Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

PT PELNI (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Salah satu program inspiratif yang diinisiasi PELNI adalah Rumah Kelola Sampah (RKS) PELNI Baubau. Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, program yang berjalan dari tahun 2020-2022 ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kelurahan Kadolokatapi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Tanggung Jawab PT PELNI Terhadap Permasalahan Sampah

PT PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah kapal agar tidak merusak dan mencemari lingkungan air laut.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius seperti kerusakan ekosistem, pencermaran lingkungan, dan kesehatan buruk bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, PT PELNI juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah kapal. Ada beberapa peraturan internasional dan nasional yang berlaku untuk pengelolaan sampah kapal, seperti MARPOL 73/78 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terlebih lagi, PT PELNI sebagai perusahaan yang beroperasi di lingkungan laut, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

Pengelolaan sampah kapal yang baik dapat menjaga kualitas air dan ekosistem laut. Pada gilirannya dapat menjaga kesehatan masyarakat dan ekonomi yang tergantung pada sumber daya laut.

Manfaat Rumah Kelola Sampah Binaan PT PELNI Bagi Masyarakat Baubau

Rumah Kelola Sampah (RKS) merupakan sebuah fasilitas yang digunakan untuk mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. RKS memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Menjaga Lingkungan

RKS dapat membantu menjaga lingkungan dengan mengurangi tingkat sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah lingkunganserta mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

2. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

RKS dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi jumlah sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti penyakit menular, serta mengurangi bau dan kebisingan yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

3. Meningkatkan Efisiensi dalam Pengelolaan Sampah

RKS dapat membantu menurunkan biaya pengelolaan sampah dengan mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat secara efisien dan efektif.

Melalui RKS, sampah dapat diklasifikasikan dan diolah secara terpisah sesuai dengan jenisnya, sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti daur ulang atau pembuatan biogas.

4. Meningkatkan Pendapatan

RKS dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang akan dibantu dalam pengelolaan sampah, seperti pengumpul sampah. Pendapatan ini dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

5. Pendidikan

RKS dapat digunakan sebagai sarana pendidikan lingkungan untuk masyarakat, terutama anak-anak, tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkontribusi dalam pencegahan lingkungan.

6. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Melalui pengelolaan sampah yang baik, RKS dapat meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.

RKS juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat daur ulang sampah dan cara-cara yang baik dalam mengelola sampah.

7. Memberikan Solusi Terpadu

RKS memberikan solusi terpadu untuk pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas dari mulai pengumpulan sampah, klasifikasi, daur ulang, pengolahan dan pemanfaatan hasil daur ulang sampah.

8. Memberikan Dampak Positif pada Bidang Ekonomi

RKS dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dari pengelolaan sampah yang benar, serta mendorong ekonomi daur ulang dan pengembangan industri-industri baru dari hasil daur ulang sampah.

PELNI Ajak Masyarakat Berdayakan Rumah Kelola Sampah (RKS) Baubau

Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan pengelolaan sampah adalah dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Kelola Sampah (RKS) yang dibangun oleh PT PELNI.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PT PELNI memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi lingkungan dan masyarakat.

PT PELNI mengajak masyarakat Baubau, Sulawesi Tenggara, untuk memanfaatkan keberadaan RKS yang dibangun oleh PT PELNI. RKS dapat membantu kita dalam mengelola sampah yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar dengan lebih efisien dan efektif.

Dengan mengelola sampah dengan baik dapat mengurangi tingkat sampah di lingkungan sekitar dan mencegah masalah lingkungan yang serius seperti pencemaran air dan tanah.

Selain itu, dengan memanfaatkan RKS yang dibangun oleh PT PELNI, masyarakat dapat berperan serta dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. PT PELNI mengimbau agar semua lapisan masyarakat bersama-sama dalam mengelola sampah dengan baik dan berkontribusi dalam pencegahan permasalahan lingkungan.

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PT PELINDO (Persero) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, mengadakan program berbasis ISO 37001 dengan tajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK). Kegiatan ini dipusatkan di pelabuhan PELINDO Tanjung Priuk, Jakarta, dan diikuti oleh customer PT PELINDO, karyawan, dan pihak terkait lainnya.

Program yang diselenggarakan pada tahun 2021 ini merupakan bentuk kampanye anti suap untuk mengajak masyarakat mencegah, mendeteksi, dan melaporkan tindakan penyuapan. Kegiatan dilakukan dengan membagikan merchandise berisi materi anti suap kepada customer PT PELINDO. Selain itu, ada pula kompetisi kampanye anti suap yang dilakukan di sosial media dengan menyasar generasi muda.

Mengenal Apa Itu ISO 37001

ISO 37001 adalah standar global yang memberikan panduan untuk mencegah dan menangani tindakan penyuapan melalui implementasi sistem manajemen anti-penyuapan (ABMS). Dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba, termasuk PT PELINDO (Persero).

Organisasi yang memenuhi standar ini diakui sebagai praktik terbaik dalam mengelola risiko penyuapan dan dapat meningkatkan reputasi, kredibilitas, dan daya saingnya. Standar tersebut menuntut dari organisasi untuk mengidentifikasi risiko potensial penyuapan, menerapkan metode untuk mencegah dan mengendalikan risiko tersebut, serta menyelenggarakan program pelaporan yang transparan dan mekanisme untuk mengaudit dan mengevaluasi sistem.

Pentingnya Kampanye ISO 37001 Anti-Penyuapan Bagi Perusahaan

PT PELINDO menyadari bahwa kampanye anti-penyuapan sangat penting bagi perusahaan. Ini karena dapat membantu menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Penyuapan merupakan tindakan ilegal yang dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan penyuapan yang merugikan perusahaan, serta memberikan perlindungan bagi perusahaan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

Selain itu, perusahaan yang memenuhi standar ISO 37001 anti-penyuapan dapat dilihat sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan PELINDO, termasuk karyawan, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagaimana SNI ISO 37001:2016 dapat Menguntungkan Perusahaan atau Organisasi?

1. Menjaga Reputasi yang Baik 

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam menjaga reputasinya dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

2. Mencegah Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan, yang dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan yang merugikan perusahaan dan memberikan perlindungan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

3. Menaikkan Kualitas Lingkungan Kerja

Sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, meningkatkan produktivitas karyawan, dan meningkatkan komitmen karyawan dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika.

4. Mengelola Risiko

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko yang terkait dengan tindakan penyuapan dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh tindakan penyuapan.

5. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi

Standar ISO 37001 menyediakan standar yang dapat diikuti untuk memenuhi kepatuhan regulasi yang berlaku di bidang anti-penyuapan, yang dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memenuhi peraturan yang berlaku.

Ruang Lingkup Anti-Suap ISO 37001

Berikut adalah ruang lingkup anti-suap ISO 37001 yang menjadi dasar bagi PT PELINDO dalam menyelenggarakan program bertajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK):

1. Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan.

2. Organisasi

Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.

3. Proses

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola proses manajemen anti-penyuapan, termasuk identifikasi risiko, pencegahan dan pengendalian risiko, dan pelaporan.

4. Kebijakan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengelola kebijakan anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001.

5. Personil

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola personil yang terlibat dalam proses manajemen anti-penyuapan dan memberikan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan.

6. Audit dan Review

Standar ini memberikan panduan untuk melakukan audit dan review sistem manajemen anti-penyuapan dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Inspirasi Program Anti-Suap Bertajuk PETISI BERAKHLAK PT PELINDO

Suap merupakan tindakan yang tidak terhormat dan merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Standar internasional ISO 37001:2016 menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, program PETISI BERAKHLAK ingin mengajak semua pihak untuk berperan dalam mencegah tindakan penyuapan.

Pertama, masyarakat dapat memahami risiko dan dampak dari tindakan penyuapan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari standar ISO 37001:2016 dan menyadari bahwa tindakan penyuapan dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Kedua, masyarakat dapat membuat perubahan dalam perilaku yang berkaitan dengan tindakan penyuapan. Ini dapat dilakukan dengan menolak melakukan tindakan penyuapan dan melaporkan setiap dugaan tindakan penyuapan kepada pihak yang berwenang.

Ketiga, masyarakat dapat membantu dalam mendorong perusahaan dan organisasi untuk memenuhi standar ISO 37001:2016 dengan membuat permintaan dan memberikan dukungan kepada perusahaan dan organisasi yang memenuhi standar ini.

Dengan demikian, kami berharap dapat membuat dunia bisnis yang lebih baik dan bebas dari tindakan penyuapan.

Luncurkan Program Reboisasi Hutan Mangrove, PELNI Ajak Semua Pihak Lakukan Reboisasi

Luncurkan Program Reboisasi Hutan Mangrove, PELNI Ajak Semua Pihak Lakukan Reboisasi

isinergiindonesia.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, meluncurkan program Reboisasi Hutan Mangrove yang diselenggarakan di Kepuluan Seribu, DKI Jakarta pada 2021 yang lalu.

Program ini terus berjalan hingga di tahun 2022. Bahkan, pemeliharaan 10.000 pohon mangrove bantuan PT PELNI, sampai di 2023 ini masih terus dilakukan oleh relawan dan pemerhati lingkungan setempat.

Atas peluncuran program ini, PT PELNI mengajak semua pihak untuk lakukan reboisasi.

Tujuan Reboisasi Hutan Mangrove PT PELNI

Sebagai perusahaan dengan core business berbasis keluatan, PT PELNI menyadari bahwa program pelestarian ekosistem laut sangat penting dilakukan.

Tujuan utama dari reboisasi hutan mangrove adalah untuk memulihkan ekosistem yang rusak dan mengembalikan fungsinya sebagai penyedia habitat bagi berbagai jenis satwa liar, pengendali erosi, dan penyaring air.

Selain tujuan di atas, Program Reboisasi Hutan Mangrove yang berkelanjutan akan menciptakan generasi penyelamat lingkungan di masa yang akan datang.

PELNI berharap, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang peduli dengan kelestarian hutan mangrove.

Ini karena hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat unik dan penting bagi kelangsungan hidup banyak jenis satwa serta manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Pahami Dampak Kerusakan Hutan Mangrove

Program Reboisasi Hutan mangrove ini dilaksanakan oleh PT PELNI dengan menyadari beberapa dampak kerusakan hutan mangrove.

Dampak negatif ketika hutan mangrove rusak, antara lain:

1. Perubahan Iklim

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu menstabilkan iklim.

Kerusakan hutan mangrove dapat mengurangi kapasitas hutan untuk menyerap karbon dan mengurangi kontribusi hutan mangrove dalam pengendalian perubahan iklim.

2. Kerusakan Ekosistem

Hutan mangrove merupakan habitat yang penting bagi berbagai jenis satwa liar, seperti ikan, udang, burung, dan reptil.

Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan kehilangan habitat dan menurunkan keberlangsungan spesies yang bergantung pada hutan mangrove.

3. Erosi

Pohon-pohon mangrove memiliki akar yang kuat yang dapat menahan tanah dan mencegah erosi.

Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan erosi yang lebih besar di daerah pantai yang rawan erosi.

4. Banjir

Hutan mangrove dapat membantu mengurangi banjir dengan menyaring air dan mengurangi arus air yang kuat. Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan banjir yang lebih besar.

Bagaimana Upaya Memperbaiki Mangrove yang Telah Rusak?

Selain reboisasi, beberapa upaya yang dapat disarankan oleh PT PELNI guna memperbaiki mangrove yang telah rusak, di antaranya:

1. Pembersihan Hutan Mangrove

Pembersihan hutan mangrove yang rusak dapat dilakukan dengan cara membersihkan sampah yang ada di hutan mangrove dan menghilangkan jenis tanaman yang tidak diinginkan yang dapat menghambat perkembangan mangrove.

2. Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan

Pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara mengatur aktivitas yang dilakukan di hutan mangrove seperti perikanan, penebangan hutan, serta pengambilan kayu sesuai dengan kapasitas hutan dan teknik yang sesuai.

Perlu juga menggalakkan edukasi tentang pentingnya hutan mangrove bagi lingkungan dan masyarakat.

3. Restorasi Hutan Mangrove

Restorasi hutan mangrove meliputi proses pemulihan atau pengembalian fungsionalitas ekosistem hutan yang rusak atau hilang.

Hal ini dilakukan dengan cara menanam pohon mangrove, mengelola habitat dan ekologi sekitar, serta mengelola sumber daya yang ada di dalam hutan.

4. Penelitian dan Monitoring

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan mangrove saat ini dan untuk melakukan evaluasi program reboisasi yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan dapat mencakup aspek biologi, ekologi, sosial, ekonomi dan manajemen yang ada di dalam hutan mangrove.

Langkah-Langkah dalam Pengelolaan Hutan Mangrove

Program reboisasi hutan mangrove yang diselenggarakan oleh PELNI diharapkan dapat direplikasi atau diaplikasikan di banyak tempat oleh semua masyarakat, termasuk penggiat lingkungan.

Berikut beberapa langkah-langkan dalam pengelolaan hutan mangrove yang dapat dilakukan:

1. Perencanaan

Langkah pertama dalam pengelolaan hutan mangrove adalah merencanakan pengelolaannya.

Perencanaan ini harus mencakup kondisi hutan mangrove saat ini, potensi dan ancaman yang ada, serta tujuan dan sasaran pengelolaan hutan mangrove.

2. Survei dan Inventarisasi

Langkah selanjutnya adalah melakukan survei dan inventarisasi hutan mangrove. Survei ini harus mencakup kondisi fisik, biologi, sosial, ekonomi, dan manajemen hutan mangrove.

3. Penentuan Zona

Setelah survei dan inventarisasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan zona-zona di dalam hutan mangrove. Zona-zona ini harus mencerminkan kondisi, potensi, dan ancaman yang ada di hutan mangrove.

4. Pengelolaan Sumber Daya

Langkah selanjutnya adalah mengelola sumber daya yang ada di dalam hutan mangrove. Ini harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan sesuai dengan kapasitas hutan mangrove.

5. Monitoring dan Evaluasi

Selanjutnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan hutan mangrove. Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan mangrove saat ini dan evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi program pengelolaan yang dilakukan.

6. Pendidikan dan Komunikasi

Selain itu, dalam pengelolaan hutan mangrove juga penting dilakukan pendidikan dan komunikasi terkait pentingnya hutan mangrove bagi lingkungan dan masyarakat.

Pendidikan ini ditujukan kepada masyarakat setempat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Simpulan

Program Reboisasi Hutan Mangrove yang diselenggarakan oleh PT PELNI sangat penting karena dapat membantu memulihkan ekosistem yang rusak dan mengembalikan fungsinya sebagai penyedia habitat bagi berbagai jenis satwa liar, pengendali erosi, dan penyaring air.

Reboisasi hutan mangrove akan meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi erosi, melindungi satwa liar yang terancam punah, memperbaiki ekonomi masyarakat setempat, serta melindungi daratan dari badai dan genangan air.

Oleh karena itu, reboisasi hutan mangrove sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan.

Kampung ATAS, Program Inspiratif PT TASPEN untuk Berdayakan Pensiunan

Kampung ATAS, Program Inspiratif PT TASPEN untuk Berdayakan Pensiunan

sinergiindonesia.co.id – Program Kampung Andal Taspen (Kampung ATAS) Bandung, dipersiapkan untuk menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan binaan PT Taspen (Persero). Ada 3 pilar yang menjadi sasaran dalam program ini, yakni ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Kampung ATAS, Komitmen PT Taspen Melalui Program Pemberdayaan Lansia

Kampung Andal Taspen (Kampung ATAS) adalah program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) binaan PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) yang menyasar bidang lingkungan, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Program ini dilaksanakan di Desa Melati Wangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Inspirasi hadirnya Program Kampung ATAS adalah merupakan bentuk kepedulian PT Taspen (Persero) terhadap para pensiunan yang juga merupakan anggota Taspen. Kampung ATAS memberikan kesempatan bagi pensiunan untuk menjadi inisiator sekaligus kontributor program.

Kampung ATAS dipersiapkan untuk menjadi program andalan yang mampu membuka peluang bagi pensiunan untuk terus berkarya, berkontribusi, dan mendedikasikan diri bagi masyarakat sekitar. RUKO ATAS diharapkan menjadi program pemberdayaan pensiunan inspiratif yang dapat direplikasi di wilayah binaan Taspen lainnya.

RUKO ATAS, Program Taspen dengan Konsep Cerdas untuk Memberdayakan UMKM

Rumah Kolaborasi Andal Taspen (RUKO ATAS) adalah konsep cerdas yang diusung PT Taspen (Persero) untuk memberdayakan UMKM. Melalui RUKO ATAS, produk UMKM diserap, dijual dan dipasarkan di RUKO ATAS.

Salah satu yang menjadi sisi menarik RUKO ATAS adalah membuat pusat inovasi bersama (collaboration innovation centre) dengan ruangan berkonsep kafe. Selain representatif dan nyaman, konsep kafe dimaksudkan untuk menarik perhatian pengunjung yang lebih didominasi anak muda.

Selain menyediakan produk kuliner dan menu kopi, RUKO ATAS juga menjadi sarana pemasaran produk handycraft binaan pensiunan Taspen. Warga dapat berkunjung untuk bersantai, menikmati kopi, aneka jajanan, dan berbelanja produk handycraft hasil dari UMKM binaan Taspen.

TERAS ATAS, Program Taspen untuk Kesehatan Lansia, Anak-Anak dan Remaja

Selain bidang ekonomi, Kampung ATAS juga menyasar bidang kesehatan dan pendidikan melalui Taman Rekreasi Sehat Andal Taspen (TERAS ATAS). Ini merupakan pusat kesehatan Lansia, sarana olahraga bagi remaja dan sarana bermain anak-anak Desa Melati Wangi.

TERAS ATAS berbentuk bangunan menyerupai panggung yang dilengkapi dengan alat fitness khusus Lansia. Di TERAS ATAS, pensiunan dapat melakukan kegiatan olah raga agar tetap sehat dan bugar.

TERAS ATAS juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi kesehatan bagi komunitas Lansia yang dimotori oleh pensiunan Taspen.

TERAS ATAS menyediakan alat permainan anak dan lapangan olah raga. Ini merupakan upaya PT Taspen dalam meningkatkan aktivitas fisik bagi anak-anak agar terhindar dari kecanduan gadget. Selain itu, lapangan olah raga di TERAS ATAS, dimanfaatkan bagi remaja dan orang dewasa untuk bermain voli, bulu tangkis dan tenis meja.

Program Kolaborasi PT Taspen dan Sinergi Indonesia

PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia) berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang lebih inspiratif dan memberikan dampak bagi masyarakat luas. Kampung ATAS merupakan program kolaborasi antara PT Taspen dengan Sinergi Indonesia dalam meningkatkan peran serta pensiunan Taspen agar tetap sehat, produktif.