Pembangunan Green House menjadi salah satu inisiatif utama dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia pada tahun 2024. Program ini merupakan bagian dari Kampung BETTER AirNav Banjarbaru, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengembangkan konsep Integrated Farming untuk meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Program dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan selama periode Juli hingga Desember 2024.
Mengapa Pembangunan Green House Dibutuhkan?
Pembangunan Green House dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, hingga kebutuhan akan sistem pertanian yang lebih efisien. Green House mampu menciptakan lingkungan tanam yang lebih stabil sehingga tanaman terlindungi dari cuaca ekstrem, serangan hama, dan perubahan suhu yang dapat menurunkan produktivitas.
Melalui fasilitas ini, masyarakat memperoleh sarana budidaya modern yang mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus menjadi media pembelajaran mengenai praktik pertanian berkelanjutan.
Green House sebagai Sarana Pertanian Berkelanjutan
Pembangunan Green House merupakan investasi jangka panjang yang mendukung pengembangan pertanian modern. Berbeda dengan metode budidaya terbuka, Green House memberikan pengendalian lingkungan yang lebih baik sehingga proses produksi menjadi lebih optimal.
Keberadaan Green House juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan kualitas yang lebih konsisten. Selain meningkatkan produktivitas, fasilitas ini juga menjadi pusat edukasi bagi kelompok tani dalam menerapkan teknologi pertanian yang lebih efisien.
Spesifikasi Pembangunan Green House
Green House yang dibangun melalui Program TJSL AirNav Indonesia memiliki spesifikasi yang dirancang untuk mendukung kegiatan budidaya secara optimal, meliputi:
- Green House berukuran 20 × 10 meter.
- Ruang penyimpanan alat berukuran 3 × 4 meter.
- Rangka menggunakan baja ringan yang kuat dan tahan lama.
- Atap menggunakan plastik UV untuk menjaga intensitas cahaya.
- Dinding menggunakan insect net sebagai pelindung dari hama.
- Dilengkapi dua pintu geser untuk memudahkan aktivitas operasional.
Spesifikasi tersebut dipilih agar Green House mampu digunakan dalam jangka panjang dengan biaya pemeliharaan yang efisien.
Tahapan Pembangunan Green House
Pembangunan Green House dilaksanakan secara bertahap agar seluruh fasilitas memenuhi standar operasional pertanian modern.
Tahapan pekerjaan meliputi:
- persiapan lokasi pembangunan;




- pemasangan rangka baja ringan;

- pemasangan atap plastik UV;

- pemasangan dinding insect net;
- pembangunan ruang penyimpanan alat;
- pemasangan pintu akses;
- pengujian kelayakan bangunan sebelum digunakan masyarakat.
Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketahanan konstruksi, dan kebutuhan operasional kelompok tani.
Manfaat Pembangunan Green House bagi Masyarakat
Pembangunan Green House memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, antara lain:
- meningkatkan produktivitas pertanian;
- menjaga kualitas hasil panen;
- mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca;
- meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pertanian modern;
- memperkuat ketahanan pangan lokal;
- menciptakan peluang usaha baru berbasis pertanian.
Keberadaan Green House juga menjadi fondasi bagi pengembangan inovasi pertanian pada tahap berikutnya sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi.
PT Sinergi Inta Waana sebagai Konsultan CSR dan TJSL
Keberhasilan pembangunan Green House tidak terlepas dari pendampingan PT Sinergi Inta Waana sebagai konsultan CSR dan TJSL.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui:
- social mapping;
- penyusunan desain program;
- perencanaan implementasi;
- pengadaan sarana dan prasarana;
- pendampingan masyarakat;
- monitoring program;
- evaluasi dampak sosial.
Pendekatan tersebut memastikan bahwa pembangunan Green House tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian masyarakat dalam mengelola program secara berkelanjutan.
Pembangunan Green House Selaras dengan ISO 26000
Pembangunan Green House dalam Program TJSL AirNav Indonesia Tahun 2024 dirancang selaras dengan prinsip-prinsip ISO 26000 sebagai pedoman internasional mengenai tanggung jawab sosial organisasi. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, pelibatan pemangku kepentingan, serta penciptaan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan PT Sinergi Inta Waana, program mengintegrasikan proses perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi sehingga mencerminkan penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, perilaku etis, serta pengembangan masyarakat sebagaimana direkomendasikan dalam ISO 26000.
Mendukung ESG dan SDGs
Pembangunan Green House juga mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, program ini berkontribusi terhadap beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 1 Tanpa Kemiskinan;
- SDG 2 Tanpa Kelaparan;
- SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi;
- SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab;
- SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim;
- SDG 15 Ekosistem Daratan.
Dampak Program Tahun 2024
Selama pelaksanaan program, pembangunan Green House berhasil menjadi salah satu fasilitas utama yang mendukung pengembangan kawasan pertanian terpadu di Banjarbaru.
Program juga berhasil mencapai seluruh indikator kinerja (KPI) yang meliputi pendampingan, pengadaan sarana dan prasarana, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi dengan tingkat realisasi 100%.

Penutup
Pembangunan Green House dalam Program TJSL AirNav Indonesia Tahun 2024 membuktikan bahwa program CSR dan TJSL dapat memberikan dampak yang nyata apabila dirancang secara komprehensif. Melalui kolaborasi antara AirNav Indonesia dan PT Sinergi Inta Waana sebagai konsultan CSR dan TJSL, program ini menghadirkan fasilitas pertanian modern yang mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan Green House juga menunjukkan implementasi TJSL yang selaras dengan prinsip-prinsip ISO 26000, mendukung pencapaian ESG dan SDGs, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan pada saat pembangunan berlangsung, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam jangka panjang.






