan hasil SROI.

Komunikasi Dampak Sosial dan Ekonomi:

  • Buat laporan yang jelas dan komunikatif mengenai dampak sosial dan ekonomi dari program CSR Anda.
  • Gunakan narasi yang kuat untuk menjelaskan bagaimana program Anda memberikan manfaat kepada masyarakat dan perusahaan.

Evaluasi Berkelanjutan:

  • Teruslah mengukur dan mengevaluasi dampak program CSR Anda secara berkala.
  • Gunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki program dan strategi CSR Anda.

Rumus Menghitung SROI

Rumus umum untuk menghitung Social Return on Investment (SROI) adalah:

rumus sroi

Di dalam rumus ini:

Nilai Manfaat Bersih (Benefit) adalah total nilai positif yang dihasilkan oleh program atau proyek CSR dalam bentuk dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Nilai ini biasanya dinyatakan dalam bentuk uang atau nilai moneternya.

Biaya Investasi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan program CSR, termasuk pengeluaran untuk sumber daya, tenaga kerja, dan semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Hasil dari perhitungan SROI akan memberikan gambaran tentang berapa kali nilai manfaat bersih melebihi biaya investasi. Nilai yang lebih tinggi dari 1 menunjukkan bahwa program CSR menghasilkan manfaat positif yang melebihi biayanya. Misalnya, jika hasil perhitungan SROI adalah 2, itu berarti setiap satu unit mata uang yang diinvestasikan dalam program CSR menghasilkan dua unit mata uang dalam manfaat bersih. SROI yang lebih tinggi dianggap lebih baik karena menunjukkan investasi yang lebih efisien dan berdampak positif yang lebih besar.

Apa itu CSR dan Fungsinya

Apa itu CSR dan Fungsinya

Apa Itu CSR

CSR adalah singkatan dari Corporate Social Responsibility, yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.” CSR mengacu pada praktik bisnis yang mendorong perusahaan untuk mengambil tanggung jawab terhadap dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari operasi mereka. Definisi CSR dapat bervariasi, tetapi secara umum, CSR adalah konsep yang menggambarkan bagaimana perusahaan berusaha untuk mencapai keseimbangan antara mencari keuntungan ekonomi dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Definisi CSR dapat mencakup berbagai aspek, seperti:

Pertanggungjawaban terhadap Masyarakat: CSR melibatkan perusahaan dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tempat mereka beroperasi. Ini bisa mencakup investasi dalam proyek-proyek sosial, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Pertanggungjawaban terhadap Lingkungan: Perusahaan diharapkan untuk meminimalkan dampak negatif mereka terhadap lingkungan dan, jika mungkin, berkontribusi pada perlindungan dan pemulihan lingkungan. Ini bisa termasuk praktik ramah lingkungan, penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, dan dukungan terhadap upaya pelestarian alam.

Pertanggungjawaban terhadap Karyawan: CSR juga melibatkan perhatian terhadap kesejahteraan dan kondisi kerja karyawan perusahaan. Ini termasuk memberikan gaji dan manfaat yang adil, memastikan keselamatan kerja, dan menyediakan peluang pengembangan.

Pertanggungjawaban terhadap Pemangku Kepentingan (Stakeholders): Perusahaan diharapkan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pelanggan, pemasok, dan masyarakat setempat, untuk memahami dan memenuhi harapan mereka terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan.

Apakah Semua Perusahaan Wajib Melakukan CSR?

CSR biasanya merupakan inisiatif yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah sebuah perusahaan akan memilih untuk menerapkan CSR atau tidak:

Ukuran dan Sifat Bisnis: Perusahaan besar dengan sumber daya yang lebih besar seringkali memiliki lebih banyak kesempatan dan sumber daya untuk terlibat dalam CSR. Mereka juga lebih mungkin diperhatikan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan, sehingga memiliki insentif yang lebih besar untuk melakukan CSR. Di sisi lain, usaha kecil dan menengah mungkin memiliki keterbatasan sumber daya untuk berinvestasi secara signifikan dalam CSR.

Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: Di beberapa negara atau sektor industri tertentu, pemerintah dapat mewajibkan perusahaan untuk melaksanakan aktivitas CSR tertentu, seperti pelaporan keberlanjutan atau keterlibatan dalam proyek-proyek sosial tertentu. Ini berarti bahwa dalam kasus-kasus tertentu, perusahaan mungkin diwajibkan untuk melakukan CSR.

Tekanan Publik dan Pemangku Kepentingan: Perusahaan seringkali merespons tekanan dari masyarakat, pelanggan, investor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan CSR. Jika perusahaan dianggap tidak bertanggung jawab secara sosial atau lingkungan, ini dapat berdampak negatif pada reputasi mereka. Sebagai hasilnya, perusahaan mungkin memilih untuk melakukan CSR untuk menjaga atau memperbaiki citra mereka.

Nilai dan Kepemimpinan Perusahaan: Nilai dan budaya perusahaan juga dapat memainkan peran besar dalam menentukan apakah mereka akan melakukan CSR. Beberapa perusahaan memiliki komitmen mendalam terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari identitas mereka, sementara yang lain mungkin lebih fokus pada keuntungan ekonomi semata.

Apa Pentingnya Corporate Social Responsibility bagi Perusahaan?

Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa CSR penting bagi perusahaan:

Meningkatkan Reputasi: Praktik CSR yang baik dapat membantu meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketika perusahaan terlihat berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan, ini dapat menghasilkan citra yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dukungan dari Pemangku Kepentingan: Melalui CSR, perusahaan dapat memperoleh dukungan lebih besar dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor, pelanggan, pemasok, dan karyawan. Pemangku kepentingan yang merasa perusahaan bertanggung jawab secara sosial cenderung lebih setia dan mendukung perusahaan dalam jangka panjang.

Mengurangi Risiko Hukum dan Reputasi: Melalui praktik CSR yang baik, perusahaan dapat menghindari risiko hukum dan reputasi. Ini termasuk mematuhi regulasi lingkungan dan sosial yang berlaku serta menghindari skandal atau kontroversi yang dapat merusak citra perusahaan.

Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Efisiensi: Beberapa inisiatif CSR, seperti penggunaan sumber daya yang lebih efisien atau pengurangan limbah, dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional. Ini dapat berdampak positif pada profitabilitas perusahaan.

Akses ke Sumber Daya dan Modal: Perusahaan yang terlibat dalam CSR dengan baik dapat lebih mudah mengakses modal tambahan dan sumber daya, termasuk investasi berkelanjutan, bantuan pemerintah, dan dukungan dari lembaga keuangan.

Menghadapi Perubahan Lingkungan Bisnis: Dunia bisnis terus berubah, dan konsumen, investor, dan regulasi semakin mengutamakan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dengan menerapkan CSR, perusahaan dapat memposisikan diri untuk menghadapi perubahan ini dan tetap relevan di pasar.

Kepemimpinan Industri: Dengan menjadi pemimpin dalam CSR, perusahaan dapat mempengaruhi standar industri secara keseluruhan. Ini dapat menciptakan kesempatan untuk menciptakan perubahan positif dalam industri dan menginspirasi pesaing dan mitra bisnis lainnya untuk mengikuti jejak yang sama.

Kontribusi Positif pada Masyarakat dan Lingkungan: Pada tingkat yang lebih besar, CSR membantu perusahaan berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Ini dapat menciptakan manfaat jangka panjang bagi komunitas dan planet kita.

Jenis Corporate Social Responsibility

 Corporate Social Responsibility (CSR) mencakup berbagai jenis inisiatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Berikut adalah beberapa jenis CSR yang umum:

CSR Lingkungan: Ini melibatkan upaya perusahaan untuk mengurangi dampak negatif mereka pada lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian alam. Contoh-contoh termasuk pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan penanaman pohon.

CSR Sosial: CSR sosial fokus pada dukungan kepada masyarakat dan kelompok-kelompok yang membutuhkan. Ini bisa mencakup donasi uang atau barang kepada organisasi amal, program pendidikan, dukungan untuk kesehatan masyarakat, dan bantuan dalam keadaan darurat.

CSR Kesehatan: CSR dalam bidang kesehatan melibatkan upaya perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ini bisa mencakup program-program vaksinasi, akses ke layanan kesehatan, dan dukungan untuk penelitian medis.

CSR Pendidikan: Perusahaan dapat mendukung pendidikan dengan memberikan beasiswa, membangun sekolah, atau menyelenggarakan program-program pelatihan untuk meningkatkan akses pendidikan dan kualitas pendidikan.

CSR Ekonomi: CSR ekonomi berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Ini bisa mencakup pelatihan wirausaha, dukungan untuk usaha kecil dan mikro, atau penciptaan lapangan kerja lokal.

CSR Budaya: Perusahaan dapat mendukung seni, budaya, dan warisan lokal dengan memberikan sponsor kepada acara seni, museum, pertunjukan budaya, atau kegiatan seni lainnya yang mempromosikan budaya lokal.

CSR Kepemudaan: CSR ini fokus pada mendukung generasi muda melalui program-program yang meningkatkan peluang pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan keterampilan bagi anak-anak dan remaja.

CSR Keragaman dan Kesetaraan: Perusahaan dapat mendorong keragaman dan kesetaraan di tempat kerja dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung inisiatif yang mengatasi kesenjangan gender dan diskriminasi.

CSR Hak Asasi Manusia: CSR dalam bidang ini melibatkan perusahaan dalam memastikan bahwa operasi mereka tidak melanggar hak asasi manusia dan mendukung prinsip-prinsip HAM di seluruh rantai pasokan mereka.

CSR Pengelolaan Etika Bisnis: Ini mencakup praktik-praktik bisnis yang etis, seperti menghindari korupsi, memastikan transparansi dalam laporan keuangan, dan mematuhi standar kerja yang adil.

CSR Pemberdayaan Masyarakat: Perusahaan dapat memberdayakan komunitas setempat dengan memberikan pelatihan keterampilan, infrastruktur, akses air bersih, atau dukungan untuk proyek-proyek pengembangan masyarakat.

CSR Teknologi dan Inovasi: Perusahaan dapat menggunakan teknologi dan inovasi untuk menciptakan solusi yang memecahkan masalah sosial atau lingkungan, seperti pengembangan teknologi hijau atau akses teknologi bagi masyarakat yang kurang mampu.

CSR Kolaborasi: Kolaborasi dengan organisasi nirlaba, pemerintah, dan mitra lainnya untuk mencapai tujuan-tujuan CSR bersama.

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lapas Cipinang Bersama 6 BUMN Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba untuk Narapidana

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang bekerjasama dengan 6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam program kolaborasi BUMN Pelita Warna (Pelindo, Airnav Indonesia, PP, ASDP Indonesia Ferry, Nindya Karya, dan WIKA) mengadakan kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba Bagi Warga Binaan (Narapidana) Lapas Kelas I Cipinang pada Kamis, (8/6/2023).

Dikutip dari obsessionnews.com, sebanyak 200 warga binaan Lapas Kelas I Cipinang turut mengikuti sosialisasi ini yang merupakan sinergi dari sebuah komitmen dan kerjasama yang baik yang memiliki Tanggung Jawab Sosial Masyarakat dalam Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menuju Indonesia Bersih Narkoba di Lapas Kelas I Cipinang.

Dalam sosialisasi anti narkoba ini, Lapas Cipinang turut menggandeng langsung Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, yang sebagai narasumber berkompeten dalam ahlinya yaitu Kepala BNNK Jakarta Timur, Hendrajid Putut Widagdo.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan mengatakan, selain kegiatan sosialisasi anti Narkoba, program kolaborasi BUMN Pelita Warna ini pun turut membantu pengembangan kegiatan pelatihan bagi narapidana.

“Pelatihan ini berupa baristra, pelatihan pengembangan literasi, konseling narapidana. Kemudian bantuan sarpras penunjang kegiatan pembinaan kemandirian seperti alat laundry, mesin pembuat kopi, serta penyediaan air bersih untuk narapidana,” ujar Tonny.

Dia menuturkan, kerja sama itu merupakan sinergi yang baik dalam memberikan pembinaan kepada para narapidana, dalam hal ini untuk memberikan berbagai pelatihan untuk bekal keahlian warga binaan ketika sudah bebas nanti.

Dalam giat itu, dilakukan pula penyerahan simbolik mockup acara dari pihak Kolaborasi BUMN kepada Lapas Kelas I Cipinang dan dirangkaikan dengan pemberian cinderamata dari pihak Lapas kepada BUMN.

Kegiatan di Lapas Cipinang

Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi itu, Kadivpas Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Marselina Budiningsih, Kalapas Cipinang beserta jajaran dan Rombongan BUMN terlebih dahulu menyaksikan kegiatan warga binaan yang berada di Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cipinang, seperti unit limbah karet, laundry, kerajinan kayu, membatik, dan lainnya.

Kegiatan ini pun turut dihadiri oleh Subkoordinator di Keasdepan TJSL Kementerian BUMN Rugun Hutapea, Department Head Tangungjawab Lingkungan dan Sosial PT. Pelindo, Febrianto Zenny, Manager Tangung Jawab Lingkungan dan Sosial Perum LPPNPI Air Nav Indonesia Farchan Jamil.

Senior Manager IR dan TJSL PT. PP (persero), Ameliana Rachmawaty, Senior Manager Corporate Affair PT. Wijaya Karya (Persero), Satrio Adji, perwakilan PT Nindya Karya (Persero) dan PT ASDP, Kepala Rumah Sakit Umum Pengayoman Ummu Salamah, beserta jajaran Lapas.

Dalam program bertajuk BUMN PELITA WARNA (BUMN Peduli dan Tanggap Anti Narkoba untuk Warga Binaan) ini, Sinergi Indonesia menjadi mitra yang ditunjuk guna menyukseskan serangkaian kegiatan selama enam bulan ke depan. Di antaranya ialah penyediaan sarana dan prasarana seperti air bersih serta peralatan laundry, hingga pelatihan literasi dan barista.

lapas-kelas-1-cipinang bumn-pelita-warna-lapas-cipinang

ISO 26000: Definisi, Prinsip, dan Penerapannya dalam CSR

ISO 26000: Definisi, Prinsip, dan Penerapannya dalam CSR

Di tengah era ketatnya persaingan bisnis global, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian.

Organisasi di seluruh dunia semakin menyadari bahwa bisnis yang berkelanjutan tidak hanya tentang menghasilkan keuntungan, tetapi juga tentang dampak yang mereka miliki pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam upaya ini adalah ISO 26000, sebuah standar internasional yang memberikan panduan tentang bagaimana organisasi dapat menjalankan CSR secara efektif.

Melalui ulasan berikut ini, kita akan mengetahui apa itu ISO 26000, prinsip-prinsipnya, dan penerapannya dalam menjalankan program CSR maupun Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Apa Itu ISO 26000?

ISO 26000 adalah standar internasional yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 2010. Standar ini dikenal sebagai “Panduan tentang Tanggung Jawab Sosial” (Guidance on Social Responsibility) dan dirancang untuk membantu organisasi, termasuk perusahaan, pemerintah, maupun organisasi non-pemerintah, dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasi mereka.

Penamaan Standar

Penamaan “ISO 26000” mengikuti pola penamaan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Setiap standar ISO memiliki nomor identifikasi unik yang mencerminkan berbagai hal, termasuk bidang spesifik yang dicakup oleh standar tersebut.

Berikut penjelasan tentang penamaan “ISO 26000”:

  1. ISO: ISO adalah singkatan dari “International Organization for Standardization.” Kata “ISO” bukan singkatan dari bahasa Inggris seperti “International Standards Organization,” tetapi sebenarnya berasal dari kata Yunani “isos,” yang berarti “sama.” Ini menggambarkan tujuan ISO untuk menciptakan standar yang seragam dan dapat diterima secara global.
  2. 26000: Angka “26000” adalah nomor identifikasi unik untuk standar ini dalam sistem penomoran ISO. Sistem penomoran ISO mencakup beberapa serangkaian standar dalam berbagai bidang. Dalam kasus ISO 26000, ini adalah standar yang membahas tanggung jawab sosial.
    • “26” mengacu pada kategori standar yang mencakup manajemen bisnis (standar ini termasuk dalam kelompok “Manajemen dan Jaminan Mutu”).
    • “000” menunjukkan nomor identifikasi khusus untuk standar dalam kategori tersebut. Dalam hal ini, “000” mengindikasikan bahwa ini adalah standar pertama dalam kategori “Manajemen bisnis.”

Jadi, “ISO 26000” adalah nomor identifikasi yang diberikan kepada standar internasional yang membahas panduan tentang tanggung jawab sosial.

Standar ini memberikan panduan kepada organisasi tentang bagaimana mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasi dan strategi bisnis mereka, serta bagaimana berinteraksi secara bertanggung jawab dengan masyarakat dan lingkungan.

Prinsip-Prinsip ISO 26000

ISO 26000 berfokus pada 6 (enam) prinsip dasar tanggung jawab sosial yang dapat membimbing tindakan organisasi:

a. Akuntabilitas: Organisasi diharapkan untuk bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan dari keputusan dan aktivitas mereka.

b. Transparansi: Prinsip ini menuntut organisasi untuk berkomunikasi secara jelas dan jujur tentang praktek dan kinerja mereka dalam hal tanggung jawab sosial.

c. Keadilan: Organisasi diharapkan untuk memperlakukan semua pihak dengan adil, termasuk karyawan, konsumen, pemasok, dan komunitas.

d. Kepatuhan Hukum: ISO 26000 menekankan pentingnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dalam praktek bisnis.

e. Penghormatan terhadap Norma-norma Internasional: Organisasi diharapkan untuk menghormati norma-norma internasional dalam hal hak asasi manusia, lingkungan, dan lainnya.

f. Respek Terhadap Hak-hak Manusia: Prinsip ini mengingatkan organisasi untuk menghormati hak-hak manusia dalam semua aktivitas mereka.

Ruang Lingkup

ISO 26000 memberikan panduan terkait dengan 7 (tujuh) inti isu tanggung jawab sosial yang harus dipertimbangkan oleh organisasi:

a. Pemerintahan Perusahaan yang Baik: Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, seperti etika bisnis, transparansi, dan akuntabilitas.

b. Hak Asasi Manusia: Pemahaman dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam semua aktivitas bisnis.

c. Praktik Ketenagakerjaan yang Baik: Fokus pada kesejahteraan karyawan, kesetaraan, dan kesempatan untuk pengembangan.

d. Lingkungan: Bagaimana aktivitas bisnis mempengaruhi lingkungan dan upaya untuk mengurangi dampak negatif.

e. Praktik Operasional yang Adil: Termasuk hubungan dengan pemasok dan upaya untuk memastikan keadilan dalam rantai pasokan.

f. Konsumen: Kualitas produk dan layanan, serta komunikasi yang jujur dan etis dengan konsumen.

g. Keterlibatan dengan Masyarakat dan Pembangunan: Bagaimana organisasi berinteraksi dengan komunitas lokal dan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Penerapan dalam CSR

Sebagai seorang pelaksana dalam kegiatan CSR atau TJSL perusahaan, Anda dapat menggunakan ISO 26000 sebagai panduan untuk:

  • Mengidentifikasi isu-isu sosial dan lingkungan yang paling relevan dengan bisnis perusahaan.
  • Mengembangkan dan menilai program CSR yang sesuai dengan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial.
  • Memperbaiki komunikasi dan pelaporan tentang upaya CSR kepada pihak luar.
  • Meningkatkan keterlibatan dengan stakeholder, termasuk karyawan, konsumen, dan komunitas lokal.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam operasi dan praktek bisnis.

Kesimpulan

ISO 26000 adalah alat penting bagi organisasi yang ingin menjalankan tanggung jawab sosial dengan baik. Ini bukan hanya tentang mematuhi aturan; ini adalah tentang menciptakan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ini, perusahaan dapat berkontribusi pada dunia yang lebih baik seraya membangun bisnis yang berkelanjutan dan sukses. ISO 26000 adalah panduan berharga yang mengarahkan kita menuju masa depan yang lebih bertanggung jawab.

PT Taspen Luncurkan Program Kampung Andal di Kabupaten Bandung

PT Taspen Luncurkan Program Kampung Andal di Kabupaten Bandung

PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau PT Taspen (Persero) meluncurkan program Kampung Andal Taspen di Lapangan RW 01, Karang Arum, RT 03, Desa Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Ahad (26/2/2023) pagi.

Antusias masyarakat Karang Arum terlihat jelas dari banyaknya warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah produk UMKM binaan PT Taspen (Persero) dipamerkan pada ajang tersebut. Belasan lansia terlibat dalam lomba memasak nasi goreng. Anak-anak dan ibu-ibu memamerkan keterampilan dalam bernyanyi dan menari.

Belasan lansia menunjukkan keterampilan memainkan alat musik degung. Bangunan rumah kolaborasi (ruko) berkonsep kafe untuk UMKM berdiri megah di lapangan Karang Arum.

Semarak acara peluncuran Kampung Andal Taspen semakin meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan yang juga merupakan artis ibu kota. Ibu-ibu dan anak-anak berebut swafoto dengan orang nomor dua di Kabupaten Bandung ini.

Dikutip dari republika.co.id, Direktur Keuangan PT Taspen (Persero) Rena Larsmi Puri mengatakan Kampung Karang Arum dipilih untuk program Kampung Andal Taspen karena sesuai dengan sasaran program perusahaan. Model Kampung Andal Taspen di Karang Arum yaitu mendirikan rumah kolaborasi berkonsep kafe yang dibangun tahun 2022 lalu. Dengan keunggulan pemandangan Kota Bandung, ia berharap Kampung Andal Taspen di Karang Arum dapat menjadi destinasi wisata lokal.

“Kita melihat di desa ini dengan kontur, posisi, dan titik koordinat kita buat ruko.  Ada sarana yang diminati untuk berkunjung ke sini jadi titik desa wisata, view (pemandangan) itu yang kita jual,” ujarnya di sela-sela acara peluncuran Kampung Andal Taspen.

Ia berharap keberadaan program tersebut dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat Karang Arum. Beberapa fasilitas lainnya yang ada yaitu taman dan lapangan serta panggung yang tidak hanya dapat digunakan oleh lansia. Namun, kini dimanfaatkan oleh milenial.

Kampung Andal dan Program Taspen Lainnya

Rena melanjutkan sebanyak 16 pelaku UMKM di Karang Arum dilakukan pembinaan sejak ditunjuk menjadi Kampung Andal Taspen. Selain itu, perusahaan pun memberikan kemudahan modal untuk mereka.

Ke depan, ia mengatakan perusahaan akan meluncurkan Kampung Ulos di dekat Danau Toba, Sumatera Utara. Termasuk meluncurkan desa ketahanan pangan di salah satu wilayah di Pulau Jawa dengan harapan menurunkan ongkos produksi saat menanam.

Plt Asisten Deputi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Edi Eko Cahyono mengatakan Kementerian BUMN melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Menteri BUMN Erick Thohir menekankan program-program sosial perusahaan BUMN dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Program tersebut diprioritaskan pada tiga bidang yaitu pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMKM.

“Kita lihat program (Taspen) inline dengan itu, sehingga kita dorong mulai dari bagaimana proses persetujuan anggaran keseluruhan dari perusahaan, kita memonitor dan mengukur dampaknya,” katanya.

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan mengapresiasi program Kampung Andal Taspen di Karang Arum. Ia mengatakan, program tersebut wujud dari kerja sama pentahelix dan riil dilakukan di masyarakat.

“Saya mengimbau fasilitas yang diadakan dan program baik ini disesuaikan kultur yang ada dan melibatkan banyak komponen salah satunya lansia dirawat dengan baik,” katanya.

Sinergi Indonesia sebagai mitra pelaksana program Kampung Andal merasa senang dapat bekerja sama dengan PT Taspen (Persero). Semoga program ini dapat diduplikasi di daerah-daerah lain demi mewujudkan lansia yang sehat dan produktif.

ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

ASDP Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah Dan Bazaar UMKM

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar acara Safari Ramadan BUMN 2023 di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (11/4). ASDP menyalurkan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau dengan menghadirkan bazaar UMKM.

Dilansir dari rm.id, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan melalui penyaluran sembako dengan harga terjangkau ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam membawa kemanfaatan yang lebih besar dalam kemajuan perekonomian daerah.

“Kami juga ingin agar kehadiran ASDP benar-benar dapat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat sekitar, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga dapat sedikit meringankan beban,” tutur Shelvy.

Safari Ramadhan menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam membantu masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

Diharapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur khususnya di Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Detail Paket Sembako Safari Ramadhan

Desa Bakauheni menjadi salah satu lokasi kegiatan Safari Ramadhan BUMN 2023 mengingat lokasi Bakauheni yang strategis dan menjadi gerbang masuk ke Pulau Sumatera.

ASDP menyiapkan 1.000 paket sembako senilai Rp 105 ribu yang dapat dibayarkan oleh masyarakat sebesar Rp 50.000 per paket sehingga terjangkau oleh masyarakat kurang mampu di Desa Bakauheni dan sekitarnya.

Selain penyaluran sembako, ASDP juga turut mendukung promosi produk UMKM lokal melalui Bazaar UMKM. Di sana, para pelaku usaha lokal menampilkan produk-produk unggulan khas daerahnya.

“ASDP telah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat kurang mampu dan juga mendukung pengembangan UMKM lokal di daerah ini,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait berlangsung dengan meriah. Respon positif masyarakat Desa Bakauheni yang turut serta menghadiri dan meramaikan acara ini memperlihatkan antusiasme terhadap program TJSL ini.

Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu sesuai dengan amanat Menteri BUMN, Erick Thohir, jika tidak bisa membantu semoga bisa meringankan.

Sinergi Indonesia turut merasa bangga dan terhormat telah  ditunjuk sebagai mitra pelaksana program ini. Semoga kerja sama antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Sinergi Indonesia dapat berlanjut di masa mendatang.

PELNI Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Bali

PELNI Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Bali

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) meluncurkan Rumah Kelola Sampah (RKS) keempat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Denpasar, Bali.

Dilansir dari situs beritatrans.com, kehadiran RKS diresmikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni Anik Hidayati bersama Sekretaris Kecamatan Denpasar Selatan Ni Komang Pendawati dan didampingi oleh Ketua RKS I Wayan Parna di Denpasar, Bali, Sabtu (18/2/2023).

Anik Hidayati menyampaikan bahwa program RKS Pelni Denpasar merupakan upaya Perseroan untuk membangun program TJSL yang memiliki nilai tambah demi mendukung kesuksesan pelaksanaan program pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program ini sejalan dengan SDGs nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Pada seluruh kegiatan operasional, kami berkomitmen untuk ikut serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang kami wujudkan melalui program-program TJSL seperti rumah kelola sampah ini,” tutur Anik.

Kota Denpasar dipilih sebagai kota keempat program RKS ini karena berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Provinsi Bali merupakan penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia dengan menghasilkan 915,5 ribu ton sampah sepanjang tahun 2021 lalu.

“Semoga kehadiran BUMN melalui program RKS ini mampu mengurangi jumlah timbunan sampah di Bali serta menjadikan Bali lebih bersih dan sehat,” terangnya.

Sebanyak 4 kapal penumpang milik PT PELNI singgah dan sandar di Pelabuhan Benoa Denpasar Bali, yaitu KM Tilongkabila, KM Awu, KM Binaiya dan KM Leuser. Rata-rata sampah yang dihasilkan oleh kapal PELNI dalam satu hari sebanyak 2,5 ton.

“Dalam sebulan RKS Pelni Denpasar bisa mengurangi sampah sebanyak 75 ton per bulan baik itu sampah dari kapal Pelni maupun sampah rumah tangga,” terang Anik.

Fasilitas Rumah Kelola Sampah Pelni Denpasar

RKS Pelni Denpasar dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan sampah, antara lain mesin pencacah sampah organik, mesin press sampah, dan motor roda tiga pengangkut sampah. Masyarakat binaan RKS Pelni Denpasar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menghasilkan output bernilai jual seperti produk kompos, produk pelet pakan untuk unggas, tanaman sayur dengan media tanam kompos hasil olahan serta handicraft seperti pot bunga dan tas.

“Kami berharap RKS Pelni Denpasar ini bisa menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, bersih dan bisa menciptakan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan pengolahan sampah menjadi barang bernilai jual,” pungkas Anik.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 76 pelabuhan. Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 42 trayek Kapal Perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, di mana Kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 Kapal Rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta 1 trayek khusus untuk Kapal Ternak.

Selama sekitar 2 tahun ke depan, Sinergi Indonesia sebagai mitra yang ditunjuk PT PELNI (Persero) untuk mengembangkan Rumah Kelola Sampah Pelni Denpasar akan mengembangkan program ini. Diharapkan, sampah-sampah dari kapal Pelni diolah, didaur ulang, hingga dijadikan produk bernilai jual yang turut meningkatkan perekonomian bagi warga sekitar.

Strategi Integrated Farming (Pertanian Terpadu) pada Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Strategi Integrated Farming (Pertanian Terpadu) pada Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Dalam upaya memelihara lingkungan dan mengadopsi praktik berkelanjutan, Sinergi Indonesia berupaya menunjukkan komitmen melalui praktik pertanian terpadu (integrated farming).

Ini merupakan bagian dari usaha kami untuk menjaga lingkungan, termasuk perubahan iklim dan keberlanjutan ekosistem. Kami berupaya menghadirkan konsep pertanian yang sekaligus melindungi ekosistem yang ada.

Pengertian Integrated Farming (Pertanian Terpadu)

Integrated Farming, atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Pertanian Terpadu, adalah suatu pendekatan pertanian yang mengintegrasikan berbagai komponen pertanian, seperti tanaman, hewan ternak, perikanan, dan praktik pertanian lainnya, menjadi satu sistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Tujuannya adalah menciptakan kesinambungan antara berbagai aspek pertanian dan lingkungan sekitarnya.

Dalam sistem integrated farming, elemen-elemen pertanian yang berbeda saling berinteraksi dan memberikan manfaat satu sama lain. Misalnya, limbah organik dari hewan ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman, sementara tanaman dapat memberikan makanan dan tempat perlindungan bagi hewan ternak.

Dengan mengintegrasikan berbagai komponen tersebut, sistem ini dapat mengoptimalkan hasil pertanian, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Pola pertanian terpadu juga mendukung pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya dan mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Integrated farming dapat membantu petani mendiversifikasi sumber pendapatan, mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar atau perubahan cuaca, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara keseluruhan.

Dalam konteks pertanian berkelanjutan, integrated farming menjadi solusi untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Integrated Farming dalam Perspektif Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Dalam perspektif Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), Integrated Farming atau Pertanian Terpadu mengambil peran penting sebagai pendekatan yang mendukung tujuan keberlanjutan serta dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Adapun dalam konteks TJSL, Integrated Farming adalah suatu strategi yang diadopsi untuk menggabungkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi dalam kegiatan pertanian.

Program TJSL perlu menerapkan sistem pertanian karena memiliki potensi besar untuk mencapai tujuan tanggung jawab sosial lingkungan yang diemban oleh program tersebut.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Integrated Farming menjadi relevan dan penting dalam konteks program TJSL:

Keberlanjutan Lingkungan

Integrated Farming merupakan pendekatan pertanian yang berfokus pada penggunaan yang lebih efisien dan berkelanjutan terhadap sumber daya alam, seperti air dan tanah. Dengan menggabungkan berbagai komponen pertanian, program TJSL dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.

Diversifikasi Sumber Pendapatan

Integrated Farming memungkinkan petani untuk mengembangkan berbagai sumber pendapatan dari berbagai aspek pertanian, seperti tanaman, hewan ternak, dan perikanan. Dalam konteks TJSL, pendekatan ini dapat membantu masyarakat pedesaan mengurangi risiko finansial dan meningkatkan kesejahteraan melalui pendapatan yang beragam.

Kesejahteraan Masyarakat

Dengan menggabungkan komponen sosial dan ekonomi, Integrated Farming dalam program TJSL dapat memberdayakan masyarakat lokal. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja tambahan tetapi juga membantu membangun kemandirian ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Keanekaragaman Pangan

Integrated Farming memungkinkan produksi beragam jenis tanaman dan hewan, yang pada gilirannya dapat mendukung keanekaragaman pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan tertentu.

Edukasi dan Penyuluhan

Program TJSL yang mengusung sistem pertanian terpadu memberikan kesempatan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada petani tentang praktik pertanian berkelanjutan. Hal ini dapat membantu meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan praktik yang ramah lingkungan.

Dampak Jangka Panjang

Dengan menerapkan pola pertanian ini, program TJSL dapat menciptakan dampak positif jangka panjang dalam hal lingkungan, keberlanjutan pertanian, dan kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan tujuan utama program TJSL untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Strategi Integrated Farming dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Strategi Integrated Farming dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) mengacu pada pendekatan yang terpadu untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Berikut adalah beberapa strategi kunci yang dapat diimplementasikan dalam kerangka program TJSL:

Pelatihan dan Penyuluhan

Program TJSL dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada petani dan masyarakat terkait praktik-praktik Integrated Farming. Ini meliputi aspek teknis seperti zonasi lahan, rotasi tanaman, pengelolaan limbah organik, serta penerapan pola tanam yang beragam. Pelatihan juga mencakup pendekatan berkelanjutan dalam pemilihan varietas tanaman dan pengelolaan ternak.

Pengembangan Model Pertanian Terpadu

Program TJSL dapat mengembangkan model pertanian terpadu yang menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Ini melibatkan pengintegrasian tanaman, hewan ternak, dan perikanan dalam suatu sistem yang seimbang dan saling mendukung. Model ini dapat diterapkan sebagai “pilot project” yang menunjukkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat dicapai.

Dukungan Teknis dan Teknologi

Program TJSL dapat menyediakan dukungan teknis dalam bentuk bimbingan teknis, konsultasi, dan akses terhadap teknologi terkini. Teknologi seperti aplikasi pemantauan pertanian, penggunaan pupuk organik, dan pengelolaan air yang efisien dapat mendukung penerapan Integrated Farming.

Kemitraan dan Kolaborasi

TJSL dapat bekerja sama dengan lembaga pertanian, universitas, dan lembaga penelitian untuk mendapatkan pandangan ahli dalam pengembangan Integrated Farming. Kemitraan ini dapat memberikan akses ke pengetahuan terbaru dalam bidang pertanian berkelanjutan.

Pengenalan dan Penyebarluasan Praktik Terbaik

Melalui berbagai kegiatan komunikasi, seperti workshop, seminar, dan acara pameran pertanian, program TJSL dapat menyebarkan praktik terbaik dalam Integrated Farming kepada petani dan masyarakat luas. Ini membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat praktik pertanian terpadu.

Pemantauan dan Evaluasi

Program TJSL perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi Integrated Farming. Ini melibatkan pengukuran hasil pertanian, kualitas lingkungan, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan oleh praktik pertanian terpadu.

Pola Kemitraan Sinergi Indonesia dengan AirNav Indonesia pada Program TJSL Berbasis Integrated Farming

Pola kemitraan strategis yang akan dibangun antara Sinergi Indonesia dengan AirNav Indonesia, dalam kerangka Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berbasis Integrated Farming akan memiliki fokus pada kolaborasi yang saling menguntungkan dan berdampak positif, seperti:

Pengelolaan Lahan dan Sumber Daya

Sinergi Indonesia dan AirNav Indonesia akan bekerja sama dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan lahan yang merupakan fasilitas AirNav. Sinergi Indonesia akan memberikan pengetahuan dan bimbingan teknis dalam mengimplementasikan pertanian terpadu pada lahan tersebut, sementara AirNav akan menyediakan lahan dan mendukung proses pengelolaannya.

Penanganan Limbah Organik

Sinergi Indonesia akan memberikan solusi untuk mengelola limbah organik ini menjadi kompos atau pupuk organik yang dapat digunakan dalam pertanian terpadu. Kegiatan ini akan mendukung pengurangan limbah dan penggunaan bahan kimia dalam pertanian.

Pelatihan dan Kapasitas

Sinergi Indonesia akan menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan bagi petani lokal dengan dukungan teknis dari AirNav Indonesia. Pelatihan ini akan memberikan wawasan tentang praktik Integrated Farming, manfaatnya, dan teknik implementasinya. AirNav Indonesia akan mendukung dengan menghadirkan ahli dan sumber daya manusia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Teknologi dan Inovasi

AirNav Indonesia, sebagai BUMN dengan akses ke teknologi terkini, akan mendukung penggunaan teknologi dalam implementasi pertanian terpadu. Ini termasuk penggunaan sensor lingkungan, otomatisasi, dan sistem pemantauan. Sinergi Indonesia akan membantu mengintegrasikan teknologi ini ke dalam sistem pertanian terpadu.

Pengembangan Model Terbaik

Sinergi Indonesia dan AirNav Indonesia akan mengembangkan model pertanian terpadu yang efektif dan berkelanjutan. Model ini dapat dijadikan contoh bagi petani lokal dan masyarakat sekitar untuk menerapkan praktik yang serupa. Pola kemitraan ini akan mendukung penyebarluasan praktik terbaik dalam integrated farming.

Simpulan

Sinergi Indonesia berupaya mengembangkan strategi pertanian terpadu untuk mengembangkan program berbasis lingkungan yang berpotensi memberikan dampak positif bagi Indonesia yang lebih baik.

Program pertanian terpadu yang berkelanjutan, akan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Langkah-langkah konkrit seperti pengelolaan lahan yang bijaksana, pengelolaan limbah organik, pelatihan petani, dan penerapan teknologi canggih, telah menciptakan pondasi untuk solusi yang lebih lestari membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan serta harmoni antara manusia dan alam.

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, PT Taspen hadir di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui program Taspen Preneur pada Oktober 2021 lalu. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi BUMN Labuan Bajo Tahun 2021 dengan tema “Tana Lilo Lestari.” Ini adalah bagian dari komitmen dan upaya BUMN dalam membangkitkan Labuan Bajo menjadi daerah wisata produktif yang mampu memberikan dampak kesejahteraan dan ekonomi.

Lakukan Koordinasi dengan Dinas Terkait Guna Mendukung Taspen Preneur

Pihak Taspen bersama Sinergi Indonesia melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terkait pentingnya pemberdayaan UMKM. Pihak Kabupaten yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (SEKDA), menyambut baik acara yang dimotori PT Taspen bersama sinergi BUMN lainnya. Harapannya, di kemudian hari, sinergi BUMN dapat hadir kembali di Manggarai Barat melalui beragam kegiatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain Pemerintah Kabupaten, pihak koordinasi juga dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang merupakan penanggungjawab objek wisata Batu Cermin. Koordinasi membahas pengurusan perizinan penggunaan tempat bagi para UMKM.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyampaikan perlunya menjaga lingkungan Batu Cermin tetap bersih dan sehingga mampu menjadi ruang pemasaran produktif bagi UMKM binaan Taspen. Selain itu, program Lopo Taspen sebaiknya dapat dilanjutkan kembali di masa yang akan datang agar mampu memberikan dampak kesejahteraan yang semakin baik.

Kurasi UMKM, Langkah Penting untuk Kemajuan Taspen Preneur Labuan Bajo

Guna menentukan UMKM yang memiliki potensi, pihak Taspen terlebih dahulu melakukan kurasi. Tujuannya, untuk memahami potensi produk, perkembangan usaha dan menentukan langkah-langkah penting untuk kemajuan ke depan.  Kurasi yang dilakukan oleh PT Taspen juga digunakan untuk mengidentifikasi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan sukses. Langkah ini penting untuk:

1. Pengambilan keputusan

Kurasi UMKM dapat membantu pihak pemerintah, investor, atau lembaga keuangan dalam membuat keputusan investasi atau dukungan untuk UMKM Taspen Preneur yang potensial.

2. Identifikasi kebutuhan

Kurasi UMKM juga bisa membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan UMKM TASPEN PRENEUR, seperti akses terhadap dana, teknologi, atau pelatihan, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

3. Peningkatan efisiensi

Kurasi UMKM ikut membantu dalam mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena hanya UMKM Taspen Preneur yang potensial yang akan didukung atau dibiayai.

4. Penyediaan dukungan yang tepat

Kurasi UMKM turut membantu dalam memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM Taspen Preneur yang potensial, seperti akses ke pasar atau pelatihan khusus, yang akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

5. Peningkatan produktivitas UMKM Taspen Preneur

Kurasi UMKM akan meningkatkan produktivitas UMKM Taspen Preneur yang potensial sebagai hasil dari dukungan yang diberikan. Contohnya, akses ke teknologi dan pelatihan yang akan meningkatkan kompetitivitas di pasar.

Tingkatkan Kompetensi Taspen Preneur Melalui Pelatihan Digital Marketing

Demi meningkatkan daya saing bagi UMKM, pihak Taspen memberikan dukungan berupa pelatihan digital marketing bagi UMKM Terkurasi. Kegiatan dilaksanakan di aula Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan dihadiri oleh dinas terkait.

Pelatihan digital marketing akan memberikan UMKM Taspen Preneur dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengefektifkan pemasaran dan penjualan produk atau jasa mereka melalui media digital, yang akan membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan kesuksesan UMKM Taspen Preneur.

PT Taspen menyadari, pelatihan digital marketing sangat penting bagi UMKM Taspen Preneur karena dapat membantu mereka dalam meningkatkan penjualan dan pemasaran produk atau jasa melalui media digital. Beberapa alasan penting mengapa pelatihan digital marketing penting bagi UMKM Taspen Preneur antara lain:

1. Efektifitas Biaya

Pemasaran digital dapat sangat efektif dalam meningkatkan penjualan produk atau jasa, dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemasaran tradisional.

2. Akses Global

Media digital memungkinkan UMKM untuk menjangkau pasar global, yang akan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

3. Analitik dan Pengukuran

Melalui digital marketing, UMKM dapat melakukan analisis dan pengukuran efektifitas dari campaign yang dijalankan, untuk melakukan perbaikan dan pengembangan yang lebih baik.

4. Kompetisi 

UMKM yang tidak menggunakan digital marketing akan ketinggalan dalam persaingan di era digital ini. Ini adalah langkah yang begitu penting.

5. Branding

Digital marketing memungkinkan para UMKM untuk membangun merek yang kuat, yang akan membantu meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

6. Interaksi Langsung

Aktivitas di dunia maya memungkinkan pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dengan begitu, kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan bisa meningkat.

Langkah Taspen Preneur Menyambut Labuan Bajo Menjadi Kawasan Wisata Potensial

UMKM Taspen Preneur memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi di Labuan Bajo. Daerah Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pantai, laut, dan kekayaan biologi yang luar biasa.

Hal-hal yang mendukung perlunya eksistensi Taspen Preneur di Labuan Bajo adalah:

Pertama, UMKM dapat memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan.

Para pelaku usaha juga dapat meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi, serta menyediakan jasa yang profesional dan ramah pelanggan. Dengan meningkatkan kualitas produk dan jasa, UMKM dapat membuat wisatawan merasa puas dan ingin kembali lagi ke daerah Labuan Bajo.

Kedua, UMKM dapat meningkatkan pemasaran produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan produk dan jasa mereka kepada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

Melalui pelatihan digital marketing, UMKM dapat mengefektifkan pemasaran produk dan jasa melalui media sosial, aplikasi, dan website yang menarik.

Ketiga, UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dengan menggabungkan teknologi baru dan kreativitas, dan menyediakan jasa yang unik dan menarik.

Dengan inovasi yang baik, UMKM dapat menarik wisatawan untuk datang serta mencoba produk dan jasa yang unik khas Labuan Bajo.

Secara keseluruhan, UMKM Taspen Preneur dapat meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi untuk menyambut wisatawan yang datang ke daerah Labuan Bajo. Para pelaku usaha dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan menawarkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi, inovatif dan dengan pemasaran yang efektif.

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

PT PELNI (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Salah satu program inspiratif yang diinisiasi PELNI adalah Rumah Kelola Sampah (RKS) PELNI Baubau. Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, program yang berjalan dari tahun 2020-2022 ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kelurahan Kadolokatapi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Tanggung Jawab PT PELNI Terhadap Permasalahan Sampah

PT PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah kapal agar tidak merusak dan mencemari lingkungan air laut.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius seperti kerusakan ekosistem, pencermaran lingkungan, dan kesehatan buruk bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, PT PELNI juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah kapal. Ada beberapa peraturan internasional dan nasional yang berlaku untuk pengelolaan sampah kapal, seperti MARPOL 73/78 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terlebih lagi, PT PELNI sebagai perusahaan yang beroperasi di lingkungan laut, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

Pengelolaan sampah kapal yang baik dapat menjaga kualitas air dan ekosistem laut. Pada gilirannya dapat menjaga kesehatan masyarakat dan ekonomi yang tergantung pada sumber daya laut.

Manfaat Rumah Kelola Sampah Binaan PT PELNI Bagi Masyarakat Baubau

Rumah Kelola Sampah (RKS) merupakan sebuah fasilitas yang digunakan untuk mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. RKS memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Menjaga Lingkungan

RKS dapat membantu menjaga lingkungan dengan mengurangi tingkat sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah lingkunganserta mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

2. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

RKS dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi jumlah sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti penyakit menular, serta mengurangi bau dan kebisingan yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

3. Meningkatkan Efisiensi dalam Pengelolaan Sampah

RKS dapat membantu menurunkan biaya pengelolaan sampah dengan mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat secara efisien dan efektif.

Melalui RKS, sampah dapat diklasifikasikan dan diolah secara terpisah sesuai dengan jenisnya, sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti daur ulang atau pembuatan biogas.

4. Meningkatkan Pendapatan

RKS dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang akan dibantu dalam pengelolaan sampah, seperti pengumpul sampah. Pendapatan ini dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

5. Pendidikan

RKS dapat digunakan sebagai sarana pendidikan lingkungan untuk masyarakat, terutama anak-anak, tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkontribusi dalam pencegahan lingkungan.

6. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Melalui pengelolaan sampah yang baik, RKS dapat meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.

RKS juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat daur ulang sampah dan cara-cara yang baik dalam mengelola sampah.

7. Memberikan Solusi Terpadu

RKS memberikan solusi terpadu untuk pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas dari mulai pengumpulan sampah, klasifikasi, daur ulang, pengolahan dan pemanfaatan hasil daur ulang sampah.

8. Memberikan Dampak Positif pada Bidang Ekonomi

RKS dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dari pengelolaan sampah yang benar, serta mendorong ekonomi daur ulang dan pengembangan industri-industri baru dari hasil daur ulang sampah.

PELNI Ajak Masyarakat Berdayakan Rumah Kelola Sampah (RKS) Baubau

Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan pengelolaan sampah adalah dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Kelola Sampah (RKS) yang dibangun oleh PT PELNI.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PT PELNI memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi lingkungan dan masyarakat.

PT PELNI mengajak masyarakat Baubau, Sulawesi Tenggara, untuk memanfaatkan keberadaan RKS yang dibangun oleh PT PELNI. RKS dapat membantu kita dalam mengelola sampah yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar dengan lebih efisien dan efektif.

Dengan mengelola sampah dengan baik dapat mengurangi tingkat sampah di lingkungan sekitar dan mencegah masalah lingkungan yang serius seperti pencemaran air dan tanah.

Selain itu, dengan memanfaatkan RKS yang dibangun oleh PT PELNI, masyarakat dapat berperan serta dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. PT PELNI mengimbau agar semua lapisan masyarakat bersama-sama dalam mengelola sampah dengan baik dan berkontribusi dalam pencegahan permasalahan lingkungan.