Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Menanam Harapan dari Balik Greenhouse: Pelatihan Budidaya Sayuran dalam Program Pelita Warna 2025

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan kelompok rentan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Pelita Warna 2025 menghadirkan program pelatihan budidaya tanaman sayuran berbasis greenhouse bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan teknis, tetapi juga sebagai sarana membangun kemandirian, kedisiplinan, serta harapan baru bagi anak-anak yang tengah menjalani masa pembinaan.

Greenhouse sebagai Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Pembangunan greenhouse menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program pertanian berkelanjutan di LPKA Kelas II Jakarta. Fasilitas ini dibangun menggunakan konstruksi baja ringan yang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan irigasi untuk menjaga kestabilan suhu serta kelembaban, sehingga mendukung proses budidaya tanaman sayuran secara optimal.

Greenhouse ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran langsung bagi anak binaan untuk mengenal praktik pertanian modern yang ramah lingkungan. Berbagai sarana pendukung turut disediakan, mulai dari media tanam dan polybag, peralatan kebun, pupuk dan nutrisi tanaman, hingga bibit sayuran sebagai bahan praktik pembelajaran.

Pelatihan Budidaya Sayuran: Dari Teori ke Praktik

Seiring dengan pembangunan greenhouse, Program Pelita Warna 2025 juga menyelenggarakan Training Bertanam Sayuran Organik, yang diikuti oleh anak-anak binaan dengan pendampingan tenaga pelatih berpengalaman. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari pengenalan media tanam, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan dan pengelolaan hasil panen.

Melalui metode pembelajaran praktik langsung, anak binaan dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka kelola, menumbuhkan rasa kepemilikan, serta membangun sikap kerja yang tekun dan produktif. Aktivitas ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Berkelanjutan

Program pelatihan budidaya sayuran berbasis greenhouse memberikan manfaat multidimensi. Bagi anak binaan, program ini menjadi bekal keterampilan siap kerja yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun lapangan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Bagi lingkungan LPKA, keberadaan greenhouse turut mendukung terciptanya ruang hijau produktif yang sehat dan edukatif.

Lebih jauh, program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Menumbuhkan Masa Depan yang Lebih Baik

Melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan penyediaan sarana pertanian modern, Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 membuktikan bahwa proses pembinaan dapat menjadi ruang transformasi yang bermakna. Dari balik greenhouse, anak-anak binaan tidak hanya belajar menanam sayuran, tetapi juga menanam harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik.

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

PT Pelindo Dorong Keterampilan Barbershop di Program BUMN Pelita Warna 2025 LPKA Kelas II Jakarta

Program BUMN Pelita Warna merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelindo (Persero) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan dan pembinaan kelompok rentan, termasuk anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Pada tahun 2025, program ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan fokus pada penguatan keterampilan vokasional yang aplikatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pelatihan keterampilan barbershop, sebagai bekal kemandirian ekonomi dan kesiapan reintegrasi sosial bagi anak-anak binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Antusiasme Anak Binaan: Semangat Belajar yang Nyata

Kegiatan pendampingan keterampilan barbershop pada Program BUMN Pelita Warna 2025 menunjukkan bahwa anak-anak binaan di LPKA Kelas II Jakarta memiliki antusiasme tinggi dan motivasi kuat untuk mengikuti pelatihan vokasional. Selama pelatihan, peserta tampak aktif mengikuti demo, praktik teknik dasar hingga teknik lanjutan seperti fade dan scissor-over-comb, serta berpartisipasi dalam sesi grooming dan layanan pelanggan. Hal ini mencerminkan energi positif yang memberi makna selama masa pembinaan.

Kurikulum dan Pelaksanaan: Dari Teori ke Praktik

Pendampingan Keterampilan Barbershop dirancang dalam 12 sesi yang komprehensif, menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan alat, teknik clipper dan scissor, pondasi potongan (guide line/baseline), gradasi, lining/line-up, teknik pencucian dan pewarnaan dasar, hingga SOP pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan. Di akhir rangkaian, peserta menjalani final test teori dan praktik untuk mengukur penguasaan kompetensi. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pelatih profesional sehingga transfer skill berlangsung intensif dan terstruktur

Sarana & Prasarana: Fasilitas Praktik yang Memadai

Keberhasilan pelatihan tidak lepas dari dukungan sarana praktik. Program menyediakan 1 set alat peraga praktik potong rambut lengkap, termasuk kliper, gunting, sisir, kain cape, serta modul pelatihan dan materi pendukung. Ketersediaan alat ini memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja nyata di barbershop, meningkatkan kesiapan teknis dan profesionalisme layanan.

Manfaat Jangka Pendek dan Panjang untuk Masa Depan Anak Binaan

Secara langsung, pelatihan barbershop memberi anak binaan keterampilan teknis yang aplikatif—kemampuan yang mudah dipasarkan dan potensial menjadi sumber pendapatan setelah reintegrasi sosial. Selain itu, latihan layanan pelanggan, hygiene, dan attitude memperkuat soft skill yang dibutuhkan dunia kerja. Secara psikososial, kegiatan produktif seperti ini meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan harapan masa depan; aspek-aspek penting untuk menurunkan risiko residivisme dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Kerja Sama PT Pelindo dan LPKA

Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) dan LPKA Kelas II Jakarta, yang difasilitasi dan dikelola oleh Sinergi Indonesia sebagai pelaksana program TJSL. Kolaborasi tersebut menghadirkan kombinasi sumber daya: pendanaan dan komitmen perusahaan, kapabilitas pelatihan dari mitra profesional, serta akses dan dukungan kelembagaan dari pihak LPKA. Sinergi antara pihak-pihak ini memastikan program berjalan terkoordinasi dan menyasar kebutuhan riil anak binaan.

Komitmen Sinergi dan Kolaborasi: Keberlanjutan sebagai Fokus

Laporan akhir mencatat capaian pelaksanaan 100% untuk indikator Pendampingan Keterampilan Barbershop — sebuah tanda bahwa komitmen kolaboratif antara BUMN, lembaga pembinaan, dan konsultan pelaksana berjalan efektif. Komitmen ini juga meliputi penyediaan sertifikat peserta serta dokumentasi dan evaluasi yang membantu perencanaan tindak lanjut—misalnya peluang pendampingan wirausaha, inkubasi usaha mikro, atau pembentukan kemitraan kerja dengan barbershop lokal setelah anak binaan keluar.

Cerita Nyata: Belajar, Praktik, dan Harapan

Selama pelatihan terlihat banyak momen kecil yang bermakna: peserta yang awalnya ragu kemudian mampu menguasai teknik dasar, hingga peserta yang menunjukkan kepedulian membantu teman saat praktik. Cerita-cerita ini menjadi bukti bahwa pelatihan vokasional tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab—komponen penting untuk reintegrasi sosial yang sukses.

Ajakan Kolaborasi: Bangun Dampak Bersama Sinergi Indonesia

Program Keterampilan Barbershop BUMN Pelita Warna 2025 di LPKA Kelas II Jakarta memperlihatkan bagaimana sinergi antara BUMN, lembaga pembinaan, dan pelaksana program dapat menciptakan dampak sosial nyata. Jika perusahaan Anda ingin merancang atau memperkuat program CSR/TJSL berbasis pelatihan vokasional yang berorientasi keberlanjutan — baik untuk pembinaan anak, pemberdayaan masyarakat, atau mitigasi risiko sosial — Sinergi Indonesia siap menjadi mitra konsultan yang membantu mulai dari desain program, pelaksanaan, hingga monitoring & evaluasi.

Untuk kolaborasi dan konsultasi, hubungi Sinergi Indonesia melalui contact@sinergiindonesia.co.id atau +62 812-1153-2810. Bersama, kita wujudkan peluang — bukan sekadar bantuan.

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Program TJSL BUMN Pelita Warna 2025 Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Jakarta

Jakarta Selatan — Di balik tembok Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta, Program TJSL BUMN Pelita Warna Tahun 2025 hadir membawa ruang belajar, harapan, dan kesempatan baru bagi anak-anak binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia), program ini dirancang tidak hanya sebagai rangkaian kegiatan, tetapi sebagai proses pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan anak binaan. Mulai dari keterampilan kerja, kesehatan mental, hingga kepedulian terhadap lingkungan, Pelita Warna 2025 menjadi wadah bagi anak binaan untuk mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri. Program ini dilaksanakan sepanjang Mei hingga September 2025.

Pendekatan Terpadu untuk Pemberdayaan Anak Binaan

Mengusung filosofi “Pelita yang terus menyala dan memantulkan harapan”, Program Pelita Warna dirancang sebagai upaya pembinaan terpadu yang membekali anak binaan dengan keterampilan relevan dan bernilai guna sebagai bekal reintegrasi sosial. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, kesehatan mental, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan kemitraan.

Sebagai mitra pelaksana, PT Sinergi Indonesia menjalankan peran strategis dalam keseluruhan siklus program, mulai dari perencanaan teknis berbasis kebutuhan, pengadaan sarana dan prasarana, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas serta keberlanjutan dampak program.

Penguatan Keterampilan Siap Kerja dan Kewirausahaan

Pada bidang ekonomi, Program Pelita Warna 2025 mendukung peningkatan kompetensi anak binaan melalui pengadaan sarana dan prasarana keterampilan siap kerja, antara lain unit PC untuk video call dan desain grafis, peralatan sablon digital, serta fasilitas pendukung pelatihan keterampilan lainnya.

Penguatan sarana tersebut dilengkapi dengan berbagai pelatihan vokasional, seperti Training Sablon Digital, pelatihan barbershop, serta pelatihan kesiapan kerja yang mencakup strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreator berbasis media sosial, dan pengelolaan usaha. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan mental produktif, kreativitas, serta kemandirian ekonomi anak binaan.

Integrated Farming dan Kepedulian Lingkungan

 

Pada aspek lingkungan, PT Sinergi Indonesia mengimplementasikan konsep Integrated Farming melalui pembangunan Rumah Kelola Sampah (RKS) dan Green House di lingkungan LPKA. Anak binaan memperoleh pembelajaran praktik terkait pengelolaan sampah terpadu, pengoperasian mesin pencacah, pembuatan kompos, serta budidaya sayuran organik berbasis greenhouse.

Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan LPKA yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan serta membuka peluang pengembangan green skills yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.

Pendampingan Psikologi dan Literasi sebagai Fondasi Reintegrasi Sosial

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama Program Pelita Warna 2025. Melalui pendampingan psikologi anak binaan mendapatkan ruang aman untuk mengenali diri, mengelola stres dan trauma, memperkuat motivasi, serta mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial.

Program ini juga diperkuat melalui pendampingan literasi, yang mencakup pelatihan menulis hingga penerbitan buku antologi karya anak binaan. Kegiatan ini menjadi sarana ekspresi diri, penguatan identitas positif, sekaligus peningkatan rasa percaya diri.

Seremonial Program dan Sosialisasi Anti-Narkoba

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Seremonial Program Pelita Warna 2025 dan Sosialisasi Anti-Narkoba dilaksanakan di LPKA Kelas II Jakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian BUMN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta mitra sosial. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong pembinaan anak binaan yang sehat, berdaya, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui Pelita Warna 2025, Sinergi Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra pelaksana program TJSL yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan program pembinaan serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif.

Program TJSL Ata Modo Dorong Pemberdayaan Terpadu di Pulau Komodo

Program TJSL Ata Modo Dorong Pemberdayaan Terpadu di Pulau Komodo

Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Ata Modo Tahun 2024 resmi dilaksanakan sebagai upaya kolaboratif dalam mendorong penguatan pendidikan, ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di Pulau Komodo.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara PT Sinergi Inta Waana (Sinergi Indonesia) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta Kolaborasi BUMN. Ata Modo menjadi kelanjutan dari rangkaian program TJSL sebelumnya yang telah dilaksanakan di kawasan Pulau Komodo, dengan fokus utama tahun 2024 pada pengembangan sumber daya manusia dan penguatan fondasi sosial masyarakat.

Fokus Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan

Dalam pelaksanaannya, Program TJSL Ata Modo mencakup berbagai intervensi lintas sektor. Di bidang pendidikan, program ini melaksanakan bimbingan tes CPNS/PPPK bagi guru, bimbingan belajar bagi siswa SDN Pulau Komodo, pengadaan sarana dan prasarana TIK, olahraga, dan seni, serta pembangunan SMK Restorasi Pulau Komodo.

Di sektor ekonomi, program memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui bantuan mesin kopi, penyediaan koneksi internet, serta bantuan tenda Sarmafil untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat.

Sementara itu, pada aspek lingkungan dan layanan dasar, Ata Modo melaksanakan revitalisasi saluran air bersih, reboisasi tanaman rindang produktif, serta pembangunan dan pengelolaan Rumah Kelola Sampah sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan dan Dampak Program

Seluruh rangkaian Program TJSL Ata Modo Tahun 2024 dilaporkan telah terlaksana sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan. Program ini menjangkau ratusan penerima manfaat di Pulau Komodo dan mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial, serta lingkungan.

Berdasarkan analisis Social Return on Investment (SROI) dalam laporan program, pelaksanaan Ata Modo menunjukkan nilai manfaat sosial yang lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan. Hal ini mencerminkan efektivitas program dalam menghasilkan dampak sosial yang terukur.

Pendekatan Kolaboratif dan Berkelanjutan

Sebagai mitra pelaksana, Sinergi Indonesia menerapkan pendekatan perencanaan berbasis survei, pendampingan program, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan kualitas pelaksanaan dan keberlanjutan dampak program. Keterlibatan pemangku kepentingan lokal menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pulau Komodo.

Program TJSL Ata Modo Pulau Komodo 2024 diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan program keberlanjutan di masa mendatang, sekaligus menjadi contoh praktik kolaborasi TJSL BUMN dalam mendukung pembangunan sosial yang terintegrasi.

Program ini mencerminkan pendekatan Sinergi Indonesia dalam merancang dan mengimplementasikan program CSR dan TJSL berbasis kebutuhan lokal serta keberlanjutan jangka panjang.

BUMN Teman Bersenyum : Inisiatif BUMN untuk Transformasi di Kabupaten Temanggung

BUMN Teman Bersenyum : Inisiatif BUMN untuk Transformasi di Kabupaten Temanggung

Dalam sebuah langkah yang menandai kolaborasi yang solid untuk memperjuangkan perubahan positif, 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara resmi meluncurkan Program BUMN TEMAN BERSENYUM. Acara peresmian digelar pada Jumat, 17 November 2023, di Kawasan Wisata Sindoro Water Park, Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung.

Pentingnya Dampak yang Signifikan bagi Kehidupan Masyarakat: Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, menegaskan urgensi menciptakan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Beliau menyoroti perlunya perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masyarakat dalam membangun program-program yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program diukur dari dampak yang dihasilkan, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Eko juga menekankan pentingnya merawat dan memanfaatkan program-program kolaborasi BUMN secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai upaya sementara.

Transformasi Positif untuk Kesejahteraan Masyarakat: Harapan dan Komitmen

Rully Yusuf, Penanggung Jawab Program BUMN Teman Bersenyum, mengemukakan harapannya agar program ini dapat menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di Kabupaten Temanggung. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BUMN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Salah satu tujuannya adalah mengangkat Temanggung sebagai destinasi unggulan yang kaya akan budaya, sejarah, dan potensi alam yang menarik.

bumn teman bersenyum 2

Implementasi Program: Dukungan dan Penguatan Kapasitas Lokal

Program BUMN TEMAN BERSENYUM dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, dan Desa Rejosari, Kecamatan Bansari. Kegiatan di Desa Gentan difokuskan pada pengembangan kios Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), fasilitas camping ground, dan infrastruktur rumah kemasan. Di Desa Rejosari, program difokuskan pada penyediaan jaringan pipa untuk saluran air bersih.

Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan manajemen untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian mereka. Pelatihan pemasaran digital dilakukan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan pengusaha UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk lokal serta mengembangkan potensi ekonomi di tingkat lokal.

Melalui program ini, harapannya masyarakat dapat lebih siap dan terampil dalam mengelola potensi ekonomi lokal mereka, sehingga berkontribusi secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Kabupaten Temanggung.

Peresmian Program Kolaborasi BUMN Tana Lino Lestari II

Peresmian Program Kolaborasi BUMN Tana Lino Lestari II

Sinergiindonesia.co.id – Peresmian Program Kolaborasi BUMN “Tana Lino Lestari II” pada Sabtu, 4 November 2023, di SD Negeri Pulau Komodo, Labuan Bajo, menjadi tonggak bersejarah yang menandai komitmen BUMN dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Program kolaborasi ini melibatkan Sinergi Indonesia serta 23 perusahaan BUMN, yang telah sukses mewujudkan program sebelumnya, “Tana Lino Lestari.” Fokus perluasan program ini adalah untuk memacu pembangunan yang lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi masyarakat Pulau Komodo.

Pembukaan oleh Tedi Bharata: Komitmen BUMN untuk Pulau Komodo

Dalam sebuah acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, Tedi Bharata, Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, berbicara dengan penuh semangat tentang pentingnya program “Tana Lino Lestari II.” Beliau menyampaikan harapannya agar program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di Pulau Komodo.

Kolaborasi 23 Perusahaan BUMN: Mendorong Pembangunan Terintegrasi

Program kolaborasi ini melibatkan 23 perusahaan BUMN yang beragam dalam berbagai sektor usaha. Daftar perusahaan ini mencakup berbagai entitas yang bersatu untuk mewujudkan pembangunan yang komprehensif di Pulau Komodo. Mereka membentuk aliansi yang solid untuk mencapai tujuan bersama dalam program “Tana Lino Lestari II.”

Perluasan Cakupan: Fokus pada Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan

Program “Tana Lino Lestari II” bukan hanya sekadar kelanjutan dari pendahulunya. Program ini melebarkan cakupan dengan fokus pada tiga bidang utama yang kritis untuk kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Komodo, yaitu pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Pendidikan Berkualitas: Investasi dalam Masa Depan Generasi Muda

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau Komodo, program ini mengalokasikan sumber daya untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Ini termasuk pengadaan renovasi ruang kelas SDN Pulau Komodo, jaringan internet, alat laboratorium untuk SMPN Pulau Komodo, pembangunan taman tematik, ruang guru, serta furnishing ruang guru dan rumah dinas guru SDN Komodo. Semua ini bertujuan untuk memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi muda Pulau Komodo.

Peresmian Program Kolaborasi BUMN "Tana Lino Lestari II

Pertumbuhan Ekonomi: Dukungan Bagi Pengusaha Lokal

Program “Tana Lino Lestari II” juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal dengan pengadaan Sentra Kuliner Pulau Komodo, peralatan bisnis seperti kursi pelanggan, peralatan kopi, alat dapur, pencahayaan tenaga surya, mesin vakum kemasan (packaging vacuum machine), pelatihan dalam kreativitas produk olahan ikan dan keamanan pangan, serta papan nama Sentra Kuliner. Semua ini adalah upaya untuk memberikan dorongan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Komodo.

Lingkungan Berkelanjutan: Penanaman Pohon dan Konservasi

Pulau Komodo, sebagai sebuah destinasi yang luar biasa, juga mendapatkan perhatian khusus dalam program ini. Penanaman pohon dan upaya konservasi menjadi komitmen nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ini diwujudkan melalui penanaman pohon secara serentak, sejajar dengan acara peresmian program “Tana Lino Lestari II.” Langkah ini diharapkan menjadi titik awal untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di wilayah Labuan Bajo, NTT.

Peresmian Program Kolaborasi BUMN "Tana Lino Lestari II

Membawa Harapan pada Kemajuan Pulau Komodo

Program “Tana Lino Lestari II” adalah tonggak bersejarah yang membawa harapan akan kemajuan dan kemandirian masyarakat Pulau Komodo. Dalam kerangka tiga bidang utama: pendidikan, ekonomi, dan lingkungan, program ini memainkan peran kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan lingkungan yang lebih lestari. Semangat kolaborasi BUMN, sinergi yang kuat, dan fokus pada kesejahteraan masyarakat adalah inti dari program ini, yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

PT Taspen Ajak UMKM Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Taspen Preneur

Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, PT Taspen hadir di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui program Taspen Preneur pada Oktober 2021 lalu. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi BUMN Labuan Bajo Tahun 2021 dengan tema “Tana Lilo Lestari.” Ini adalah bagian dari komitmen dan upaya BUMN dalam membangkitkan Labuan Bajo menjadi daerah wisata produktif yang mampu memberikan dampak kesejahteraan dan ekonomi.

Lakukan Koordinasi dengan Dinas Terkait Guna Mendukung Taspen Preneur

Pihak Taspen bersama Sinergi Indonesia melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terkait pentingnya pemberdayaan UMKM. Pihak Kabupaten yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (SEKDA), menyambut baik acara yang dimotori PT Taspen bersama sinergi BUMN lainnya. Harapannya, di kemudian hari, sinergi BUMN dapat hadir kembali di Manggarai Barat melalui beragam kegiatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain Pemerintah Kabupaten, pihak koordinasi juga dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang merupakan penanggungjawab objek wisata Batu Cermin. Koordinasi membahas pengurusan perizinan penggunaan tempat bagi para UMKM.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyampaikan perlunya menjaga lingkungan Batu Cermin tetap bersih dan sehingga mampu menjadi ruang pemasaran produktif bagi UMKM binaan Taspen. Selain itu, program Lopo Taspen sebaiknya dapat dilanjutkan kembali di masa yang akan datang agar mampu memberikan dampak kesejahteraan yang semakin baik.

Kurasi UMKM, Langkah Penting untuk Kemajuan Taspen Preneur Labuan Bajo

Guna menentukan UMKM yang memiliki potensi, pihak Taspen terlebih dahulu melakukan kurasi. Tujuannya, untuk memahami potensi produk, perkembangan usaha dan menentukan langkah-langkah penting untuk kemajuan ke depan.  Kurasi yang dilakukan oleh PT Taspen juga digunakan untuk mengidentifikasi UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan sukses. Langkah ini penting untuk:

1. Pengambilan keputusan

Kurasi UMKM dapat membantu pihak pemerintah, investor, atau lembaga keuangan dalam membuat keputusan investasi atau dukungan untuk UMKM Taspen Preneur yang potensial.

2. Identifikasi kebutuhan

Kurasi UMKM juga bisa membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan UMKM TASPEN PRENEUR, seperti akses terhadap dana, teknologi, atau pelatihan, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

3. Peningkatan efisiensi

Kurasi UMKM ikut membantu dalam mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, karena hanya UMKM Taspen Preneur yang potensial yang akan didukung atau dibiayai.

4. Penyediaan dukungan yang tepat

Kurasi UMKM turut membantu dalam memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM Taspen Preneur yang potensial, seperti akses ke pasar atau pelatihan khusus, yang akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja UMKM Taspen Preneur.

5. Peningkatan produktivitas UMKM Taspen Preneur

Kurasi UMKM akan meningkatkan produktivitas UMKM Taspen Preneur yang potensial sebagai hasil dari dukungan yang diberikan. Contohnya, akses ke teknologi dan pelatihan yang akan meningkatkan kompetitivitas di pasar.

Tingkatkan Kompetensi Taspen Preneur Melalui Pelatihan Digital Marketing

Demi meningkatkan daya saing bagi UMKM, pihak Taspen memberikan dukungan berupa pelatihan digital marketing bagi UMKM Terkurasi. Kegiatan dilaksanakan di aula Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan dihadiri oleh dinas terkait.

Pelatihan digital marketing akan memberikan UMKM Taspen Preneur dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengefektifkan pemasaran dan penjualan produk atau jasa mereka melalui media digital, yang akan membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan kesuksesan UMKM Taspen Preneur.

PT Taspen menyadari, pelatihan digital marketing sangat penting bagi UMKM Taspen Preneur karena dapat membantu mereka dalam meningkatkan penjualan dan pemasaran produk atau jasa melalui media digital. Beberapa alasan penting mengapa pelatihan digital marketing penting bagi UMKM Taspen Preneur antara lain:

1. Efektifitas Biaya

Pemasaran digital dapat sangat efektif dalam meningkatkan penjualan produk atau jasa, dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemasaran tradisional.

2. Akses Global

Media digital memungkinkan UMKM untuk menjangkau pasar global, yang akan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

3. Analitik dan Pengukuran

Melalui digital marketing, UMKM dapat melakukan analisis dan pengukuran efektifitas dari campaign yang dijalankan, untuk melakukan perbaikan dan pengembangan yang lebih baik.

4. Kompetisi 

UMKM yang tidak menggunakan digital marketing akan ketinggalan dalam persaingan di era digital ini. Ini adalah langkah yang begitu penting.

5. Branding

Digital marketing memungkinkan para UMKM untuk membangun merek yang kuat, yang akan membantu meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan potensi penjualan produk atau jasa.

6. Interaksi Langsung

Aktivitas di dunia maya memungkinkan pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dengan begitu, kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan bisa meningkat.

Langkah Taspen Preneur Menyambut Labuan Bajo Menjadi Kawasan Wisata Potensial

UMKM Taspen Preneur memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi di Labuan Bajo. Daerah Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pantai, laut, dan kekayaan biologi yang luar biasa.

Hal-hal yang mendukung perlunya eksistensi Taspen Preneur di Labuan Bajo adalah:

Pertama, UMKM dapat memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan.

Para pelaku usaha juga dapat meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi, serta menyediakan jasa yang profesional dan ramah pelanggan. Dengan meningkatkan kualitas produk dan jasa, UMKM dapat membuat wisatawan merasa puas dan ingin kembali lagi ke daerah Labuan Bajo.

Kedua, UMKM dapat meningkatkan pemasaran produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan produk dan jasa mereka kepada wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

Melalui pelatihan digital marketing, UMKM dapat mengefektifkan pemasaran produk dan jasa melalui media sosial, aplikasi, dan website yang menarik.

Ketiga, UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dan jasa yang ditawarkan. UMKM dapat meningkatkan inovasi produk dengan menggabungkan teknologi baru dan kreativitas, dan menyediakan jasa yang unik dan menarik.

Dengan inovasi yang baik, UMKM dapat menarik wisatawan untuk datang serta mencoba produk dan jasa yang unik khas Labuan Bajo.

Secara keseluruhan, UMKM Taspen Preneur dapat meningkatkan kualitas, pemasaran, dan inovasi untuk menyambut wisatawan yang datang ke daerah Labuan Bajo. Para pelaku usaha dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan menawarkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi, inovatif dan dengan pemasaran yang efektif.

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

Tingkatkan Komitmen Bidang Lingkungan, PT PELNI Dirikan Rumah Kelola Sampah di Baubau

PT PELNI (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Salah satu program inspiratif yang diinisiasi PELNI adalah Rumah Kelola Sampah (RKS) PELNI Baubau. Bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, program yang berjalan dari tahun 2020-2022 ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kelurahan Kadolokatapi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Tanggung Jawab PT PELNI Terhadap Permasalahan Sampah

PT PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah kapal agar tidak merusak dan mencemari lingkungan air laut.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius seperti kerusakan ekosistem, pencermaran lingkungan, dan kesehatan buruk bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, PT PELNI juga berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah kapal. Ada beberapa peraturan internasional dan nasional yang berlaku untuk pengelolaan sampah kapal, seperti MARPOL 73/78 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terlebih lagi, PT PELNI sebagai perusahaan yang beroperasi di lingkungan laut, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

Pengelolaan sampah kapal yang baik dapat menjaga kualitas air dan ekosistem laut. Pada gilirannya dapat menjaga kesehatan masyarakat dan ekonomi yang tergantung pada sumber daya laut.

Manfaat Rumah Kelola Sampah Binaan PT PELNI Bagi Masyarakat Baubau

Rumah Kelola Sampah (RKS) merupakan sebuah fasilitas yang digunakan untuk mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. RKS memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

1. Menjaga Lingkungan

RKS dapat membantu menjaga lingkungan dengan mengurangi tingkat sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah lingkunganserta mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

2. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

RKS dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi jumlah sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

RKS juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti penyakit menular, serta mengurangi bau dan kebisingan yang disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik.

3. Meningkatkan Efisiensi dalam Pengelolaan Sampah

RKS dapat membantu menurunkan biaya pengelolaan sampah dengan mengelola sampah yang dikumpulkan dari masyarakat secara efisien dan efektif.

Melalui RKS, sampah dapat diklasifikasikan dan diolah secara terpisah sesuai dengan jenisnya, sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti daur ulang atau pembuatan biogas.

4. Meningkatkan Pendapatan

RKS dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang akan dibantu dalam pengelolaan sampah, seperti pengumpul sampah. Pendapatan ini dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

5. Pendidikan

RKS dapat digunakan sebagai sarana pendidikan lingkungan untuk masyarakat, terutama anak-anak, tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkontribusi dalam pencegahan lingkungan.

6. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

Melalui pengelolaan sampah yang baik, RKS dapat meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar.

RKS juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat daur ulang sampah dan cara-cara yang baik dalam mengelola sampah.

7. Memberikan Solusi Terpadu

RKS memberikan solusi terpadu untuk pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas dari mulai pengumpulan sampah, klasifikasi, daur ulang, pengolahan dan pemanfaatan hasil daur ulang sampah.

8. Memberikan Dampak Positif pada Bidang Ekonomi

RKS dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dari pengelolaan sampah yang benar, serta mendorong ekonomi daur ulang dan pengembangan industri-industri baru dari hasil daur ulang sampah.

PELNI Ajak Masyarakat Berdayakan Rumah Kelola Sampah (RKS) Baubau

Pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan pengelolaan sampah adalah dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Kelola Sampah (RKS) yang dibangun oleh PT PELNI.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PT PELNI memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik bagi lingkungan dan masyarakat.

PT PELNI mengajak masyarakat Baubau, Sulawesi Tenggara, untuk memanfaatkan keberadaan RKS yang dibangun oleh PT PELNI. RKS dapat membantu kita dalam mengelola sampah yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar dengan lebih efisien dan efektif.

Dengan mengelola sampah dengan baik dapat mengurangi tingkat sampah di lingkungan sekitar dan mencegah masalah lingkungan yang serius seperti pencemaran air dan tanah.

Selain itu, dengan memanfaatkan RKS yang dibangun oleh PT PELNI, masyarakat dapat berperan serta dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. PT PELNI mengimbau agar semua lapisan masyarakat bersama-sama dalam mengelola sampah dengan baik dan berkontribusi dalam pencegahan permasalahan lingkungan.

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PETISI BERAKHLAK, Program PT PELINDO Kampanyekan Anti-Suap Berbasis ISO 37001

PT PELINDO (Persero) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, mengadakan program berbasis ISO 37001 dengan tajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK). Kegiatan ini dipusatkan di pelabuhan PELINDO Tanjung Priuk, Jakarta, dan diikuti oleh customer PT PELINDO, karyawan, dan pihak terkait lainnya.

Program yang diselenggarakan pada tahun 2021 ini merupakan bentuk kampanye anti suap untuk mengajak masyarakat mencegah, mendeteksi, dan melaporkan tindakan penyuapan. Kegiatan dilakukan dengan membagikan merchandise berisi materi anti suap kepada customer PT PELINDO. Selain itu, ada pula kompetisi kampanye anti suap yang dilakukan di sosial media dengan menyasar generasi muda.

Mengenal Apa Itu ISO 37001

ISO 37001 adalah standar global yang memberikan panduan untuk mencegah dan menangani tindakan penyuapan melalui implementasi sistem manajemen anti-penyuapan (ABMS). Dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO), standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba, termasuk PT PELINDO (Persero).

Organisasi yang memenuhi standar ini diakui sebagai praktik terbaik dalam mengelola risiko penyuapan dan dapat meningkatkan reputasi, kredibilitas, dan daya saingnya. Standar tersebut menuntut dari organisasi untuk mengidentifikasi risiko potensial penyuapan, menerapkan metode untuk mencegah dan mengendalikan risiko tersebut, serta menyelenggarakan program pelaporan yang transparan dan mekanisme untuk mengaudit dan mengevaluasi sistem.

Pentingnya Kampanye ISO 37001 Anti-Penyuapan Bagi Perusahaan

PT PELINDO menyadari bahwa kampanye anti-penyuapan sangat penting bagi perusahaan. Ini karena dapat membantu menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Penyuapan merupakan tindakan ilegal yang dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan penyuapan yang merugikan perusahaan, serta memberikan perlindungan bagi perusahaan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

Selain itu, perusahaan yang memenuhi standar ISO 37001 anti-penyuapan dapat dilihat sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan PELINDO, termasuk karyawan, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagaimana SNI ISO 37001:2016 dapat Menguntungkan Perusahaan atau Organisasi?

1. Menjaga Reputasi yang Baik 

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam menjaga reputasinya dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

2. Mencegah Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan, yang dapat membantu perusahaan untuk mencegah tindakan yang merugikan perusahaan dan memberikan perlindungan dari sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah dan pihak lainnya.

3. Menaikkan Kualitas Lingkungan Kerja

Sistem manajemen anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001 dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja, meningkatkan produktivitas karyawan, dan meningkatkan komitmen karyawan dalam melakukan bisnis dengan integritas dan etika.

4. Mengelola Risiko

Implementasi sistem manajemen anti-penyuapan sesuai dengan standar ISO 37001 dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko yang terkait dengan tindakan penyuapan dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh tindakan penyuapan.

5. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi

Standar ISO 37001 menyediakan standar yang dapat diikuti untuk memenuhi kepatuhan regulasi yang berlaku di bidang anti-penyuapan, yang dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memenuhi peraturan yang berlaku.

Ruang Lingkup Anti-Suap ISO 37001

Berikut adalah ruang lingkup anti-suap ISO 37001 yang menjadi dasar bagi PT PELINDO dalam menyelenggarakan program bertajuk “Pelindo Anti Suap untuk Indonesia Bersih, Amanah dan Berakhlak” (atau disingkat PETISI BERAKHLAK):

1. Tindakan Penyuapan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan.

2. Organisasi

Standar ini ditujukan untuk digunakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, dan organisasi nirlaba.

3. Proses

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola proses manajemen anti-penyuapan, termasuk identifikasi risiko, pencegahan dan pengendalian risiko, dan pelaporan.

4. Kebijakan

Standar ini menyediakan panduan untuk mengelola kebijakan anti-penyuapan yang sesuai dengan standar ISO 37001.

5. Personil

Standar ini memberikan panduan untuk mengelola personil yang terlibat dalam proses manajemen anti-penyuapan dan memberikan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan.

6. Audit dan Review

Standar ini memberikan panduan untuk melakukan audit dan review sistem manajemen anti-penyuapan dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Inspirasi Program Anti-Suap Bertajuk PETISI BERAKHLAK PT PELINDO

Suap merupakan tindakan yang tidak terhormat dan merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Standar internasional ISO 37001:2016 menyediakan panduan untuk mengidentifikasi, mencegah, menangani, dan melaporkan tindakan penyuapan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, program PETISI BERAKHLAK ingin mengajak semua pihak untuk berperan dalam mencegah tindakan penyuapan.

Pertama, masyarakat dapat memahami risiko dan dampak dari tindakan penyuapan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari standar ISO 37001:2016 dan menyadari bahwa tindakan penyuapan dapat merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial.

Kedua, masyarakat dapat membuat perubahan dalam perilaku yang berkaitan dengan tindakan penyuapan. Ini dapat dilakukan dengan menolak melakukan tindakan penyuapan dan melaporkan setiap dugaan tindakan penyuapan kepada pihak yang berwenang.

Ketiga, masyarakat dapat membantu dalam mendorong perusahaan dan organisasi untuk memenuhi standar ISO 37001:2016 dengan membuat permintaan dan memberikan dukungan kepada perusahaan dan organisasi yang memenuhi standar ini.

Dengan demikian, kami berharap dapat membuat dunia bisnis yang lebih baik dan bebas dari tindakan penyuapan.

Luncurkan Program Reboisasi Hutan Mangrove, PELNI Ajak Semua Pihak Lakukan Reboisasi

Luncurkan Program Reboisasi Hutan Mangrove, PELNI Ajak Semua Pihak Lakukan Reboisasi

isinergiindonesia.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bekerja sama dengan Sinergi Indonesia, meluncurkan program Reboisasi Hutan Mangrove yang diselenggarakan di Kepuluan Seribu, DKI Jakarta pada 2021 yang lalu.

Program ini terus berjalan hingga di tahun 2022. Bahkan, pemeliharaan 10.000 pohon mangrove bantuan PT PELNI, sampai di 2023 ini masih terus dilakukan oleh relawan dan pemerhati lingkungan setempat.

Atas peluncuran program ini, PT PELNI mengajak semua pihak untuk lakukan reboisasi.

Tujuan Reboisasi Hutan Mangrove PT PELNI

Sebagai perusahaan dengan core business berbasis keluatan, PT PELNI menyadari bahwa program pelestarian ekosistem laut sangat penting dilakukan.

Tujuan utama dari reboisasi hutan mangrove adalah untuk memulihkan ekosistem yang rusak dan mengembalikan fungsinya sebagai penyedia habitat bagi berbagai jenis satwa liar, pengendali erosi, dan penyaring air.

Selain tujuan di atas, Program Reboisasi Hutan Mangrove yang berkelanjutan akan menciptakan generasi penyelamat lingkungan di masa yang akan datang.

PELNI berharap, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang peduli dengan kelestarian hutan mangrove.

Ini karena hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat unik dan penting bagi kelangsungan hidup banyak jenis satwa serta manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Pahami Dampak Kerusakan Hutan Mangrove

Program Reboisasi Hutan mangrove ini dilaksanakan oleh PT PELNI dengan menyadari beberapa dampak kerusakan hutan mangrove.

Dampak negatif ketika hutan mangrove rusak, antara lain:

1. Perubahan Iklim

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu menstabilkan iklim.

Kerusakan hutan mangrove dapat mengurangi kapasitas hutan untuk menyerap karbon dan mengurangi kontribusi hutan mangrove dalam pengendalian perubahan iklim.

2. Kerusakan Ekosistem

Hutan mangrove merupakan habitat yang penting bagi berbagai jenis satwa liar, seperti ikan, udang, burung, dan reptil.

Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan kehilangan habitat dan menurunkan keberlangsungan spesies yang bergantung pada hutan mangrove.

3. Erosi

Pohon-pohon mangrove memiliki akar yang kuat yang dapat menahan tanah dan mencegah erosi.

Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan erosi yang lebih besar di daerah pantai yang rawan erosi.

4. Banjir

Hutan mangrove dapat membantu mengurangi banjir dengan menyaring air dan mengurangi arus air yang kuat. Kerusakan hutan mangrove dapat menyebabkan banjir yang lebih besar.

Bagaimana Upaya Memperbaiki Mangrove yang Telah Rusak?

Selain reboisasi, beberapa upaya yang dapat disarankan oleh PT PELNI guna memperbaiki mangrove yang telah rusak, di antaranya:

1. Pembersihan Hutan Mangrove

Pembersihan hutan mangrove yang rusak dapat dilakukan dengan cara membersihkan sampah yang ada di hutan mangrove dan menghilangkan jenis tanaman yang tidak diinginkan yang dapat menghambat perkembangan mangrove.

2. Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan

Pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara mengatur aktivitas yang dilakukan di hutan mangrove seperti perikanan, penebangan hutan, serta pengambilan kayu sesuai dengan kapasitas hutan dan teknik yang sesuai.

Perlu juga menggalakkan edukasi tentang pentingnya hutan mangrove bagi lingkungan dan masyarakat.

3. Restorasi Hutan Mangrove

Restorasi hutan mangrove meliputi proses pemulihan atau pengembalian fungsionalitas ekosistem hutan yang rusak atau hilang.

Hal ini dilakukan dengan cara menanam pohon mangrove, mengelola habitat dan ekologi sekitar, serta mengelola sumber daya yang ada di dalam hutan.

4. Penelitian dan Monitoring

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan mangrove saat ini dan untuk melakukan evaluasi program reboisasi yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan dapat mencakup aspek biologi, ekologi, sosial, ekonomi dan manajemen yang ada di dalam hutan mangrove.

Langkah-Langkah dalam Pengelolaan Hutan Mangrove

Program reboisasi hutan mangrove yang diselenggarakan oleh PELNI diharapkan dapat direplikasi atau diaplikasikan di banyak tempat oleh semua masyarakat, termasuk penggiat lingkungan.

Berikut beberapa langkah-langkan dalam pengelolaan hutan mangrove yang dapat dilakukan:

1. Perencanaan

Langkah pertama dalam pengelolaan hutan mangrove adalah merencanakan pengelolaannya.

Perencanaan ini harus mencakup kondisi hutan mangrove saat ini, potensi dan ancaman yang ada, serta tujuan dan sasaran pengelolaan hutan mangrove.

2. Survei dan Inventarisasi

Langkah selanjutnya adalah melakukan survei dan inventarisasi hutan mangrove. Survei ini harus mencakup kondisi fisik, biologi, sosial, ekonomi, dan manajemen hutan mangrove.

3. Penentuan Zona

Setelah survei dan inventarisasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan zona-zona di dalam hutan mangrove. Zona-zona ini harus mencerminkan kondisi, potensi, dan ancaman yang ada di hutan mangrove.

4. Pengelolaan Sumber Daya

Langkah selanjutnya adalah mengelola sumber daya yang ada di dalam hutan mangrove. Ini harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan sesuai dengan kapasitas hutan mangrove.

5. Monitoring dan Evaluasi

Selanjutnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan hutan mangrove. Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan mangrove saat ini dan evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi program pengelolaan yang dilakukan.

6. Pendidikan dan Komunikasi

Selain itu, dalam pengelolaan hutan mangrove juga penting dilakukan pendidikan dan komunikasi terkait pentingnya hutan mangrove bagi lingkungan dan masyarakat.

Pendidikan ini ditujukan kepada masyarakat setempat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Simpulan

Program Reboisasi Hutan Mangrove yang diselenggarakan oleh PT PELNI sangat penting karena dapat membantu memulihkan ekosistem yang rusak dan mengembalikan fungsinya sebagai penyedia habitat bagi berbagai jenis satwa liar, pengendali erosi, dan penyaring air.

Reboisasi hutan mangrove akan meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi erosi, melindungi satwa liar yang terancam punah, memperbaiki ekonomi masyarakat setempat, serta melindungi daratan dari badai dan genangan air.

Oleh karena itu, reboisasi hutan mangrove sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan.